• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Arafah, Tempat Jutaan Jiwa Menyatu dalam Doa dan Harap

5 Juni 2025 by isa Tinggalkan Komentar

Oleh: Wachid Mukaidori*

Padang Arafah bukanlah sekadar hamparan pasir yang tandus. Ia adalah panggung suci tempat jutaan hati berhimpun dalam satu cita: kembali kepada Allah SWT. Hari ini (05/06/2025) jutaan manusia berkumpul di tempat bersejarah tersebut.

Hari wukuf adalah hari agung, ketika manusia melepaskan ego, status, dan warna kulit untuk menyatu dalam balutan ihram putih yang seragam, menghadap langit dan menggantungkan segala harap hanya kepada Rabb semesta alam.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lainnya, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Al-hajju Arafah” — “Haji itu adalah Arafah.” Satu kalimat singkat namun sarat makna. Tanpa wukuf di Arafah, ibadah haji menjadi tak sah. Inilah momen inti, titik balik ruhani yang paling menentukan dalam perjalanan menuju Allah.

Pandangan Ulama Salafus Shalih

Para ulama salafus shalih sangat mengagungkan hari Arafah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam Zad al-Ma’ad, “Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa-dosa, hari dibebaskannya manusia dari api neraka, dan hari doa yang tidak ditolak.” Ia bahkan menyebut bahwa hari ini lebih mulia daripada hari-hari sepuluh terakhir Ramadhan, karena berkumpulnya unsur puncak dari amal ibadah: tauhid, doa, pengakuan dosa, dan harap pada ampunan.

Imam al-Ghazali menggambarkan wukuf di Arafah sebagai miniatur mahsyar, tempat manusia kelak dikumpulkan pada hari kiamat. “Lihatlah, bagaimana manusia berdiri di tengah padang tandus, dengan tubuh lelah, mata berkaca, dan hati penuh penyesalan—itulah gambaran akhir hidup manusia sebelum diputuskan nasibnya oleh Allah,” tulisnya dalam Ihya Ulumuddin.

Hasan al-Bashri, seorang tabi’in terkemuka, berkata: “Seandainya engkau melihat Arafah, engkau akan melihat manusia menangis seperti anak kecil kehilangan ibunya, karena mereka tahu bahwa hari itu adalah peluang emas yang tak selalu datang.”

Khutbah Rasulullah di Arafah: Salam Perpisahan dari Sang Nabi

Di Arafah pula, pada tahun kesepuluh Hijriyah, Rasulullah Muhammad SAW berdiri di hadapan lebih dari seratus ribu sahabat dan menyampaikan Khutbah Arafah, yang dikenal sebagai khutbah wada’ (khutbah perpisahan). Ia naik di atas unta Qashwa, dengan air mata membasahi pipinya, lalu berseru dengan suara berat namun penuh kasih:

“Wahai manusia, dengarkanlah baik-baik ucapanku. Aku tidak tahu, barangkali aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian setelah tahun ini, di tempat ini.”

Ucapan itu mengguncang hati para sahabat. Mereka menangis tersedu, menyadari bahwa inilah kali terakhir Nabi mereka berbicara dalam sebuah majelis haji. Rasulullah kemudian menyampaikan pesan-pesan agung: tentang kesetaraan manusia, larangan menumpahkan darah dan mengambil harta tanpa hak, pentingnya menjaga amanah wanita, serta penegasan bahwa Islam telah sempurna:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Seketika Umar bin Khattab RA menangis haru, sebab ia merasa bahwa ayat ini bukan hanya penegasan kesempurnaan agama, tetapi juga isyarat bahwa tugas Nabi SAW telah usai. Dan memang benar, setelah haji itu, tak lama kemudian Rasulullah SAW wafat meninggalkan umatnya dengan warisan ajaran yang sempurna.

Penutup: Arafah, Cermin Kehidupan dan Kematian

Hari wukuf adalah hari bercermin. Setiap insan memandangi dirinya sendiri dalam debu dan peluh. Di sanalah mereka sadar: manusia hanyalah hamba yang sangat bergantung pada kasih-Nya. Tak heran jika langit Arafah menjadi saksi bagi air mata yang mengalir tanpa henti, bagi doa yang menembus langit, dan bagi janji-janji baru untuk menjadi insan yang lebih bertakwa.

Di Arafah, seluruh dunia menjadi satu. Tak ada jarak antara raja dan rakyat, antara kaya dan miskin. Yang ada hanyalah pengakuan akan kelemahan, dan harapan akan ampunan.

Arafah bukan hanya tempat, tetapi juga pelajaran. Bahwa hidup ini sesungguhnya hanya perjalanan kembali ke titik asal—Allah SWT. Dan setiap wukuf yang sungguh-sungguh adalah sebuah langkah menuju kemenangan abadi di sisi-Nya.

—000—

*Wartawan senior, tinggal di Surabaya

Share This :

Ditempatkan di bawah: Uncategorized

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Timnas Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series 2026

9 Maret 2026 By admin

Hari Musik Nasional: Nada-Nada yang Menyatukan Identitas Bangsa

9 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

9 Maret 2026 By admin

Perang Iran Jadi Taruhan Besar Trump

9 Maret 2026 By admin

Liga Arab Minta Iran Hentikan Serangan ke Wilayah Negara Arab

9 Maret 2026 By admin

Persebaya Remuk Redam Dihajar Borneo FC 5-1

8 Maret 2026 By admin

Khofifah Ajak REI Percepat Penyediaan Rumah MBR

7 Maret 2026 By admin

Musisi Legendaris Donny Fattah Wafat

7 Maret 2026 By admin

Obat GLP-1 Berpotensi Tingkatkan Risiko Gangguan Tulang

7 Maret 2026 By admin

Persebaya Hadapi Misi Berat di Samarinda

7 Maret 2026 By admin

Menag Luruskan Polemik Zakat saat Ceramah Subuh di Al-Akbar

7 Maret 2026 By wah

Surabaya Batasi Warganya Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

7 Maret 2026 By wah

Merawat Hutan Jawa Timur: Antara Konservasi, Edukasi, dan Wisata Alam

7 Maret 2026 By isa

Komisi E DPRD Jatim Dukung Pengawasan Ketat THR 2026

7 Maret 2026 By admin

Perang Timur Tengah Picu Pembatalan Ribuan Penerbangan

7 Maret 2026 By admin

Intelijen Iran Peringatkan Dugaan Operasi “Bendera Palsu” Israel di Al-Aqsa

7 Maret 2026 By admin

Bijak Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Global

6 Maret 2026 By admin

Ramadan, PWI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

6 Maret 2026 By admin

Derby Milan: Pertarungan Harga Diri di San Siro

6 Maret 2026 By admin

Iqra: Kata Pertama yang Mengubah Sejarah

6 Maret 2026 By admin

Menjaga Stamina Akhir Ramadan, Dokter Ingatkan Pola Sahur dan Tidur Cukup

6 Maret 2026 By admin

Miliarder UEA Kritik Tajam Trump Soal Perang Iran

6 Maret 2026 By admin

Belajar Ngaji di Usia Senja: Ketika Hati Kembali Menemukan Cahaya

6 Maret 2026 By wah

Jelang Lebaran, Jasa Marga Surabaya-Mojokerto Tingkatkan Pemeliharaan Ruas Jalan Tol

6 Maret 2026 By zam

City Tertahan, Guardiola: Perburuan Gelar Belum Usai

6 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga
  • Komodo di Ujung Ancaman, Ketika Habitat Menyusut dan Perburuan Mengintai
  • Masjid Saka Tunggal, Jejak Awal Islam di Tanah Jawa
  • Hutan Kota Jeruk, Disiapkan Jadi Sarana Rekreasi dan Penggerak Ekonomi
  • Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.