• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Benarkah Indonesia Darurat Perundungan?

11 November 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Benarkah Indonesia Darurat Perundungan?. Foto: UM Surakarta
Oleh: Ari Baskoro*

Kasus bullying yang berdampak pada kematian Timothy Anugerah Saputera (22 tahun),  masih segar dalam ingatan. Mahasiswa FISIP Universitas Udayana yang jatuh dari lantai empat gedung kampus itu, disinyalir akibat dirundung rekan-rekan kuliahnya. Beberapa kali pula kita disuguhi pemberitaan perundungan di lingkungan sekolah, pondok pesantren, atau kampus. Institusi setingkat TNI atau Polri pun, tidak luput dari “dosa” perundungan. Insiden kekerasan yang melibatkan sesama “oknum” aparat, tercatat beberapa kali terjadi. Bahkan hingga menelan korban jiwa.  

Kini, bak cerita sebuah film, peristiwa tragis dengan sekala yang lebih besar terjadi di SMAN 72 Jakarta. Bersamaan salat Jumat, ledakan terjadi di masjid sekolah yang terletak dalam kompleks Kodamar TNI-AL. Ironisnya, pelakunya (17 tahun)  diduga siswa setempat yang sering mengalami perundungan. Selain sangkaan paham radikal, aksi nekatnya sangat mungkin dilandasi perasaan balas dendam, akibat sakit hati dirundung. 

Timbul pertanyaan, apakah perbuatannya tersebut terinspirasi kejadian di luar negeri, khususnya Amerika Serikat ? Misalnya peristiwa tragis mematikan, terjadi pada 24 Mei 2022. Salvador Ramos yang masih berusia 18 tahun, menembak mati 19 siswa dan dua guru, serta melukai 17 orang lainnya.  Kejadiannya di Sekolah Dasar (SD) Robb-Uvalde, Texas, USA. Konon aksi nekatnya dilakukan, karena sejak kelas empat SD sering diganggu temannya (Lindell, Chuck, 2022). Di Negara Paman Sam, insiden serupa beberapa kali terjadi.  

Perundungan dan kesehatan mental

Sejatinya perundungan merupakan tindakan agresif oleh seseorang yang memiliki kekuasaan (fisik, popularitas, informasi) yang lebih besar daripada korbannya. Pelakunya bertujuan menyakiti, menekan, atau merendahkan harkat martabat orang lain. Biasanya perbuatan itu dilakukan berulang kali, sehingga korbannya tidak berdaya,  merasa disakiti secara fisik maupun mental. Dalam konteks interaksi sosial, kejadiannya tidak harus dalam bentuk kontak fisik, melainkan bisa melalui dunia maya (perundungan siber). Berbasiskan dunia digital, semakin memudahkan seseorang melakukan  perundungan. Misalnya mengunggah foto yang memalukan, atau pelecehan melalui media sosial.  

Berdasarkan riset, baik pelaku maupun korban perundungan, acap kali bermasalah dari sisi mental-kejiwaan. Korban yang masih anak atau remaja, bisa mengalami dampak luas dan berkepanjangan, dari sisi perkembangan kejiwaannya. Kecemasan, depresi, hilangnya rasa percaya dan harga diri, hingga gejala post-traumatic stress disorder (PTSD), berisiko terjadi. Jika tidak mampu menyesuaikan diri atau segera mendapatkan bantuan psikologis, gejalanya cenderung semakin memburuk. Efek menahunnya, berisiko memengaruhi kemampuan korban beradaptasi dalam aktivitas sosialnya. Kecenderungannya menarik diri dari pergaulan, berdampak pada  prestasi akademiknya yang terkendala. Tidak jarang, sikapnya menjadi pemarah, menangis tanpa sebab yang jelas, timbul pemikiran menyakiti diri sendiri, bahkan keinginan mengakhiri hidup. Kadang orang-orang terdekatnya, misalnya kedua orang tuanya, tidak selalu mudah mendeteksi masalah anaknya. Sebab, gejalanya tidak terlalu spesifik. Contohnya sulit tidur, gangguan pola makan, sakit kepala, nyeri otot, hingga kehilangan gairah melakukan aktivitas yang biasanya justru disukai. 

Pelaku bullying cenderung terjadi pada sosok yang memiliki rasa percaya diri tinggi, tetapi miskin rasa toleransi. Mereka acap kali pernah mengalami frustrasi dalam kehidupannya. Tidak jarang, pelaku cenderung menampilkan sikap menyimpang, agresif, terlibat aksi kekerasan, dan anti sosial. Prestasi akademiknya pun, umumnya kedodoran.  Mereka lebih berpotensi terlibat penyalahgunaan zat, di kemudian hari.

Aksi perundungan oleh remaja, diputuskan oleh area otak yang sedang mengalami perkembangan. Sistem koneksi sel-sel saraf daerah korteks pre-frontal yang fungsional, tetap dipertahankan dan diperkuat. Sebaliknya koneksi yang tidak digunakan dalam proses berpikir, akan “dipangkas”. Selama proses perkembangan korteks pre-frontal berlangsung, pengambilan keputusan pada anak/remaja tergantung pada area amigdala. Bagian otak tersebut, menghasilkan pemikiran yang lebih aktif secara emosional, termasuk perbuatan agresi dan impulsif. Akibatnya keputusan yang diambil pun, cenderung berisiko. Alhasil, kondisi psikologis remaja masih dalam keadaan labil, khususnya dalam mencari identitas diri (Steinberg,2005).  

 Penting  mencermati survei I-NAMHS, terkait kekhawatiran gangguan mental remaja di Indonesia. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menyatakan, satu di antara tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental. Survei tersebut juga menunjukkan, satu dari 20 remaja mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir. Gambaran senada juga ditunjukkan oleh cek kesehatan jiwa gratis. Meski pelaksanaannya belum rampung, terdapat lebih dari dua juta anak dari 20 juta jiwa yang mengalami gangguan kesehatan mental. Mayoritas ditemukan di Jakarta (Kementerian Kesehatan,2025).  

Tidak mudah mengidentifikasi, apakah seseorang sedang mengalami perundungan. Pasalnya, tidak sampai separo kasus yang melaporkannya pada otoritas yang berwenang. Diperlukan kerja sama semua pihak, khususnya teman sebaya untuk peduli saling membantu. Seperti juga penyakit fisik, deteksi dan pertolongan dini problem mental  perundungan, berpotensi dapat dipulihkan. 

—–o—–

*Penulis :

  • Pengajar senior di :
    • Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam             FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
    • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku :
    • Serial Kajian COVID-19 (tiga seri) 
    • Serba-serbi Obrolan Medis
    • Catatan Harian Seorang Dokter
    • Sisi Jurnalisme Seorang Dokter (dua jilid)
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Ari Baskoro, Darurat, indonesia, Perundungan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Akhir Perang Total

1 April 2026 By admin

Tiga Prajurit TNI Gugur, MUI: Wafat dalam Misi Damai Berpahala Syahid

1 April 2026 By admin

Hampers Lebaran dan Batas Etika: Mengapa Pejabat Publik Harus Menolak Gratifikasi

1 April 2026 By admin

Prajurit TNI Gugur, MUI Desak RI Tuntut Israel

31 Maret 2026 By admin

Ambiguitas Pasal dan Ujian Konsistensi KPK dalam Kasus Kuota Haji

31 Maret 2026 By admin

Menanti BBM 1 April: Di Antara Tekanan Global dan Ujian Kebijakan Energi

31 Maret 2026 By wah

Musisi Bruce Springsteen dan Suara Rakyat dalam “No Kings”

31 Maret 2026 By admin

Mayoritas Yahudi AS Tolak Perang Iran

31 Maret 2026 By admin

Menahan Guncangan Minyak dari Jalan Raya: Harapan pada Kendaraan Listrik

30 Maret 2026 By admin

Tottenham Akhiri Kerja Sama dengan Igor Tudor

30 Maret 2026 By admin

Benteng Digital dari Rumah: Saat Regulasi Bertemu Peran Orang Tua

30 Maret 2026 By admin

Pemberangkatan Haji 2026 Tetap Sesuai Jadwal

30 Maret 2026 By admin

Gelombang “No Kings” Guncang AS, Protes Kebijakan Trump Meluas

29 Maret 2026 By admin

Haji 2026 Dipastikan Tetap Lancar

29 Maret 2026 By admin

Iran Respons Positif Kapal RI di Selat Hormuz

29 Maret 2026 By admin

“Jay Idzes Terbaik di PSSI Awards 2026, Gol Spektakuler Rizky Ridho Jadi Sorotan”

29 Maret 2026 By admin

Iran Klaim Siap Hadapi Invasi Darat AS-Israel

29 Maret 2026 By admin

Menyalakan Nurani: KPK Bangun Budaya Antikorupsi dari Hati Masyarakat

29 Maret 2026 By admin

Menag: Ruang Digital Butuh Fondasi Etika

29 Maret 2026 By admin

Gelar Dicabut, Senegal Tetap Pamer Trofi Africa Cup of Nations 2025

29 Maret 2026 By admin

Suhu Bumi Naik, Risiko Kekeringan dan Angin Kencang Meningkat

28 Maret 2026 By admin

Wapres AS JD Vance Tegur Netanyahu soal Iran

28 Maret 2026 By admin

Waspada Microsleep di Jalan: Ancaman Sunyi Saat Mudik/Balik

28 Maret 2026 By admin

Jatim Siaga Kekeringan di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

28 Maret 2026 By admin

Klopp Buka Sinyal Suksesor Salah, Ekitike Dinilai Punya Potensi Besar di Liverpool

28 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Jejak Gelap Kuota Haji, Dari Lobi Hingga Aliran Dana
  • Italia Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Capello Murka
  • Di Tengah Krisis Energi, Bisakah Biaya Haji Dijaga Tetap Aman?
  • Transparansi Energi, Kunci Redam Kepanikan di Tengah Ancaman Krisis
  • Kalah Gugatan Kontrak Sampah, Pemkot Surabaya Wajib Bayar Utang Rp104 Miliar

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.