• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

MBG Rp335 Triliun: Antara Janji Gizi dan Tantangan Efisiensi

17 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Penyiapan menu untuk program Makan Bergizi Gratis. Foto: Arsip BGN
Oleh: Isa Anshori*

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul wacana efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global. Namun hingga kini, pemerintah memastikan alokasi anggaran program tersebut dalam APBN 2026 belum berubah.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa anggaran MBG tetap berada di angka Rp335 triliun sebagaimana yang telah ditetapkan dalam APBN 2026. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi terbatas yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta sejumlah kementerian terkait.

Menurut Dadan, pembahasan yang berlangsung dalam rapat tersebut lebih menitikberatkan pada harmonisasi kebijakan anggaran, terutama untuk menyesuaikan diri dengan dinamika ekonomi global yang terus berkembang. Dengan kata lain, program inti MBG masih menjadi prioritas pemerintah.

Hal yang menarik, sekitar 93 persen dari total anggaran program gizi nasional memang diarahkan langsung untuk penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat. Penyalurannya dilakukan melalui ribuan unit pelayanan di daerah yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Data terbaru menunjukkan bahwa hingga awal Maret 2026, realisasi anggaran MBG telah mencapai sekitar Rp44 triliun atau sekitar 13 persen dari total pagu. Program tersebut juga telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima di seluruh Indonesia.

Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbesar, mencapai lebih dari 35 juta orang. Disusul oleh Sumatera dengan sekitar 12 juta penerima, serta Kalimantan yang mencapai lebih dari 2 juta penerima.

Secara sosial, angka tersebut menunjukkan bahwa program MBG telah menjangkau kelompok masyarakat yang sangat luas. Dalam konteks ketahanan gizi nasional, kebijakan ini dapat dilihat sebagai salah satu intervensi negara untuk mengatasi persoalan stunting, kemiskinan, dan ketimpangan akses terhadap makanan bergizi.

Namun di balik ambisi besar tersebut, muncul pula pertanyaan mengenai efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran yang sangat besar itu.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut program MBG pada dasarnya merupakan kebijakan yang baik karena menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan. Tetapi ia juga menilai masih terdapat ruang untuk memperbaiki mekanisme pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, optimalisasi dapat dilakukan terutama pada cara belanja program. Dengan pengelolaan yang lebih efisien, program MBG dinilai tidak selalu harus menghabiskan seluruh anggaran Rp335 triliun untuk mencapai hasil yang maksimal.

Pandangan ini mencerminkan dilema klasik dalam kebijakan publik: antara kebutuhan untuk memperluas program sosial dan tuntutan menjaga kesehatan fiskal negara.

Kementerian Keuangan sendiri saat ini tengah menyiapkan skenario efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan defisit anggaran negara tetap berada di bawah batas aman tiga persen.

Salah satu fokus efisiensi adalah Anggaran Biaya Tambahan (ABT) yang selama ini dinilai sering membuat belanja negara membengkak.

Dalam konteks itu, program MBG berada di persimpangan penting. Di satu sisi, ia menjadi simbol komitmen negara terhadap kesejahteraan rakyat. Di sisi lain, skala anggarannya menuntut pengelolaan yang sangat disiplin dan transparan.

Jika program ini mampu berjalan efektif, MBG berpotensi menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam sejarah pembangunan gizi Indonesia. Tetapi jika tidak dikelola dengan baik, besarnya anggaran justru dapat menimbulkan pertanyaan baru tentang prioritas, efisiensi, dan akuntabilitas belanja negara.

Karena itu, tantangan terbesar program MBG bukan sekadar memastikan makanan bergizi sampai ke meja masyarakat, melainkan juga memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi kualitas hidup rakyat.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:Efisiensi, Janji Gizi, MBG, MBG Rp335 Triliun, Tantangan Efisiensi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Awal 2026, Ketika Kepala Daerah Berguguran di Meja OTT

15 Maret 2026 By admin

Mudik Tenang, Rumah Aman, Begini Pesan Surabaya Menjelang Lebaran

15 Maret 2026 By admin

Hemat Energi dan Wacana WFH di Tengah Bayang-bayang Krisis

14 Maret 2026 By admin

Ketika Harga Emas Mengubah Nisab Zakat

14 Maret 2026 By admin

Perang Modern, Ketika Laser Tak Mampu Menahan Drone

14 Maret 2026 By admin

Operasi Ketupat 2026, Menghadang Truk “Raksasa” di Jalur Mudik

14 Maret 2026 By admin

Ibu-ibu Surabaya Garda Depan Lawan Ancaman Digital

14 Maret 2026 By admin

Selat Hormuz, Jalur Sempit yang Mengguncang Dunia

13 Maret 2026 By admin

Belajar dari Kasus Yaqut: Begini Mekanisme Penentuan Kuota Haji

13 Maret 2026 By admin

Kolaborasi LAZIS Nurul Falah Salurkan Bantuan Paket Pendidikan Untuk Santri di Aceh Tamiang

13 Maret 2026 By admin

Kopi Tahlil Pekalongan, Hangatnya Kopi Rempah dari Tradisi Doa Malam

13 Maret 2026 By admin

Jasa Marga Beri Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran

13 Maret 2026 By admin

Dugaan Suap Rp16,8 Miliar dari Gus Yaqut ke Pansus Haji Ditolak

13 Maret 2026 By admin

Minum Teh dengan Cara Tepat, Manfaatnya Lebih Maksimal

13 Maret 2026 By admin

Kominfo Jatim Perkenalkan Website Klinik Hoaks di Workshop AI ITS

13 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Perintahkan Selat Hormuz Tetap Ditutup

13 Maret 2026 By admin

KPK Tahan Mantan Menag Yaqut dalam Kasus Kuota Haji

13 Maret 2026 By admin

Aroma Kopi Nusantara dan Harapan Petaninya

12 Maret 2026 By admin

Belum Ada Info Pembatalan Haji 2026, DPR: Calhaj Tak Perlu Cemas

12 Maret 2026 By admin

Iran Batal Tampil di Piala Dunia 2026

12 Maret 2026 By admin

KPK Panggil Yaqut Usai Gugatan Praperadilan Ditolak

12 Maret 2026 By admin

Medsos Anak Dibatasi, Muhammadiyah: Orang Tua Jangan Lalai

12 Maret 2026 By admin

Saudi Atur Jam Umrah di Puncak Ramadan

12 Maret 2026 By admin

Level Ibadah di Malam Lailatul Qadar: Kamu di Mana?

12 Maret 2026 By admin

Mudik Lebaran, Dari Mobil Sewaan ke Smartphone Sewaan

12 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Menjaga Surabaya Tetap Rukun di Tengah Nyepi dan Idulfitri
  • Drone Murah Iran yang Mengguncang Kekuatan Militer Barat
  • Majelis Tarjih Muhammadiyah: Dam Haji Sah Disembelih di Indonesia
  • MBG Rp335 Triliun: Antara Janji Gizi dan Tantangan Efisiensi
  • Iran Klaim 80% Sistem Radar Pangkalan AS Hancur

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.