
Bandung (Trigger.id) — Perjalanan mudik yang melintasi Kota Bandung rasanya belum lengkap tanpa membawa oleh-oleh khasnya. Salah satu yang paling sering diburu pemudik adalah batagor legendaris yang telah bertahan lebih dari setengah abad: Batagor Yunus.
Usaha kuliner ini dirintis pada tahun 1972 oleh Yunus, yang mulai menjajakan batagor di kawasan Jalan Kopo, Bandung. Lebih dari lima dekade berlalu, tempat ini tetap berdiri di lokasi yang sama dan masih menjadi tujuan favorit pencinta kuliner.
“Almarhum bapak mulai jualan dari tahun 1972 di sini,” kata Redi Gunawan, anak pendiri Batagor Yunus yang kini meneruskan usaha keluarga tersebut.
Diburu Pemudik untuk Oleh-Oleh
Menjelang musim mudik Lebaran, suasana di kedai Batagor Yunus biasanya jauh lebih ramai dibanding hari biasa. Banyak pelanggan datang bukan hanya untuk makan di tempat, tetapi juga membeli batagor dalam jumlah banyak untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Menurut Redi, kedai ini mulai buka sekitar pukul 09.00 pagi hingga malam hari. Namun saat musim mudik, pesanan sering sudah berdatangan sejak pagi.
“Kalau musim Lebaran biasanya banyak yang beli untuk oleh-oleh,” ujarnya.
Bisa Tahan Lama untuk Perjalanan
Salah satu alasan batagor ini populer sebagai oleh-oleh adalah daya tahannya yang cukup lama. Dalam kemasan biasa, batagor bisa bertahan hingga dua hari pada suhu ruang dan sekitar tujuh hari jika disimpan di kulkas.
Sementara itu, dengan kemasan vakum, batagor dapat bertahan sekitar empat hari pada suhu ruang dan bahkan hingga tiga minggu jika disimpan dalam freezer.
Tak heran jika batagor ini kerap dibawa ke berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.
“Ada pelanggan yang bawa ke Jerman, Amerika, sampai Eropa. Banyak juga yang dibawa untuk oleh-oleh umroh,” kata Redi.
Pelanggan dari Berbagai Kota
Meski berada di Bandung, pengunjung Batagor Yunus datang dari berbagai daerah. Banyak pelanggan berasal dari Jabodetabek, Yogyakarta, Surabaya hingga Bali yang sengaja mampir untuk mencicipi kuliner ini.
Dalam sehari, kedai ini bisa menjual sekitar 2.000 porsi pada hari biasa. Angka itu meningkat menjadi 3.000–4.000 porsi saat akhir pekan, dan bisa menembus lebih dari 5.000 porsi ketika musim liburan seperti Lebaran atau Tahun Baru.
Kunci Rasa yang Terjaga
Salah satu rahasia kelezatan Batagor Yunus terletak pada pemilihan bahan bakunya. Redi mengatakan kualitas ikan tenggiri dan tepung kanji selalu dijaga ketat karena menjadi kunci utama cita rasa batagor.
“Tidak semua ikan tenggiri bisa dipakai untuk batagor. Kami benar-benar memilih yang kualitasnya bagus,” ujarnya.
Selain itu, proses produksi juga dilakukan langsung di tempat sehingga pelanggan bisa menikmati batagor yang masih segar.
Tetap Usaha Keluarga
Meski sudah sangat populer, Batagor Yunus tetap mempertahankan konsep usaha keluarga. Hingga kini mereka belum membuka cabang, meskipun sering mendapat tawaran kerja sama waralaba.
Harga batagor di tempat ini juga relatif terjangkau, sekitar Rp6.000 per potong, sementara menu mie baso dijual mulai Rp20.000.
Bagi para pemudik yang melintasi Bandung, singgah sebentar di Jalan Kopo bisa menjadi cara sederhana membawa pulang rasa khas kota kembang—batagor legendaris yang sudah dinikmati lintas generasi. (ian)
Sumber: Antara dan diolah dengan bantuan AI



Tinggalkan Balasan