
Washington (Trigger.id) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan konflik di Timur Tengah akan segera berakhir, meskipun Iran menunjukkan sikap tidak akan mundur dengan menegaskan dukungan terhadap pemimpin barunya, Mojtaba Khamenei.
Trump menyatakan perang masih akan berlanjut hingga Iran benar-benar dikalahkan, namun ia meyakini konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
“Ini akan selesai dengan cukup cepat. Dalam banyak hal kami sudah menang, tetapi belum sepenuhnya,” kata Trump saat berbicara di hadapan anggota Partai Republik.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk kemenangan yang dimaksud dalam perang tersebut. Dalam konferensi pers terpisah, ia kembali menegaskan bahwa konflik akan berakhir “dalam waktu sangat dekat”, namun membantah spekulasi bahwa perang akan selesai dalam waktu beberapa hari.
Trump juga mengaku kecewa dengan penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Menurutnya, seperti dikutip dari globalnews.ca., keputusan itu kemungkinan hanya akan mempertahankan situasi yang sama di Iran. “Kami kecewa dengan pilihan itu. Sepertinya hanya akan membawa masalah yang sama bagi negara tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, media pemerintah Iran menayangkan aksi massa di sejumlah kota yang menyatakan dukungan terhadap Mojtaba Khamenei. Para pendukung membawa bendera Iran dan poster Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin sebelumnya yang tewas dalam serangan Israel pada awal konflik.
Di Kota Isfahan, televisi pemerintah melaporkan suara ledakan dari serangan udara yang terjadi di sekitar Lapangan Imam saat para pendukung berkumpul dan meneriakkan takbir.
Militer Iran juga menyatakan akan meningkatkan serangan rudal sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel.
Di sisi lain, sejumlah lembaga dan tokoh politik Iran menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru tersebut. Dewan pertahanan Iran bahkan menyatakan siap mematuhi perintah pemimpin tertinggi hingga titik darah terakhir.
Penunjukan Mojtaba Khamenei memunculkan beragam reaksi di masyarakat Iran. Sebagian warga melihatnya sebagai simbol perlawanan terhadap tekanan luar negeri, sementara yang lain khawatir bahwa perubahan kepemimpinan tidak akan membawa reformasi politik yang diharapkan.
Israel sendiri menyatakan tujuan perangnya adalah menggulingkan sistem pemerintahan ulama di Iran. Sementara pejabat Amerika Serikat menegaskan fokus utama Washington adalah menghancurkan kemampuan rudal dan program nuklir Iran, meski Trump sebelumnya menyebut perang hanya akan berakhir jika Iran memiliki pemerintahan yang bersedia bekerja sama. (ian)



Tinggalkan Balasan