
Jakarta (Trigger.id) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras serangan militer Israel di Lebanon yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Melalui Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, MUI mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatik tegas, baik melalui jalur bilateral maupun forum multilateral, guna menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Selain itu, MUI juga meminta PBB segera melakukan investigasi independen dan menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang bertanggung jawab. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal.
MUI menegaskan bahwa pasukan perdamaian hadir untuk menjaga stabilitas, bukan menjadi target serangan. Oleh karena itu, tindakan militer yang menyasar mereka dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap norma global yang tidak bisa ditoleransi.
Di sisi lain, MUI turut menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI. Mereka mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Secara geopolitik, MUI menilai serangan ini menunjukkan eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin meluas dan berpotensi melibatkan lebih banyak aktor internasional. Bahkan, insiden tersebut dinilai dapat melemahkan sistem multilateralisme dan mengancam efektivitas misi perdamaian global.
Sementara itu, Komisi I DPR RI meminta pemerintah mempertimbangkan penarikan pasukan TNI dari Lebanon demi keselamatan prajurit. Apalagi, berdasarkan laporan resmi PBB, jumlah korban tidak hanya satu, melainkan tiga personel pasukan perdamaian.
Desakan ini menambah tekanan bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis, baik dalam aspek diplomasi maupun perlindungan terhadap personel TNI yang bertugas di wilayah konflik. (ian)



Tinggalkan Balasan