
Bangkok (Trigger.id) – Perayaan International Jazz Day 2026 terasa istimewa. Memasuki usia ke-15, momentum global ini dirayakan meriah di Bangkok melalui sebuah konser bertajuk “In the Key of Peace” yang akan digelar pada 3 Mei 2026 di Lumpini Hall.
Acara ini merupakan kolaborasi antara UNESCO, Bangkok Metropolitan Administration, dan C asean, dengan dukungan dari One Bangkok. Konser ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk, dengan sistem tempat duduk berdasarkan siapa cepat dia dapat.
Malam penuh musik tersebut akan menghadirkan penampilan dari Horwang School Big Band yang telah meraih berbagai penghargaan, grup multinasional C asean Consonant, serta Bangkok Big Band. Tak hanya itu, panggung juga akan dimeriahkan oleh penampilan spesial dari Koh Mr. Saxman dan Sax Pack Girl, yang dikenal dengan gaya permainan saksofon yang energik dan memikat.
Lebih dari sekadar konser, acara ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya melalui musik. Jazz, sebagai bahasa universal, diharapkan mampu mempererat dialog dan pemahaman antarbangsa.
International Jazz Day sendiri diperingati setiap 30 April, setelah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2011. Inisiatif ini kemudian dikelola oleh Herbie Hancock Institute of Jazz, dengan tujuan meningkatkan kesadaran global akan peran jazz sebagai sarana pendidikan, empati, serta kerja sama antar masyarakat dunia.
Sebagaimana diungkapkan oleh legenda jazz Nina Simone, jazz bukan sekadar musik, melainkan cara hidup dan cara berpikir. Sejarah jazz sendiri erat kaitannya dengan perjuangan manusia untuk meraih martabat, demokrasi, serta melawan diskriminasi dan rasisme.
Melalui perayaan ini, UNESCO menegaskan keyakinannya bahwa jazz memiliki kekuatan sebagai alat perdamaian. Musik ini mampu membuka ruang dialog, menjembatani perbedaan, dan membangun masyarakat yang lebih inklusif.
Di berbagai belahan dunia, International Jazz Day kini dirayakan oleh pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga individu sebagai momen untuk mengapresiasi kontribusi jazz, tidak hanya dalam dunia seni, tetapi juga dalam membangun harmoni sosial.
Salah satu tokoh penting di balik penyelenggaraan kegiatan di kawasan Asia-Pasifik adalah Soohyun Kim, Direktur Regional Kantor UNESCO di Bangkok. Dengan pengalaman panjang di berbagai lembaga internasional seperti UNFPA, UNICEF, hingga UNDP, ia membawa perspektif global dalam memperkuat peran budaya sebagai jembatan antarbangsa.
Perayaan di Bangkok ini pun menjadi simbol bahwa musik dapat melampaui batas geografis, bahasa, dan latar belakang. Dalam harmoni jazz, perbedaan justru dirangkai menjadi keindahan.
“In the Key of Peace” bukan hanya sebuah konser, tetapi juga ajakan untuk mendengarkan—bukan hanya nada, tetapi juga satu sama lain—dalam semangat perdamaian dunia. (ian)



Tinggalkan Balasan