
Surabaya (Trigger.id) – Sebagian besar orang menjaga pola makan sehat untuk menjaga energi dan kesehatan tubuh di siang hari. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperbanyak konsumsi buah dan sayur juga berdampak positif pada kualitas tidur di malam hari.
Penelitian yang diterbitkan pada 11 Juni di jurnal Sleep Health ini mengungkapkan bahwa partisipan yang meningkatkan konsumsi buah dan sayur hingga lima cangkir per hari mengalami peningkatan kualitas tidur hingga 16%. Bahkan, manfaatnya terlihat dengan cepat, karena peningkatan konsumsi buah dan sayur di siang hari membuat tidur menjadi lebih nyenyak di malam harinya.
Marie-Pierre St-Onge, PhD, profesor di bidang nutrisi dan direktur Center of Excellence for Sleep and Circadian Research di Columbia University Irving Medical Center, menjelaskan bahwa hasil ini memberi sudut pandang baru dalam menjaga kualitas tidur. Menurutnya, selama ini orang hanya disarankan untuk menghindari hal-hal yang mengganggu tidur seperti kafein dan alkohol. Namun, temuan ini memperlihatkan bahwa ada makanan yang justru mendukung tidur lebih baik.
Hubungan Antara Pola Makan dan Tidur
Dalam penelitian ini, St-Onge dan timnya melibatkan 34 orang dewasa berusia 20 hingga 49 tahun, sebagian besar pria, yang semuanya dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gangguan tidur. Penelitian dilakukan dalam dua fase selama enam minggu, dengan jeda satu bulan di antaranya.
Peserta diminta mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam periode 24 jam dan mengenakan alat pemantau tidur di pergelangan tangan yang berfungsi seperti jam pintar. Para peneliti kemudian menganalisis kaitan antara pola makan dengan kualitas tidur, khususnya melihat seberapa sering tidur peserta terganggu atau terbangun di malam hari.
Hasilnya menunjukkan bahwa:
- Konsumsi buah dan sayur yang lebih tinggi di siang hari berkaitan dengan tidur yang lebih nyenyak dan tidak terganggu.
- Asupan karbohidrat dan serat yang lebih banyak juga berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih baik.
- Sebaliknya, konsumsi daging merah dan olahan berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.
Secara khusus, peningkatan konsumsi buah dan sayur dari nol hingga lima cangkir sehari menghasilkan peningkatan kualitas tidur sebesar 16%. Menariknya, asupan gula tambahan tidak berkaitan langsung dengan tidur, yang menunjukkan bahwa karbohidrat dan serat alami dari buah dan sayur lah yang memberikan manfaat terbesar.
Menurut Brannon Blount, MS, RDN, seorang ahli gizi dari Virginia, penelitian ini membuktikan bahwa pola makan harian seseorang dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. “Kita sering menganggap pola makan dan tidur sebagai dua hal terpisah, padahal penelitian ini menunjukkan keduanya saling berkaitan secara signifikan,” ujarnya.
Temuan Ini Didukung Penelitian Sebelumnya
Temuan ini memperkuat hasil studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa diet sehat seperti diet Mediterania dapat mengurangi risiko insomnia dan gangguan tidur. Bahkan, pada tahun 2016, tim St-Onge menemukan bahwa konsumsi serat yang tinggi membantu seseorang tidur lebih nyenyak, sementara konsumsi karbohidrat sederhana dan gula tambahan justru membuat tidur menjadi lebih terganggu.
Penelitian lain yang terbit pada 2021 juga menyebutkan bahwa wanita yang menambah porsi buah dan sayur dalam pola makannya mengalami penurunan gejala insomnia, kualitas tidur yang lebih baik, dan waktu tidur yang lebih cepat.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, penelitian terbaru ini memberikan bukti bahwa perubahan sederhana dalam pola makan sehari-hari, seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur, dapat memberikan manfaat nyata pada kualitas tidur. Jadi, selain menghindari faktor-faktor yang mengganggu tidur, penting juga untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi sebagai bagian dari upaya mendapatkan tidur yang berkualitas. (bin)
Tinggalkan Balasan