• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Mengapa Kita Merasa Ada Makhluk Ghaib?

22 Juli 2023 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Foto: BQ Islamic Boarding School

Oleh: Esti D. Purwitasari*

Saya tidak percaya pada tahayul, tapi percaya adanya hal-hal yang ghaib. Hal-hal yang tidak bisa diindera tapi terasa. Yang tidak nyata tapi ada. Yang tidak masuk akal tapi berdampak. Termasuk, hal ghaib yang dijelaskan secara ilmiah.

Untuk kisah ghaib itu, saya kutip obrolan Claudia Hammond wartawan BBC dengan Luke Robertson penjelajah dan petualang solo. Mereka membahas pengalaman Robertson pada 2015 kala kelelahan ekstrim di Kutub Selatan lalu ada suara yang membuatnya bertahan. Suara ini bukan halunisasi atau delusi atau sengaja membayangkan, tapi tiba-tiba terasa ada.

Dengan seluncur ski di benua Antartika sendirian, Robertson hanya melihat hamparan salju dan es luas. Dua minggu dalam rencana perjalanan 40 hari, dia terlambat dari jadwal. Di tengah perjalanan, ia kelelahan dan kehilangan semangat. Ia mendongak ke atas lalu di sebelah kirinya tampak ladang hijau pertanian keluarganya dan rumah tempat ia dibesarkan di Aberdeenshire, Skotlandia. Menurutnya, itu pemandangan yang menghibur sekaligus menakutkan. Saat batere listrik yang dibawanya tak berfungsi, ia tidak bisa memutar musik untuk menemani kesendiriannya. Lalu tiba-tiba lagu tema The Flintstones terus terngiang di kepalanya dan ia melihat karakter kartun itu di cakrawala. Bahkan, seiring hari berjalan, ia mendengar namanya dipanggil-panggil seseorang dari belakang. Setiap kali menoleh, ia tidak melihat seorang pun. Kejadian semacam itu beberapa kali berlangsung sampai dia tiba di kamp Kutub Selatan. Duduk di kereta luncur dalam kondisi lemah karena kelelahan, dan menutup mata sejenak, ia mendengar suara lagi. Kali ini suara perempuan. Suara itu mendesaknya untuk terjaga, jangan sampai tertidur karena bisa berbahaya. Dia merasa suara itu mungkin telah menyelamatkan nyawanya. Tapi, sekali lagi, tidak ada seorang pun di sekitarnya.

Saya sendiri juga beberapa kali dicurhati orang-orang yang mengalami hal serupa. Antara lain orang yang dibius total saat persalinannya bermasalah, juga orang yang operasi jantung. Begitu juga cerita orang dekat saya saat rakitnya terbalik dan ia nyaris tenggelam di tengah waduk besar.

Dalam psikologi, pengalaman semacam ini dikenal sebagai ‘felt presence‘ atau ‘sensed presence‘. Kehadiran sesuatu yang ghaib tapi bisa diindera atau dirasakan. Saat mengalami ini, orang merasa atau percaya ada entitas atau sesuatu yang hadir di sekitarnya, meski tidak ada bukti nyata atau objektif tentang kehadiran tersebut. Ia merasa seperti diawasi, didampingi, atau dihubungi oleh sesuatu atau seseorang yang tidak dapat dijelaskan secara empiris.

Pengalaman felt presence bisa bervariasi dari orang ke orang, dan dapat dijelaskan dari berbagai perspektif, termasuk psikologis dan neurologis yang ilmiah. Mungkin juga dijelaskan secara non-ilmiah seperti perspektif spiritual, kerohanian, hingga klenik. Meski sudah ada istilah ilmiahnya, para ilmuwan pun belum sepenuhnya bisa memahami kondisi ini.

Felt presence sering dikaitkan dengan out-of-body experience (OBE) alias pengalaman merasa berada di luar tubuh, dan near-death-experience (NDE) alias pengalaman mendekati ajal. Orang yang mengalami OBE atau NDE, misalnya saat operasi jantungnya diangkat, sering kali merasa ada kehadiran hal ghaib di sekitar mereka selama pengalaman tersebut. Felt presence juga bisa terjadi dalam kondisi medis atau neurologis tertentu, misalnya saat epilepsi atau terjadi kondisi yang mempengaruhi otak dan persepsi sensorik.

Ben Alderson-Day, profesor psikologi di Universitas Durham di Inggris, menulis buku berjudul Presence: The Strange Science and True Stories of the Unseen Other. Ia mengungkapkan felt presence tidak hanya terjadi pada situasi ekstrim tapi juga dalam kondisi biasa. Menurutnya, wanita lebih cenderung melaporkan adanya suatu kehadiran yang mungkin menyusahkan atau mengganggu, dan orang yang lebih muda sering merasakan kehadiran sesuatu.

Anda mungkin pernah merasakan ada seseorang atau sesuatu di kamar mandi meski Anda tidak dapat melihatnya. Bisa juga Anda merasakan ini saat menjelang bangun atau menjelang tertidur. Saat tidur pun, orang bisa merasa (bukan bermimpi) ada sesuatu yang menindih dadanya sehingga terengah-engah dan kemudian terbangun dengan ketakutan. Maka, felt presence digambarkan Alderson-Day sebagai: “Terlalu kosong untuk menjadi halusinasi, tetapi terlalu nyata untuk menjadi khayalan.”

Dengan pendekatan kombinasi antara fisik dan psikologis, Alderson-Day berusaha menjelaskan felt presence. Untuk kasus pendaki gunung atau penjelajah kutub, ia menjelaskan itu bisa disebabkan kekurangan oksigen yang masuk ke dalam otak yang bisa memunculkan halunisasi sekaligus ada aspek bertahan hidup yang membuat otak memunculkan makhluk ghaib yang membantu tubuh melewati permasalahan. Terjadi pola aktivitas otak yang tidak biasa terutama di area yang terkait dengan pengintegrasian indera, dan terjadi pola aktivitas yang tidak biasa pada indera di mana tubuh berada.

Kisaran situasi saat yang ghaib itu dirasakan terjadi telah membuat Alderson-Day berhipotesis bahwa penyebab felt presence adalah hilangnya perasaan atas ‘batas-batas’ tubuh kita sendiri. Ketika ada sesuatu yang tidak beres, karena tekanan fisik ekstrim pada tubuh seperti yang dialami Robertson, atau kondisi psikosis Parkinson, maka informasi yang kita dapatkan dari indera kita dapat menyebabkan sensasi aneh bahwa ada seseorang bersama kita, meskipun kita tidak dapat melihat, menyentuh atau mendengarnya.

Tapi, faktor harapan juga berperan. Ada teori terkait dengan pemrosesan prediktif. Otak mengisi kekosongan saat terjadi sesuatu yang tidak masuk akal. Dikatakan Alderson-Day, otak “menerka-nerka apa yang ada di luar sana.” Ini bisa menjelaskan mengapa kita melihat pola-pola seperti wajah saat kita menatap awan, atau saat kita merasa melihat seseorang padahal tidak ada.

Cara kita mengalami felt presence bergantung pada perasaan dan keyakinan pribadi kita masing-masing. saat hal itu terjadi. Mungkin di antara kita ada yang merasa terhibur, atau mungkin merasa takut atau atau makin religius. Semua itu tergantung bagaimana masing-masing kita menafsirkan pengalaman. Mungkin menafsirkan ada malaikat pelindung atau ada hantu dan penampakan roh halus, atau sekadar otak sedang mencoba membantu kita agar bertahan hidup.

^ Penulis adalah Guru dan Psikolog tinggal di Surabaya

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, update, wawasan Ditag dengan:Esti D. Purwitasari, Luke Robertson, Makhluk Ghaib, Tahayul, wartawan BBC

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

KDMP Soft Launching Oktober 2026

21 September 2026 By admin

Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

20 September 2026 By admin

Pakar ITS : Jangan Kaitkan Laka KMP Virgo Transport dengan Usia Kapal

20 September 2026 By admin

Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukti Pendidikan Bisa Beradaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

20 September 2026 By admin

Lautaro Martinez Selamatkan Inter dari Kekalahan, AS Roma Gagal Menang di Olimpico

20 September 2026 By admin

44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis

19 September 2026 By admin

Prabowo Cium Mushaf Gontor Menandai 100 Tahun Usia Pesantren

19 September 2026 By admin

Teater Jepang “Puchi Mari Mari” Hiburan Sekaligus Pertukaran Budaya

18 September 2026 By admin

Suara Sound Horeg Melebihi 110 Desibel, Risiko Jantung dan Pendengaran

18 September 2026 By admin

Investor Pasar Modal Malang Raya Melonjak 78%, Apa Yang dibeli ?

17 September 2026 By admin

Dua Sesar Aktif Melintasi Surabaya, BPBD Gencar Mitigasi Gempa

17 September 2026 By admin

Di Balik Laut Raja Ampat, Penyu Sisik yang Tak Boleh Hilang

17 September 2026 By isa

Mendagri Kaji Aturan Sound Horeg, Batas Desibel Jadi Sorotan

16 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan
  • Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Rayakan Beragam Potensi Anak di Surabaya dan Malang
  • Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Dibuka Hari Ini, Gratis Selama 14 Hari
  • Gaya Hidup Tak Sehat Picu Serangan Jantung Usia Muda
  • Rumah Kaca Sekolah Bumi Shalawat Jadi Laboratorium Agrikultur Modern

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.