
Jenewa (Trigger.id) – Uni Eropa mendesak Israel untuk segera menghentikan proyek permukiman E1 di wilayah pendudukan Tepi Barat karena dinilai mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.
Juru Bicara Komisi Eropa Anouar El Anouni menyatakan, rencana tender pembangunan 3.401 unit rumah dalam proyek E1 serta kemajuan pembangunan jalan Sovereignty Road merupakan langkah provokatif yang berpotensi memperburuk situasi. Uni Eropa juga menyampaikan keprihatinan atas rencana permukiman di Atarot dan Nahalat Shimon di Yerusalem Timur.
Menurut El Anouni, kebijakan permukiman Israel menjadi hambatan serius bagi perdamaian karena berisiko memicu pemindahan warga Palestina, memecah wilayah Tepi Barat, serta meningkatkan ketegangan dan kekerasan. Perluasan permukiman yang terus berlangsung juga dinilai semakin melemahkan prospek solusi dua negara dengan Yerusalem sebagai ibu kota bersama.
Uni Eropa meminta Israel membatalkan seluruh rencana perluasan permukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional dan menyerukan kepatuhan terhadap kewajiban internasional, termasuk perlindungan bagi warga Palestina di wilayah pendudukan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Siprus Yunani Constantinos Kombos mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar. Dalam komunikasi tersebut, ketiganya menekankan pentingnya diplomasi untuk meredakan eskalasi serta menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. (ian)



Tinggalkan Balasan