
Jakarta (Trigger.id) — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau calon jamaah untuk menunda keberangkatan umrah menyusul meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Direktur Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj Akhmad Fauzin mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi jamaah, mengingat situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil.
“Untuk saat ini kami mengimbau jamaah agar menunda atau menahan diri berangkat umrah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Fauzin, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan, hingga kini pemerintah belum mengeluarkan larangan resmi terkait keberangkatan umrah. Namun masyarakat diminta mempertimbangkan kondisi keamanan sebelum memutuskan berangkat.
Menurutnya, memaksakan perjalanan di tengah situasi yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai kendala bagi jamaah, terutama jika terjadi gangguan perjalanan atau keterbatasan bekal selama berada di luar negeri.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak juga menyampaikan imbauan serupa. Ia menyebut kementeriannya bersama Kementerian Luar Negeri telah meminta masyarakat menunda keberangkatan sementara waktu guna mengantisipasi perkembangan situasi di Timur Tengah.
Berdasarkan data Kemenhaj, lebih dari 43 ribu jamaah Indonesia dijadwalkan berangkat umrah mulai bulan ini hingga penutupan musim umrah pada awal April.
Jumlah tersebut belum termasuk jamaah umrah mandiri yang tidak tercatat dalam sistem resmi kementerian. Jika digabungkan, total calon jamaah yang berencana berangkat diperkirakan mencapai sekitar 50 hingga 60 ribu orang.
Pemerintah pun menilai langkah penundaan sementara diperlukan untuk menjaga keselamatan jamaah, terutama jika eskalasi konflik di kawasan tersebut terus meningkat. (ori)



Tinggalkan Balasan