
Jakarta (Trigger.id) – Ratusan dai dan daiyah dari wilayah Jabodetabek mengikuti kegiatan Upgrading Dakwah Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, mendorong para dai untuk membangun pola pikir (mindset) menjadi pribadi yang sejahtera secara finansial. Menurutnya, pola pikir tersebut penting agar para dai tidak hanya berdakwah, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam kemandirian ekonomi.
Ia menjelaskan bahwa keinginan untuk menjadi kaya bukanlah hal yang keliru selama dilandasi niat yang benar, yakni untuk memberi manfaat dan membantu sesama. Dengan mindset tersebut, para dai diharapkan mampu menularkan semangat produktivitas kepada jamaahnya.
“Kaya itu penting, tetapi niatnya harus untuk berbagi dan mandiri, bukan untuk mencintai harta,” ujarnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah itu juga mengingatkan agar para dai tidak terjebak pada kecintaan berlebihan terhadap materi. Ia menegaskan bahwa harta seharusnya menjadi sarana dalam beribadah, bukan tujuan utama dalam hidup.
Menurutnya, seseorang yang memiliki orientasi untuk memberi akan terdorong menjadi lebih produktif. Sebaliknya, pola pikir yang cenderung ingin bergantung atau meminta-minta justru akan menghambat perkembangan diri.
“Kalau ingin memberi, maka harus produktif. Itu yang harus ditanamkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta juga mendapatkan pembekalan materi terkait ekonomi dan syariah, mulai dari prinsip dasar syariah, gaya hidup halal, pengelolaan keuangan syariah, konsep bisnis dalam Islam, hingga praktik implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan dai yang tidak hanya kuat dalam dakwah, tetapi juga mandiri secara ekonomi serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (ian)



Tinggalkan Balasan