• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Hati-Hati Air Rendaman Kurma: Dari Sunnah ke Fermentasi Haram

5 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Air rendaman kurma. Foto: Madani

Surabaya (Trigger.id) – Menjelang waktu berbuka, segelas air rendaman kurma kerap menjadi pilihan banyak Muslim. Rasanya manis alami, segar, dan diyakini meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang menyukai kurma sebagai pembuka puasa. Namun, di balik kesederhanaannya, ada hal penting yang sering luput dari perhatian: air rendaman kurma bisa berubah menjadi minuman beralkohol jika dibiarkan terlalu lama.

Fenomena ini bukan mitos. Ia berakar pada proses ilmiah yang disebut fermentasi.

Dari Gula Alami ke Alkohol

Kurma mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa. Ketika direndam dalam air, gula tersebut larut. Jika air rendaman dibiarkan terlalu lama—terutama dalam suhu ruang—mikroorganisme alami seperti ragi liar dapat berkembang dan mulai memfermentasi gula menjadi etanol (alkohol) serta karbon dioksida.

Guru Besar Teknologi Pangan IPB University, Prof. Dr. Made Astawan, menjelaskan bahwa semua bahan pangan yang mengandung gula berpotensi mengalami fermentasi jika ada mikroba dan waktu yang cukup.

“Air rendaman kurma pada dasarnya aman jika dikonsumsi dalam waktu singkat. Tetapi jika dibiarkan lebih dari 24 jam pada suhu ruang, apalagi dalam wadah tertutup, proses fermentasi bisa terjadi dan menghasilkan alkohol,” ujarnya dalam keterangan edukatif tentang pangan fermentasi.

Pendapat senada disampaikan oleh pakar mikrobiologi pangan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Rini Wulandari, yang menegaskan bahwa tanda-tanda fermentasi bisa dikenali secara sederhana.

“Biasanya muncul gelembung kecil, aroma asam atau menyengat, dan rasa yang berubah. Itu indikasi awal bahwa terjadi aktivitas mikroba yang menghasilkan alkohol,” jelasnya.

Perspektif Fikih: Ketika Ia Menjadi Haram

Dalam kajian fikih, minuman yang memabukkan dan mengandung alkohol hasil fermentasi termasuk dalam kategori khamr dan diharamkan. Karena itu, jika air rendaman kurma telah mengalami fermentasi dan menghasilkan alkohol dalam kadar signifikan, hukumnya tidak lagi sama dengan sekadar air manis biasa.

Dosen fikih dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA, menerangkan bahwa hukum bergantung pada proses dan hasil akhirnya.

“Jika air rendaman kurma masih segar dan belum berubah sifat—tidak berbau asam, tidak berbuih, dan tidak memabukkan—maka halal dikonsumsi. Namun jika sudah mengalami fermentasi hingga menjadi minuman beralkohol, maka hukumnya haram,” terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam hadis disebutkan larangan menyimpan minuman rendaman terlalu lama hingga berubah.

Agar Tetap Halal dan Aman

Lalu bagaimana agar air rendaman kurma tetap aman dan tidak berubah menjadi alkohol?

Para ahli memberikan beberapa saran sederhana:

  1. Rendam maksimal 8–12 jam, idealnya dibuat menjelang sahur atau pagi hari untuk dikonsumsi saat berbuka.
  2. Simpan di lemari pendingin jika ingin memperlambat proses fermentasi.
  3. Gunakan wadah bersih dan terbuka sebagian, agar tekanan gas tidak terperangkap.
  4. Segera buang jika muncul tanda fermentasi, seperti berbuih, beraroma asam, atau rasa menyengat.

Prof. Made Astawan menambahkan bahwa pendinginan dapat memperlambat pertumbuhan mikroba, meskipun tidak menghentikannya sepenuhnya.

“Semakin lama disimpan, tetap ada potensi perubahan. Jadi prinsipnya adalah konsumsi sesegar mungkin,” tegasnya.

Kembali pada Kesederhanaan

Air rendaman kurma sejatinya adalah minuman sederhana yang penuh keberkahan. Namun seperti banyak hal dalam kehidupan, ia membutuhkan kehati-hatian. Antara niat mengikuti sunnah dan kelalaian dalam penyimpanan, ada batas tipis yang ditentukan oleh ilmu pengetahuan dan pemahaman agama.

Maka, sebelum meneguk segelas air rendaman kurma saat azan Magrib berkumandang, pastikan ia masih segar dan belum berubah sifat. Karena menjaga yang halal bukan hanya soal bahan, tetapi juga soal proses dan waktu. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, Tips, update Ditag dengan:Air Rendaman Kurma, Haram, Hati-hati, kurma, Sunnah

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

MLSC Surabaya dan Bandung Seri 1 2026–2027 Tuntas, Empat Sekolah Raih Gelar Juara

1 November 2026 By admin

Rudy Saladin, Jejak Kepemimpinan, Keteladanan dan Persahabatan

1 November 2026 By admin

Parade Surabaya Juang 2026, Hidupkan Kisah Heroik Arek-Arek Suroboyo

1 November 2026 By admin

Berapa Lama Makanan Bertahan di Lambung? Ini Faktornya

1 November 2026 By admin

Jelang Derby della Madonnina, Ruben Amorim Akui Inter Sulit Dihentikan

31 Oktober 2026 By admin

TransJatim Koridor II Malang Raya Beroperasi. Tiket Gratis Sampai 5 November

31 Oktober 2026 By admin

Job Fair Inklusif Jatim Buka 4.807 Lowongan, 166 Khusus Disabilitas

30 Oktober 2026 By admin

Kayutangan Heritage Perluas Daya Tarik ke Sisi Utara

30 Oktober 2026 By admin

Menjaga Lisan dan Tulisan Cermin Akhlak Seorang Muslim

30 Oktober 2026 By admin

Kemenekraf Dorong Media Digital Naik Kelas

29 Oktober 2026 By admin

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti

29 Oktober 2026 By admin

Investor Pasar Modal Jatim Naik 69,93 %, OJK Tekankan Literasi dan Perlindungan

28 Oktober 2026 By admin

MUI : Pelaku “Imam Mahdi” Bangkalan Sesat.

28 Oktober 2026 By admin

Dua Anak Menhaj Mundur dari Tenaga Ahli Usai Menuai Sorotan

27 Oktober 2026 By admin

Indonesia–India Bangun Koridor Teknologi Kreatif di KEK Singhasari Malang

27 Oktober 2026 By admin

Armada WiraWiri Tambah 18 Mikrobus Rute Surabaya Barat

27 Oktober 2026 By admin

Waspada Stroke, Kenali Gejala dengan Metode FAST

26 Oktober 2026 By admin

Indonesia Delapan Besar Asian Para Games 2026, Boccia Jadi Lumbung Emas

25 Oktober 2026 By admin

Petenis Tanah Air Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026

25 Oktober 2026 By admin

Cuaca Panas 38 Derajat, Pakar Unair : Kendalikan Emosi

24 Oktober 2026 By admin

Diskominfo Tabalong Studi Banding ke PWI Jatim Pelajari Penguatan Pers

24 Oktober 2026 By admin

Akses Penanjakan Bromo Dibuka Usai Kebakaran

23 Oktober 2026 By admin

Pataka Resolusi Jihad, Kobarkan Semangat Juang Santri

23 Oktober 2026 By admin

ITS Ciptakan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Terintegrasi IoT

22 Oktober 2026 By admin

Khofifah Minta Distribusi Biosolar dan Pertalite Dipercepat

21 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

November 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
« Okt    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Buang Sampah Sembarangan Denda Rp 3 Juta
  • Ronaldo Pensiun dari Timnas Portugal, Akhiri 23 Tahun Pengabdian.
  • Surabaya Bakukan 1.517 Nama Rupabumi
  • Mengayuh 1.000 Km, 30 Pesepeda Surabaya Suarakan Solidaritas Palestina
  • Madura United Vs Arema FC, Tanpa Suporter Tim Tamu

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.