• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Program Naturalisasi dan Pembinaan Pemain Lewat Kompetisi Dalam Negeri

20 September 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi sebagian pemain naturalisasi. Foto: Starting Eleven
Oleh: Isa Anshori*

Naturalisasi sering dianggap sebagai jalan pintas untuk meningkatkan prestasi tim nasional, terutama di negara-negara yang memiliki keterbatasan dalam mencetak pemain berkualitas. Namun, pembinaan pemain-pemain muda melalui kompetisi sepak bola dalam negeri juga memiliki peran yang sangat penting dan dianggap sebagai solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

Beberapa pengamat sepak bola yang berpendapat bahwa naturalisasi bisa membantu, tetapi tidak bisa menjadi solusi utama. Pembinaan pemain muda melalui kompetisi dalam negeri adalah kunci untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan. Kompetisi yang kompetitif dan sistem akademi yang terstruktur akan membantu menciptakan pemain-pemain lokal yang berkualitas, yang pada akhirnya dapat membawa prestasi jangka panjang bagi tim nasional.

Perbedaan Antara Naturalisasi dan Pembinaan dalam Kompetisi Domestik:

  1. Naturalisasi:
    • Keuntungan:
      • Dapat memberikan dampak instan dengan menghadirkan pemain berpengalaman dan berkualitas tinggi yang langsung memperkuat tim.
      • Meningkatkan daya saing tim nasional di kompetisi internasional.
    • Tantangan:
      • Tidak memberikan solusi jangka panjang terhadap pengembangan pemain lokal.
      • Dapat mengurangi kesempatan bagi pemain muda lokal untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman di level internasional.
      • Menyebabkan ketergantungan pada pemain asing.
  2. Pembinaan Lewat Kompetisi Domestik:
    • Keuntungan:
      • Memberikan kesempatan kepada pemain lokal untuk berkembang dari usia muda.
      • Menciptakan basis pemain yang lebih luas dan berpotensi menghasilkan pemain bintang dari generasi ke generasi.
      • Menguatkan infrastruktur sepak bola domestik seperti akademi sepak bola, pelatih lokal, dan sistem liga.
    • Tantangan:
      • Membutuhkan waktu lebih lama untuk melihat hasil nyata dalam hal prestasi internasional.
      • Membutuhkan dukungan finansial, pelatih berkualitas, dan manajemen yang baik di tingkat klub dan federasi.
      • Persaingan di liga domestik mungkin tidak cukup ketat jika kualitas keseluruhan pemain tidak berkembang dengan baik.

Jadi, sementara naturalisasi dapat memberikan dampak langsung, investasi dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola domestik akan memberikan hasil yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Beberapa anggota DPR RI telah menyampaikan kritik terkait program naturalisasi pemain yang dilakukan oleh PSSI. Mengutip Republika Online, Nuroji, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, menyatakan bahwa dirinya tidak bangga dengan proses naturalisasi timnas. Menurutnya, penggunaan pemain naturalisasi dalam jumlah besar membuat timnas Indonesia kehilangan identitas lokal. Ia merasa lebih bangga jika mayoritas pemain timnas berasal dari pemain lokal. Nuroji menganggap PSSI lebih memilih jalan pintas dengan naturalisasi, padahal seharusnya fokus pada pengembangan pemain-pemain lokal melalui pembinaan jangka panjang.

Kritik ini muncul karena banyaknya pemain naturalisasi yang dipakai oleh timnas, yang menurutnya hampir membentuk satu tim penuh. Nuroji menyarankan agar PSSI mencari strategi lain untuk meningkatkan prestasi timnas, dengan fokus lebih pada pengembangan pemain asli Indonesia daripada mengandalkan pemain asing yang dinaturalisasi​.

Seperti dikutip TVOne News, anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, Putra Nababan mengkritik langkah PSSI yang memilih kerap melakukan naturalisasi pemain Timnas Indonesia. Putra menilai gencarnya langkah naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI membuat peluang pemain lokal minim untuk bermain bagi Timnas Indonesia.

Sementara Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, mendukung program naturalisasi pemain sepak bola Indonesia, menganggapnya sebagai bagian dari strategi global yang lazim digunakan banyak negara. Menurutnya, naturalisasi diizinkan oleh aturan FIFA dan sudah diterapkan oleh negara-negara besar seperti Prancis dan Spanyol.

Erick menegaskan bahwa tujuan program ini adalah membangun timnas secara berkelanjutan, bukan sekadar solusi jangka pendek, serta menegaskan pentingnya menghormati aturan dalam proses naturalisasi tersebut.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: olah raga, update, wawasan Ditag dengan:Jalan Pintas, Kompetisi, Naturalisasi, Pemain Sepak Bola, prestasi, sepak bola

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

John Bonham: Tragedi yang Mengakhiri Led Zeppelin

1 Maret 2026 By admin

Voucher Parkir Suroboyo Diluncurkan, Makin Praktis dan Transparan

1 Maret 2026 By zam

WNI di Iran Dilaporkan Aman Usai Serangan Israel-AS

1 Maret 2026 By zam

Semarak Ramadan 2026 di Barat Laut Inggris

28 Februari 2026 By admin

Mudik Aman, Selamat Sampai Tujuan

28 Februari 2026 By admin

Penyanyi Neil Sedaka Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

28 Februari 2026 By admin

Trump Kecewa Iran, Opsi Militer Masih Terbuka

28 Februari 2026 By admin

MU Siapkan Rp359 M untuk Kompensasi Amorim

28 Februari 2026 By admin

Surga Merindukan Empat Golongan Manusia

27 Februari 2026 By admin

Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Para Juara Menggoda

27 Februari 2026 By admin

Blood Moon 3 Maret, MUI: Perbanyak Ibadah, Jauhi Mitos

27 Februari 2026 By zam

Orang Tua Kunci Pemulihan Anak Pasca Operasi

27 Februari 2026 By zam

Tiyo Ardianto, Suara Mahasiswa yang Tak Kenal Diam

27 Februari 2026 By admin

Pakistan–Afghanistan Saling Serang, Ketegangan Perbatasan Memanas

27 Februari 2026 By admin

Kiat Memilih Takjil Sehat dan Lezat Selama Ramadhan

27 Februari 2026 By admin

Ghent Belgia Cetak Sejarah, Jalanan Kota Bersinar Sambut Ramadan

27 Februari 2026 By admin

Lille dan Forest Amankan Tiket 16 Besar Liga Europa

27 Februari 2026 By admin

Melihat Dinamika Bisnis Hampers Lebaran di Era Digital

26 Februari 2026 By admin

Empat Alumni LPDP Kembalikan Dana Beasiswa hingga Rp 2 Miliar

26 Februari 2026 By zam

Manis Penuh Makna: Filosofi Kolak dari Dakwah Wali hingga Manfaat Kesehatan

26 Februari 2026 By zam

Keutamaan Dua Rakaat Sebelum Subuh dan Cahaya Cinta Allah

26 Februari 2026 By admin

Berburu Takjil di Gaza City, Ramadan di Tengah Krisis dan Harapan

26 Februari 2026 By admin

Liga Champions, Madrid dan Tiga Tim Lain ke 16 Besar

26 Februari 2026 By admin

Enam Makanan Penjaga Jantung Yang Harus Anda Tahu

26 Februari 2026 By admin

Zakat yang Mengubah Hidup: Dari Mustahik Menjadi Muzakki

26 Februari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Mudik Gratis Jatim 2026, Kuota 7.000 Dilayani Bus dan Kapal
  • Pertamax Naik per 1 Maret, Ini Rincian Harga BBM Terbaru
  • Ramadan di Bawah Dengung Drone Perang
  • Lonjakan Gula Darah dan Risiko Alzheimer
  • Premier League: Arsenal Masih Teratas, MU Naik ke Tiga Besar

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.