
Surabaya (Trigger.id) – DPRD Jawa Timur meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim memastikan keselamatan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang bekerja di kawasan Timur Tengah, menyusul meningkatnya konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat serta Israel.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, mengatakan pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat serta perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memantau kondisi para PMI.
“Keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas. Pemprov Jatim perlu aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, KBRI, dan instansi terkait agar kondisi para PMI tetap terpantau dan aman,” kata Renny dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat jumlah pekerja migran asal Jawa Timur di kawasan tersebut cukup besar.
Ia menilai Pemprov Jatim perlu menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari memperbarui data keberadaan PMI hingga menyiapkan skenario evakuasi jika situasi keamanan semakin memburuk.
“Data PMI asal Jatim di Timur Tengah harus selalu diperbarui. Jika kondisi semakin tidak kondusif, rencana evakuasi harus sudah disiapkan sejak awal,” ujarnya.
Renny juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran seharusnya tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi dimulai sejak proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), sekitar 7.000 PMI asal Jawa Timur saat ini bekerja di negara-negara Timur Tengah, dengan jumlah terbanyak berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar. (ian)



Tinggalkan Balasan