
Banda Aceh (Trigger.id) – Pertandingan final sepak bola PON XXI Aceh-Sumut 2024 antara Jawa Timur dan Jawa Barat berakhir dengan kemenangan Jawa Timur 1-0. Kemenangan ini sangat bersejarah bagi Jawa Timur karena mereka berhasil meraih medali emas setelah menunggu selama 16 tahun.
Pertandingan di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, berlangsung ketat dan cenderung minim peluang di babak pertama. Kedua tim kesulitan mengembangkan serangan dengan baik. Namun, momentum berubah di babak kedua ketika Jawa Barat kehilangan pemain akibat kartu merah pada menit ke-63, setelah Abdan Hanif melakukan pelanggaran keras.
Kemenangan Jawa Timur ditentukan oleh gol penalti yang dieksekusi oleh Rano Jutati pada menit ke-71, menyusul kesalahan kiper Jawa Barat, Sujarmin. Meskipun Jawa Barat berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, pertahanan Jawa Timur tetap solid hingga akhir pertandingan.
Pelatih tim sepak bola PON Jawa Timur, Fakhri Husaini, menyatakan rasa syukur atas kemenangan timnya yang berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Jawa Barat 1-0 di final PON 2024. Menurutnya, persiapan tim hanya berlangsung selama dua bulan, yang membuat pencapaian ini sangat istimewa. Tantangan lain yang dihadapi adalah beberapa pemain yang dipilih mundur karena bergabung dengan klub Liga 1 dan Liga 2, sehingga ia harus melakukan seleksi ulang.
Fakhri juga mengakui bahwa Jawa Timur memiliki banyak pemain muda berbakat. Meskipun persiapan terbatas, ia berhasil membentuk tim yang solid dan kompak, yang menurutnya layak mendapatkan medali emas tersebut. Fakhri berharap PSSI dapat terus mengelola dan memaksimalkan potensi pemain muda Jawa Timur untuk masa depan sepak bola nasional.
Sementara Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, memberikan apresiasi besar atas penampilan gemilang tim sepak bola Jawa Timur di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Riyadh menyoroti bahwa persiapan tim sebenarnya cukup minim, dan target awal hanya mencapai babak perempat final. Namun, tim berhasil melampaui ekspektasi dengan lolos hingga final dan memenangkan medali emas. Ia memuji semangat juang dan kekompakan para pemain dalam menghadapi lawan-lawan yang tangguh. (zam)
Tinggalkan Balasan