
Harbin, Tiongkok (Trigger.id) – Di tengah dinginnya musim salju Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, berdiri sebuah ajang seni yang memikat perhatian dunia: Harbin International Ice Sculpture Competition. Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu dari tiga lomba patung es terbesar di dunia, sejajar dengan World Ice Art Championships di Fairbanks, Alaska (Amerika Serikat), dan Crystal Garden International Ice Carving Competition di Ottawa, Kanada.
Sejak pertama kali digelar pada 1985, kompetisi ini secara konsisten berlangsung di Zhaolin Park, sebuah taman kota yang kemudian dikenal sebagai “rahim” lahirnya kompetisi patung es internasional di Tiongkok. Di lokasi yang sama pula, setiap tahun digelar Harbin Ice Lantern Fair, bagian tak terpisahkan dari rangkaian Harbin Ice and Snow Festival yang legendaris.
Keistimewaan Harbin International Ice Sculpture Competition tidak hanya terletak pada skala acaranya, tetapi juga pada reputasinya. Ajang ini kerap disebut sebagai kompetisi patung es terbesar di dunia, dengan tingkat prestise yang sangat tinggi di kalangan seniman es internasional. Tak berlebihan, sebab inilah satu-satunya kompetisi patung es berskala internasional yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun, serta menjadi ajang dengan jumlah peserta pemahat es terbanyak di dunia.
Untuk bisa ambil bagian, setiap karya harus lebih dulu memperoleh sertifikat resmi dari panitia penyelenggara sebelum bulan Desember. Setelah itu, patung-patung es hasil kreativitas para seniman dari berbagai negara akan dipamerkan kepada publik, biasanya mulai awal Januari hingga akhir Februari, saat Harbin berada di puncak musim dingin dengan suhu ekstrem yang justru menjadi “sekutu” alami bagi seni es.
Setiap edisi kompetisi menghadirkan keajaiban visual: balok-balok es raksasa disulap menjadi karya seni menakjubkan—mulai dari figur mitologi, bangunan ikonik dunia, hingga ekspresi artistik kontemporer. Cahaya lampu warna-warni yang memantul di permukaan es menjadikan Zhaolin Park seolah negeri dongeng beku yang hidup di malam hari.
Sebagai contoh, Harbin International Ice Sculpture Competition yang berlangsung setiap tahun pada awal Januari, di Zhaolin Park, meneruskan tradisi panjang yang telah mengangkat Harbin sebagai ibu kota seni es dunia.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini adalah perayaan kreativitas manusia yang berpadu dengan alam. Di Harbin, es bukan hanya simbol dingin, melainkan medium seni yang menyatukan budaya, imajinasi, dan reputasi internasional dalam satu panggung megah yang membeku. (ian)



Tinggalkan Balasan