• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Saatnya Vaksin Covid-19 Produksi Dalam Negeri Jadi ‘Panglima’

19 Desember 2023 by isa Tinggalkan Komentar

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto: Kemkes RI
Oleh: Ari Baskoro*

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, status gawat darurat global untuk Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) telah berakhir. Pernyataan itu secara resmi diumumkan pada 5 Mei 2023. Meski demikian, status pandemi belum dinyatakan berakhir. Entah sampai kapan. Indonesia selangkah lebih maju. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 tahun 2023, negara kita telah menyatakan status pandemi Covid-19 telah berakhir. Keppres tersebut berlaku sejak 21 Juni 2023. Beberapa aspek menjadi dasar pertimbangannya. Terutama menyangkut angka konfirmasi harian Covid-19 yang mendekati nihil. Hal itu tidak lepas dari sisi imunitas masyarakat Indonesia terhadap penyakit tersebut yang semakin meningkat. Berakhirnya status pandemi, tidak serta merta menyatakan bahwa Covid-19 telah lenyap. Virus penyebabnya (SARS-CoV-2) masih tetap ada. Mikroba tersebut tetap berevolusi danbisa menyebar setiap saat. Konsekuensinya dapat terjadipeningkatan kasus yang memicu gelombang baru. Kemungkinan buruk itulah yang saat ini terjadi. Tidak hanya di Indonesia saja, tetapi merata secara global.

Dalam beberapa minggu terakhir ini, kasus harian terkonfirmasi Covid-19 di tanah air  semakin melonjak signifikan. Beberapa aspek menjadi latar belakang penyebabnya. Selain munculnya varian virus baru yang lebih menular, masyarakat sudah mulai “lupa” bahwa COVID-19 masih ada. Kini warga telah enggan melakukan protokol kesehatan yang terbukti efektif menekan paparan virus. Banyak pula agenda politik yang dapat memantik terjadinya kerumunan warga. Kegiatan kampanye Pemilihan Umum,merupakan salah satu contohnya. Selain itu, masyarakat juga sudah mulai mempersiapkan diri untuk libur Natal dan tahun baru (Nataru). Diprediksi, akan terjadi pergerakan lebih dari 100 juta orang.

Varian baru

Timbulnya gelombang baru Covid-19, selalu diawali dengan munculnya varian virus yang lebih menular. Kemampuan virus SARS-CoV-2 bermutasi, terutama pada bagian “S” (spike), sering kali berdampak pada meningkatnya daya tular. Bagian virus tersebut (tampak seperti tonjolan-tonjolan), merupakan bagian penting interaksinya dengan sel-sel tubuh manusia. Meningkatnya kemampuan menular, tidak mesti dibarengi dengan dampak  patologinya. Artinya, penyakit yang ditimbulkannya tidak selalu menjurus pada meningkatnya risiko fatalitas. Fenomena itulah yang saat ini terjadi. Dari waktu ke waktu, “turunan” varian Omicron tidak lagi seganas generasi pendahulunya, yakni varian Delta. Meski demikian, munculnya varian virus baru tetap membahayakan bagi segmen masyarakat tertentu. Mereka adalah lansia, penderita penyakit kronis, individu dengan gangguan sistem imun, dan perempuan hamil.

Menurut WHO, terdapat heterogenitas dalam varian virus yang bersirkulasi di seluruh dunia. Saat ini terdapat sembilan varian virus yang dominan. Varian XBB.1.5, dikategorikan paling menonjol  mengalami mutasi. Kini, “Generasi turunannya” hampir seluruhnya telah “mengusai” dunia. Proporsi varian BA.2.86 (Pirola) dan “garis keturunannya”, termasuk JN.1, terdeteksi semakin meningkat. “Garis keturunan” XBB.1.5 lainnya, juga menunjukkan kemampuannya menghindari sergapan antibodi yang sudah terbentuk pada tubuh manusia. Varian-varian turunan tersebut antara lain, EG.5 (varian Eris), E.G.2, HK.3, dan HV.1. Saat ini di negara kita, varian Eris dan EG.2 paling banyak terdeteksi. Sementara itu, varian Eris dan HK.3 paling banyak beredar di Singapura.

Pembaruan strategi vaksinasi

Pemerintah merencanakan mulai tahun 2024, vaksinasi Covid-19 tidak lagi gratis. Pengecualian hanya pada lansia dan orang-orang yang memiliki risiko tinggi (misalnya memiliki komorbid) akan mengalami fatalitas, bila terpapar Covid-19. Demikian pula dengan individu yang mengalami gangguan sistem imunitas (misalnya HIV, penyakit autoimun, kanker), perempuan hamil, dan tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, juga termasuk yang mendapat perkecualian.

Semua jenis vaksin Covid-19 yang beredar saat ini, telah melalui pengujian ketat dalam uji klinis. Tujuannya untuk membuktikan telah memenuhi indikator keamanan dan kemanjuran yang disepakati secara internasional.Vaksin yang aman dan efektif, bisa lebih memastikan bahwa Covid-19 tidak akan menyebabkan penyakit parah dan kematian. Vaksinasi juga mampu menekan kemungkinan munculnya varian baru dan dianjurkan pula bagi seseorang yang sudah pernah terpapar Covid-19. Imunitas hibrida yang dihasilkan dari paparan alamiah dan vaksinasi, terbukti lebih efektif mencegah paparan ulang terhadap Covid-19.

Vaksin produksi dalam negeri, yakni InaVac dan IndoVac, juga telah memenuhi kriteria tersebut. Termasuk juga unsur kehalalannya. Sayang sekali vaksin Indonesia lainnya, yaitu AWcorna hingga kini belum mulai digunakan. Padahal vaksin berplatform mRNA tersebut, telah mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tanggal 24 September 2022. Vaksin lainnya, yakni Zifivax yang berplatformprotein rekombinan, diproduksi di Indonesia melalui mekanisme transfer teknologi.

Saat  vaksin IndoVac dan InaVac mulai digunakan pada akhir November 2022, mayoritas masyarakat telah mendapatkan seri vaksinasi primer/dosis awal. Semua vaksin yang digunakan untuk keperluan tersebut, dipasok dari luar negeri. Karena itulah penggunaan kedua vaksin lokal tersebut saat ini, terutama untuk keperluan vaksinasi booster/vaksinasi ulang. Mulai Januari 2024, vaksin produksi dalam negeri bisa digunakan untuk semua keperluan. Bisa diberikan sebagai dosis awal bagi yang belum pernah mendapatkan vaksinasi, atau untuk vaksinasi ulang.

Dalam konteks kekebalan populasi yang semakin meluas akibat vaksinasi dan atau paparan alamiah, WHO memberikan saran terkini (5 Desember 2023). Rekomendasi tersebut didasarkan atas riwayat vaksinasi, usia, dan kondisi kesehatan seseorang. Semua orang yang belum pernah sama sekali mendapatkan vaksinasi, hendaknya mendapatkan satu dosis suntikan.Bila menggunakan vaksin berplatform virus yang tidak aktif (misalnya SinoVac, InaVac), diperlukan dua dosis. Intervalnya 28 hari.Khusus untuk seseorang dengan gangguan imunitas, sebaiknya mendapatkan dua hingga tiga dosis.

Bila seseorang sudah pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya, perlu dilakukan vaksinasi ulang. Waktu yang dianjurkan adalah enam hingga 12 bulan setelah vaksinasi yang terakhir. Pola seperti itu, diindikasikan  bagi lansia dan atau orang-orang dengan gangguan sistem imunitas. Untuk lansia sehat atau orang dewasa yang memiliki komobiditas, bisa diberikan dengan tenggat waktu hingga 12 bulan. Hal yang sama, diberlakukan bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien COVID-19. Khusus bagi perempuan hamil, disarankan diberikan satu dosis setiap kehamilan. Vaksinasi ulang tidak lagi direkomendasikan bagi anak-anak, remaja dan dewasa yang sehat. Semoga vaksin produksi dalam negeri,benar-benar dapat dimanfaatkan bagi masyarakat Indonesia sesuai dengan harapan.

——o—–

*Penulis :
Staf pengajar senior di:
Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya

Anggota Advisory Board Dengue Vaccine

Penulis buku:
* Serial Kajian COVID-19 (sebanyak tiga seri)
* Serba-serbi Obrolan Medis

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, update Ditag dengan:Ari Baskoro Sppd, Produksi Dalam Negeri, vaksin covid-19, Vaksin Produksi Dalam Negeri

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

Prabowo Instruksikan Dana Pensiun Atlet dan Pelatih

9 Januari 2026 By admin

Persiapan Haji di Saudi Tunjukkan Kemajuan Signifikan

9 Januari 2026 By admin

Arsenal Ditahan Imbang Liverpool 0-0

9 Januari 2026 By admin

Menkeu Optimistis MBG Serap Anggaran Cepat Awal 2026

9 Januari 2026 By admin

KPK Telaah Laporan Dugaan Penahanan Royalti LMKN

9 Januari 2026 By admin

Membaca Dampak Bumi Yang “Sakit”

8 Januari 2026 By admin

Inter Tundukkan Parma, Tetap Pimpin Klasemen

8 Januari 2026 By admin

Arteta Prihatin atas Pemecatan Amorim di Manchester United

8 Januari 2026 By admin

Minum Kopi Bisa Membantu Melindungi dari Depresi? Ini Penjelasan Para Ahli

8 Januari 2026 By isa

MU Ditahan Burnley 2-2 pada Laga Perdana Pascapemecatan Amorim

8 Januari 2026 By admin

Prabowo: Penegakan Hukum Harus Bebas Konflik Kepentingan

8 Januari 2026 By admin

Pemkot Surabaya Evaluasi Saluran Usai SDN Ujung V Tergenang

7 Januari 2026 By admin

Mbappe Dipastikan Absen di Piala Super Spanyol

7 Januari 2026 By admin

MUI Soroti Pasal KUHP soal Nikah Siri

7 Januari 2026 By admin

Persija Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib

7 Januari 2026 By admin

Vaksin Heksavalen, Antara Inovasi dan Disinformasi

6 Januari 2026 By admin

Fernandes–Maguire Pamitan untuk Amorim

6 Januari 2026 By admin

Setkab Terangkan Pasal KUHP–KUHAP yang Jadi Sorotan

6 Januari 2026 By admin

Menkum: Aduan Kumpul Kebo Hanya oleh Pasangan Sah dan Orang Tua

6 Januari 2026 By admin

Pemkot Surabaya Fokus Atasi Banjir Simo–Tanjungsari pada 2026

6 Januari 2026 By admin

Borneo FC Rebut Puncak Klasemen Super League

6 Januari 2026 By admin

Saudi Perkuat Penyaluran Bantuan untuk Warga Gaza

5 Januari 2026 By zam

Inter Kalahkan Bologna 3-1, Nerazzurri Pimpin Klasemen

5 Januari 2026 By zam

Hat-trick Gonzalo Garcia Bawa Madrid Hajar Betis 5-1

5 Januari 2026 By zam

AS Lancarkan Serangan ke Venezuela, Picu Kecaman Internasional

4 Januari 2026 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Komdigi Ancam Blokir Fitur AI Grok di Platform X
  • Ditahan Imbang Napoli 2-2, Inter Tetap Puncaki Klasemen Serie A
  • Otorita IKN Fokus Kendalikan Banjir
  • PTDI Pulihkan CN235 untuk Operasi di Papua
  • Barcelona Juara Piala Sper Spanyol 2026 usai Kalahkan Madrid 3-2

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.