• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ketika Sofa, Kasur, dan Sampah Raksasa Mengancam Jantung Drainase Surabaya

8 November 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

“Surabaya Siaga Musim Hujan, Tapi Dihantui Sampah Raksasa
“

Menjelang datangnya musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersiap penuh. Di balik sistem pompa air yang beroperasi 24 jam, para petugas berjaga dalam tiga shift tanpa henti. Namun, ada ancaman lain yang jauh lebih berbahaya dari sekadar curah hujan tinggi — yakni kebiasaan warga membuang sampah besar ke sungai.

“Sampah di sungai merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan,” ujar Syamsul Hariadi, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, saat konferensi pers di ruang eks Humas Pemkot Surabaya, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, sampah berukuran besar seperti sofa, kasur, dan kayu sering kali menyangkut di screen atau penyaring rumah pompa. Jika lolos atau menumpuk, benda-benda itu dapat menghentikan kerja mesin pompa bahkan merusaknya secara permanen.


20 Truk Sampah dalam Semalam

Fenomena itu bukan isapan jempol. Saat hujan deras mengguyur Surabaya beberapa waktu lalu, petugas DSDABM dibuat kewalahan di Saluran Greges yang mengarah ke Bosem Morokrembangan. Dalam satu malam saja, sebanyak 20 truk sampah berhasil dikumpulkan dari saluran tersebut.

“Volume sampah di sana luar biasa banyak. Isinya bukan hanya plastik atau daun, tapi juga helm, popok bayi, pakaian, hingga kasur dan sofa,” ungkap Syamsul.


Rumah Pompa Siaga 24 Jam

Hingga saat ini, Pemkot Surabaya mengoperasikan 76 rumah pompa aktif, dan jumlahnya akan bertambah menjadi 81 unit pada akhir 2025. Pembangunan lima rumah pompa baru difokuskan di wilayah Surabaya Selatan, yang kerap menjadi titik genangan air.

“Tahun ini kami membangun lima rumah pompa baru di Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang, Karah, dan Rungkut Menanggal,” jelas Syamsul.

Setiap rumah pompa dijaga oleh petugas selama 24 jam penuh. Selain operator mesin, terdapat pula empat hingga delapan petugas penyaring sampah di setiap lokasi.
“Beban kerja mereka berat karena harus membersihkan sampah yang bercampur air. Tapi pekerjaan ini vital agar pompa bisa terus beroperasi,” katanya.


Teknologi Canggih dan Sistem Terpadu

Meski tantangan dari sampah besar masih menghantui, Surabaya tetap menjadi salah satu kota dengan sistem pengendalian banjir paling modern di Indonesia. Salah satu kuncinya adalah penerapan sistem terpadu dan prosedur tetap (protap) yang ketat.

Ketika air laut pasang, pintu-pintu air ditutup dan pompa diaktifkan untuk mencegah air laut bertabrakan dengan air hujan — kombinasi yang sering menjadi penyebab genangan di wilayah pesisir. Selain itu, Pemkot juga menerapkan strategi pre-pumping, yaitu menyalakan pompa terlebih dahulu sebelum hujan tiba berdasarkan peringatan dini dari BMKG. Tujuannya agar saluran air kosong dan siap menampung debit air hujan.


Masih Ada Titik Lemah

Namun, Syamsul tak menampik masih ada wilayah yang belum memiliki fasilitas pengendali air lengkap.
“Seperti di kawasan Tanjungsari, genangan sering lama surut karena belum ada rumah pompa dan pintu air,” ujarnya.

Beberapa titik lain seperti Tenggilis, Margorejo, Prapen, dan Jemursari juga masih menghadapi kendala akibat lokasi cekung dan pembangunan drainase yang belum tuntas.
Saat ini, dari lima saluran utama yang bermuara ke laut, baru dua yang memiliki pintu air — yakni Saluran Balong dan Kandangan.
Tiga lainnya — Kerambangan, Kalianak, dan Sememi — masih menunggu pembangunan fasilitas pengendali air.
“Ini jadi pekerjaan rumah besar kami dan sudah kami usulkan sebagai prioritas,” kata Syamsul.


Kesadaran Warga Jadi Kunci

Meski teknologi dan fasilitas terus ditingkatkan, Syamsul menegaskan bahwa kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama. Tanpa dukungan warga, seberapa canggih pun sistem pompa air Surabaya, semuanya akan percuma.

“Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah raksasa. Sekali sofa atau kasur tersangkut di rumah pompa, kerusakannya bisa fatal,” tegasnya.

Di balik deru mesin pompa dan kerja keras para petugas, terselip pesan sederhana: banjir bukan hanya soal hujan, tapi soal kebiasaan manusia.
Dan jika kebiasaan itu tak berubah, bisa jadi, sampah rumah tangga seperti sofa dan kasurlah yang membuat jantung drainase Surabaya berhenti berdetak. (ian)

*Pemimpin redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, update, wawasan Ditag dengan:Drainase Surabaya, Jantung Drainase, Kasur, Mengancam, Sofa

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Dampak Konflik Timur Tengah, Qatar Tunda Semua Kompetisi Sepak Bola

2 Maret 2026 By admin

MBZ dan Trump Bahas Keamanan Regional

2 Maret 2026 By admin

KPK Periksa Budi Karya dalam Kasus Suap DJKA

2 Maret 2026 By admin

Guardiola Kecam Cemoohan Saat Jeda Buka Puasa

1 Maret 2026 By admin

Bezzecchi Menang di Thailand, Marquez Gagal Finish

1 Maret 2026 By admin

Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan AS-Israel

1 Maret 2026 By admin

John Bonham: Tragedi yang Mengakhiri Led Zeppelin

1 Maret 2026 By admin

Voucher Parkir Suroboyo Diluncurkan, Makin Praktis dan Transparan

1 Maret 2026 By zam

WNI di Iran Dilaporkan Aman Usai Serangan Israel-AS

1 Maret 2026 By zam

Semarak Ramadan 2026 di Barat Laut Inggris

28 Februari 2026 By admin

Mudik Aman, Selamat Sampai Tujuan

28 Februari 2026 By admin

Penyanyi Neil Sedaka Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

28 Februari 2026 By admin

Trump Kecewa Iran, Opsi Militer Masih Terbuka

28 Februari 2026 By admin

MU Siapkan Rp359 M untuk Kompensasi Amorim

28 Februari 2026 By admin

Surga Merindukan Empat Golongan Manusia

27 Februari 2026 By admin

Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Para Juara Menggoda

27 Februari 2026 By admin

Blood Moon 3 Maret, MUI: Perbanyak Ibadah, Jauhi Mitos

27 Februari 2026 By zam

Orang Tua Kunci Pemulihan Anak Pasca Operasi

27 Februari 2026 By zam

Tiyo Ardianto, Suara Mahasiswa yang Tak Kenal Diam

27 Februari 2026 By admin

Pakistan–Afghanistan Saling Serang, Ketegangan Perbatasan Memanas

27 Februari 2026 By admin

Kiat Memilih Takjil Sehat dan Lezat Selama Ramadhan

27 Februari 2026 By admin

Ghent Belgia Cetak Sejarah, Jalanan Kota Bersinar Sambut Ramadan

27 Februari 2026 By admin

Lille dan Forest Amankan Tiket 16 Besar Liga Europa

27 Februari 2026 By admin

Melihat Dinamika Bisnis Hampers Lebaran di Era Digital

26 Februari 2026 By admin

Empat Alumni LPDP Kembalikan Dana Beasiswa hingga Rp 2 Miliar

26 Februari 2026 By zam

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Tavares Puji Mental Anak Asuhnya Usai Tahan Imbang Persib
  • Ribuan Jemaah Umrah Asal Jatim Tertahan di Saudi Akibat Konflik
  • Umrah Diminta Tunda, Kemenhaj Utamakan Keselamatan Jamaah
  • Netanyahu Dorong Trump Menyerang Iran
  • Erdogan Serukan Gencatan Senjata di Iran

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.