

Dalam salah satu sesi konsultasi, seorang klien ditanya konselornya; “saat perjalanan dari rumah ke sini, Anda lihat ada berapa mobil merah di jalan?”
Klien menjawab, “Wah, saya tadi lihat banyak mobil. Mungkin ada satu atau dua yang merah. Tapi saya tidak perhatikan.”
“Kalau misalnya saya tantang, ‘setiap menemukan satu mobil merah, saya beri Anda uang seratus ribu’, kira-kira apa yang Anda lakukan?”
“Tentu saja, begitu keluar rumah, saya akan langsung lihat jalan lalu memotret dan menghitung setiap mobil warna merah. Kalau dapat sepuluh, nilainya sejuta rupiah. Lumayan.”
“Nah, sebenarnya ini menjadi salah satu jawaban atas permasalahan hidup Anda. Fokus ke tujuan tertentu. Ada berbagai peluang dan kesempatan berseliweran di depan Anda, tapi Anda tidak fokus pada sasaran tertentu sehingga semua itu hilang begitu saja….”
………….
Pembaca yang budiman, saya tidak mendetilkan curhat klien pada konselornya itu. Saya ingin membahas tentang ‘red car theory’ yang jadi kunci sesi konsultasi mereka.
‘Red car theory’ juga dikenal sebagai Baader-Meinhof phenomenon atau frequency illusion. Menurut konsep psikologis ini, ketika seseorang memperhatikan atau memikirkan sesuatu secara khusus maka ia mulai melihat hal itu menjadi lebih sering muncul di lingkungan sekitarnya. Misal; ketika seseorang baru saja beli mobil merah atau sedang memikirkan mobil merah, maka tiba-tiba ia merasa bisa melihat banyak mobil merah di sekitarnya.
Fenomena ini menunjukkan otak manusia cenderung memperhatikan atau mengingat hal-hal yang relevan dengan apa yang sedang dipikirkan atau hal-hal yang memiliki makna personal pada waktu tertentu. Ini terkait dengan cara otak memproses informasi dan bagaimana perhatian seseorang dipengaruhi oleh minat atau pengalaman pribadi tersebut.
Ketika si konsultan menasihatkan red car theory untuk memicu kesuksesan kliennya di atas, tentu ada beberapa manfaat yang mendasarinya;
Red car theory mendorong orang untuk fokus pada tujuan. Dengan punya tujuan yang jelas dan spesifik, orang akan lebih cenderung memperhatikan peluang dan berbagai sumber daya yang dapat membantu mencapai tujuannya. Jika otak dan fisik sudah terarah pada hal-hal tertentu yang relevan, maka ini bisa meningkatkan peluang kesuksesan.
Melihat bukti atau tanda-tanda awal yang mendukung pencapain tujuan juga dapat membuat seseorang meningkatkan motivasi dan keyakinan diri bahwa tujuan itu dapat dicapai. Visualisasi yang jelas dan rinci akan kesuksesan ini dapat memperkuat tekad dan determinasi seseorang untuk mencapainya.
Dengan fokus yang tajam pada hal-hal yang penting saja, seseorang dapat menghindari gangguan dan bisa mengalokasikan waktu serta energi secara lebih efisien. Ini bakal meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerjanya.
Meski demikian, kita juga perlu memahami kelemahan dan potensi dampak negatif dari red car theory untuk kemajuan hidup seseorang.
Terlalu fokus pada satu hal dapat menyebabkan bias persepsi. Orang bisa saja mengabaikan informasi penting lainnya yang dia anggap tidak sesuai dengan fokusnya saat ini. Padahal, bisa saja alternatif yang dianggap tidak sesuai itu justru sangat menentukan jalan ia mencapai kesuksesan.
Terlalu fokus juga bisa memunculkan overconfidence. Karena terlalu optimis pada yang dikejar, orang jadi cenderung kurang berhati-hati atau mengabaikan risiko dan tantangan yang mungkin ada.
Saat seseorang hanya memperhatikan informasi yang mendukung tujuannya, ini bisa menciptakan semacam ‘filter bubble.’ Ini dapat mengurangi keterbukaannya terhadap pandangan berbeda atau terhadap kritik konstruktif yang bisa saja sangat berguna untuk pengembangan pribadinya.
Terlalu fokus pada satu tujuan bisa menimbulkan stress dan kekecewaan jika hasil yang diharapkan tidak segera terwujud. Bahkan, ada orang yang langsung frustrasi saat tidak segera melihat tanda-tanda kemajuan yang ia harapkan.
Maka, kita harus lebih bijak dalam menerapkan ‘red car theory’. Fokus dan perhatian itu tetap perlu, tapi jangan lupa untuk seimbang dengan hal-hal lain. Jangan lupa, faktor ‘tangan Tuhan’ juga sangat menentukan.
—000—
*Psikolog tinggak di Surabaya
Tinggalkan Balasan