
Surabaya (Trigger.id) — Menteri Agama Nasaruddin Umar meluruskan polemik yang sempat viral terkait pernyataannya mengenai zakat 2,5 persen saat memberikan ceramah subuh di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (7/3).
Dalam ceramah yang dihadiri sekitar 1.000 jamaah tersebut, Nasaruddin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai seseorang hanya dari potongan ceramah yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya sebelumnya tidak dimaksudkan untuk menyebut zakat tidak wajib. Menurutnya, zakat tetap merupakan kewajiban, namun pemberdayaan ekonomi umat tidak bisa hanya bergantung pada zakat semata.
“Selain zakat ada wakaf, infak, sedekah, dan berbagai potensi dana sosial keagamaan lainnya yang perlu dioptimalkan untuk mengatasi kemiskinan umat,” ujarnya.
Menag yang juga menjabat Wakil Rais Aam Syuriyah Nahdlatul Ulama itu mencontohkan pengelolaan dana sosial di sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Melalui kementerian wakaf, negara-negara tersebut mampu menghimpun dana sosial hingga 25–40 persen yang kemudian dimanfaatkan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat secara produktif dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan Masjid Al-Akbar sebagai contoh dalam mengoptimalkan pengelolaan dana sosial keagamaan demi kesejahteraan umat.
Dalam ceramahnya, Nasaruddin turut menekankan pentingnya meningkatkan “martabat beragama”, terutama selama bulan Ramadan. Ia mengatakan bahwa umat Islam perlu terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Menurutnya, dalam praktik beragama terdapat dua tingkatan, yakni ahli taat dan ahli ibadah (ahlul-Lah). Ahli taat menjalankan ibadah sebatas memenuhi kewajiban, sedangkan ahli ibadah melakukannya dengan kesadaran dan cinta kepada Allah.
“Kalau ibadah hanya dipahami sebagai kewajiban, kita akan merasa terbebani. Tetapi jika dilakukan karena cinta, ibadah akan terasa ringan dan penuh makna,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah, seperti ucapan yang buruk serta pandangan dan pendengaran yang tidak terjaga.
Di awal ceramahnya, Nasaruddin mengajak jamaah membaca Surah Al-Fatihah untuk almarhum Try Sutrisno, salah satu tokoh yang berjasa dalam pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya, yang wafat pada 2 Maret 2026.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama juga menyerahkan bantuan dana sosial keagamaan sebesar Rp100 juta kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya. (wah)



Tinggalkan Balasan