• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Campak dan Cacingan, Cermin Kegagalan Upaya Promotif-Preventif

27 Agustus 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Campak dan Cacingan, Cermin Kegagalan Upaya Promotif-Preventif. Foto: encephalitis.info
Oleh: Ari Baskoro*

Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi dua “kutub” problem kesehatan. Satu sisi “beban ganda” kesehatan, direpresentasikan dalam bentuk “kelebihan gizi” (baca : kelebihan berat badan dan obesitas). Tapi di sisi lainnya masih banyak dilaporkan problem stunting/tengkes yang mencerminkan defisiensi gizi. Data sementara terkait problem “dua kutub” itu, tampak dari hasil cek kesehatan gratis. Baik untuk masyarakat umum, maupun siswa.

 Terbaru muncul masalah medis “dua kutub” lagi. Cacingan dan wabah campak, telah menghiasi pemberitaan berbagai media massa akhir-akhir ini. Dua penyakit “kuno” tersebut, belum mampu dieliminasi oleh negara. Sementara pemerintah kini sangat fokus menangani penyakit “modern”, dengan membangun berbagai fasilitas kesehatan canggih. Sebab penyakit kardiovaskuler, antara lain jantung dan stroke, kini menjadi “pembunuh” terbanyak rakyat Indonesia.

Tengkes, cacingan, dan campak, memerlukan tata laksana utama promotif dan preventif. Sementara problem kardiovaskuler memerlukan dana besar untuk pos kuratif dan rehabilitatif. Semuanya akan “baik-baik” saja, jika terjadi keseimbangan yang optimal.

Cacingan

Problem cacingan berat terjadi pada seorang balita empat tahun di Sukabumi. Konon lebih dari satu kilogram cacing gelang (Ascaris lumbricoides), ditemukan pada anak malang itu. Sayangnya, Raya nama balita itu, tidak tertolong.

Sejatinya investasi cacing gelang di Indonesia, cukup sering didapatkan. Data tahun 2017 menyatakan, prevalensinya cukup tinggi. Sekitar 60-90 persen. Sementara ini belum ada data terbaru. Mestinya pencegahannya relatif mudah. Asalkan masyarakat diberikan pemahaman tentang siklus hidup parasit nematoda tersebut. Keluarnya telur cacing bersama tinja seseorang yang terpapar, merupakan tahap awal penularan pada individu lainnya. Jika tinja itu mencemari tanah, maka telur cacing menjadi bentuk infektif. Secara tidak sengaja, seseorang berpotensi tertular, bila tertelan telur yang infektif. Di dalam saluran cerna, telur akan menetas menjadi larva. Selanjutnya larva akan menembus usus dan “bermigrasi” menuju aliran darah. Alveolus (gelembung paru), menjadi tempat transitnya. Kondisi itulah yang memicu batuk pada Raya. Batuk yang mengandung larva, cukup penting untuk membuat diagnosis. Cacing dewasa akan tumbuh berkembang, jika larva “bermigrasi” lagi ke usus. Parasit tersebut akan “kawin” (kopulasi) dan menghasilkan telur. Demikian, siklus hidup parasit yang akan berulang terus. Gejala yang ditimbulkan tergantung letak parasit di tubuh manusia. Jika dalam jumlah besar, dapat menyumbat saluran cerna. Tidak jarang harus memerlukan operasi.

Jadi kata kunci program promotif dan preventif yang berbiaya relatif murah, dapat dilakukan pada publik. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berkesinambungan, perlu diterapkan.

Wabah campak

Kini negara kita diterpa wabah campak. Bukan hanya di Kabupaten Sumenep saja. Jakarta, Tangerang, dan 42 wilayah lainnya, dilaporkan terjadi hal serupa. “Hanya” ada dua pemikiran dasar, mengapa campak merebak lagi.

Pertama. Angka penularan global yang meningkat. Sebelum terjadi di Indonesia, kasus wabah terjadi di Amerika Serikat dan Meksiko. Kejadiannya sekitar bulan Maret 2025. Wabah di AS tersebut bukanlah untuk pertama kalinya. Faktanya pernah terjadi wabah serupa tahun 2011, 2014, 2018, 2019, dan terakhir setahun yang lalu. Padahal campak telah dinyatakan hilang/eradikasi di AS pada tahun 2000.

Eropa juga mengalami nasib yang sama. Berdasarkan rilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hampir 60 ribu kasus terdeteksi di 45 dari 53 negara Kawasan Benua Biru. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), beberapa tahun terakhir ini telah terjadi lonjakan kasus campak di seluruh dunia. Pada tahun 2023, telah menginfeksi sebanyak 10,3 juta orang.

Kedua. Kerentanan penduduk dunia terpapar campak, akibat menurunnya cakupan vaksinasi. Fakta epidemiologi membuktikan, semakin banyak individu yang tidak divaksinasi, semakin meningkat pula risiko terjadinya wabah. Ada model riset yang mampu memprediksi interaksi kedua fenomena itu. Contohnya bila cakupan vaksinasi MMR mencapai 97 persen, peluang terjadinya wabah hanya sebesar 16 persen. Namun sebaliknya bila cakupannya cuma 70 persen, peluang terjadinya wabah bisa meningkat hingga 78 persen. Sebanyak 95 persen kasus campak yang dilaporkan di AS, ternyata belum pernah dilakukan vaksinasi. Sama dengan yang terjadi di Sumenep. Mayoritas yang terpapar adalah yang belum dilakukan vaksinasi. Lebih-lebih pada individu yang mengalami komplikasi hingga kematian.

Di antara penyakit menular, campak disebabkan virus yang memiliki daya tular tertinggi. Bahkan kecepatan merebaknya, melampaui virus penyebab COVID-19. Bila seseorang telah terjangkit, bisa diprediksi sebanyak 90 persen orang di sekitarnya akan terpapar pula. Khususnya pada individu yang tidak memiliki daya imunitas terhadap campak. Risiko penularan virus, terutama terjadi sejak empat hari sebelum hingga empat hari setelah munculnya ruam-ruam. Model penularannya pun persis sama dengan COVID-19. Bisa melalui percikan saat batuk, bersin, atau saat berbicara. Transmisi virus juga bisa terjadi melalui permukaan benda-benda yang terkena percikan, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut individu sekitarnya.

Pada individu dengan imunitas yang tidak sempurna (immunocompromised), risiko komplikasi campak bisa meningkat tajam. Misalnya terjadi diare berat, pneumonia (radang paru), radang otak, infeksi selaput lendir mata, hingga mengalami kebutaan.

Hingga kini vaksinasi MMR (Mumps/gondongan, Measles, dan Rubela), merupakan modalitas preventif terbaik.

Semoga dengan dilakukannya outbreak response immunization (ORI), negara kita segera terbebas dari wabah.

—–o—–

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku:
    – Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
    – Serba-serbi Obrolan Medis
    – Catatan Harian Seorang Dokter
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro, Cacingan, Campak, Campak dan Cacingan, Cermin Kegagalan, Preventif, Promotif

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Portugal Lolos Dramatis, Ronaldo Torehkan Sejarah di Piala Dunia

3 Juli 2026 By zam

Real Madrid Bidik Bastoni untuk Perkuat Pertahanan

3 Juli 2026 By wah

Disabilitas Tak Tampak: Yang Tak Terlihat, yang Terabaikan

2 Juli 2026 By wah

Saat Camilan Menjadi Penjaga Kesehatan Mental

2 Juli 2026 By zam

Sensus Ekonomi 2026, Penentu Arah Pembangunan Jawa Timur

1 Juli 2026 By wah

Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus di Soetta Dipusatkan ke Terminal 2F

1 Juli 2026 By wah

Mbappe Bersinar, Prancis Melaju ke 16 Besar

1 Juli 2026 By zam

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

30 Juni 2026 By admin

DPD RI Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Berkomitmen Sempurnakan Tata Kelola

30 Juni 2026 By zam

Paraguay dan Maroko Buat Kejutan, Singkirkan Jerman dan Belanda untuk Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

30 Juni 2026 By wah

Kemenhaj: Sekitar 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

29 Juni 2026 By zam

Khofifah Tinjau SPBU di Malang, Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Tetap Aman

29 Juni 2026 By admin

AS dan Iran Sepakat Redakan Ketegangan, Bahas Selat Hormuz dalam Pertemuan di Qatar

29 Juni 2026 By admin

Hakan Calhanoglu Tinggalkan Inter Milan pada Akhir Musim 2026/27

29 Juni 2026 By admin

Prabowo Ajak NU Dukung Upaya Menutup Kebocoran Kekayaan Negara

24 Juni 2026 By wah

Ronaldo Cetak Brace, Portugal Gilas Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026

24 Juni 2026 By zam

Film Indonesia Menembus Panggung Shanghai, Dari Cerita Lokal Menuju Apresiasi Global

24 Juni 2026 By admin

Argentina Pastikan Tiket ke 32 Besar Usai Tumbangkan Austria 2-0

23 Juni 2026 By admin

Layanan Haji Indonesia Kini Terpusat di Madinah

23 Juni 2026 By admin

Inter Milan Makin Serius Kejar Nico Paz untuk Proyek Baru Cristian Chivu

22 Juni 2026 By admin

Dari Gus Fring ke Syahadat: Kisah Giancarlo Esposito Menemukan Islam di Tanah Saudi

22 Juni 2026 By admin

Fatwa MUI Dominasi Mazhab Syafi’i Demi Kearifan Lokal dan Kehati-hatian Hukum

22 Juni 2026 By admin

Calhanoglu Minta Maaf Usai Turki Tersingkir Cepat dari Piala Dunia 2026

22 Juni 2026 By admin

Khofifah: Munas-Konbes NU 2026 Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

21 Juni 2026 By admin

Kemenhaj: Kepulangan Haji Momentum Awal Amalkan Nilai Kemabruran di Tengah Masyarakat

21 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Inter Milan Bidik Djed Spence Gantikan Dumfries
  • Sedekah: Investasi Abadi yang Tak Pernah Merugi
  • Belajar ADEM di Jawa Timur, Mengabdi untuk Papua
  • Festival Muharram LAZIS Nurul Falah Asah Hafalan dan Kreativitas Ratusan Santri
  • Jatim Siap Perkuat Rantai Pasok Biodiesel B50, Khofifah Dukung Transformasi Energi Nasional

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.