
Oleh: Isa Anshori (Pemred Trigger.id)

Manusia hidup selalu mencari yang namanya bahagia. Ada yang mencarinya ke pantai. ke gunung, ke goa dan seterusnya. Lalu ada yang mencari kebahagiaan tersebut dari ukuran harta, sehingga mereka setiap hari sibuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya agar bisa bahagia. Mereka kumpulkan uang, mereka memiliki rumah dimana-mana, dan apartemen lebih dari satu, memiliki kendaraan dengan merk-merk terbaru dan tercanggih. Jika semuanya telah diperoleh, bahagiakan mereka?. Ternyata belum tentu, dan justru sebaliknya.
Ada teman yang bilang, memang harta (uang) bukan segalanya, tetapi untuk mendapatkan segalanya harus dengan uang. Okay, pendapat seperti itu terserah bagi pengikutnya. Tetapi jika segalanya harus diraih dengan uang, pertanyaannya apakah bahagia juga bisa dibeli dengan uang juga?.
Jika kebahagiaan bisa diperoleh dengan harta termasuk uang, maka Qorun adalah manusia yang paling bahagia. Jika kekuasaan menjadi ukuran kebahagiaan maka Firaun adalah manusia yang paling tidak pernah susah, tidak pernah sakit dan kekuasaannya luar biasa sehingga menganggap dirinya Tuhan.
Tetapi faktanya baik Qorun maupun Firaun sendiri ternyata tidak bisa menikmati kebahagiaan dengan apa yang mereka miliki. Qorun meskipun hartanya tidak habis dimakan hingga tujuh turunan, dan Firaun memiliki kekuasaan yang hampir tak terbatas, toh mereka tetap merasa khawatir harta bendanya akan habis dicuri orang, kekuasaannya akan runtuh direbut orang dan seterusnya. Sehingga yang terjadi, mereka terbelenggu dengan harta dan kekuasaannya sendiri, yang mereka jaga setiap saat.
Qorun kemana-mana selalu membawa seombyok kunci gudang hartanya, sementara Firaun yang sangat khawatir kekuasaan akan runtuh maka dia memerintahkan siapa saja yang memiliki bayi laki-laki, bayi laki-laki tersebut harus dibunuh. Disini jelas bahwa baik Qorun dan Firaun sangat khawatir akan masa depannya sehingga mereka tidak bahagia.
Lalu bagaimana rumus bahagia menurut Al Quran, Allah SWT berfirman dalam surat Yunus ayat 62:
أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Orang-orang yang dekat dengan Allah (para wali), sesungguhnya mereka tidak pernah khawatir terhadap masa depannya. Mereka yakin dengan kekuasaan Allah, sehingga kepada Allah jugalah mereka menggantungkan masa depannya. Dan mereka juga tidak terlalu sedih dengan masa lalu dan hidupnya sekarang, karena mereka yakin semuanya sudah merupakan ketentuan dari Allah SWT.
Jadi bisa dibilang percuma saja kita bertuhan tetapi masih tidak percaya 100 persen kekuasaan Tuhan. Percuma saja kita bertuhan tetapi masih sangat bersedih dan menyesali sesuatu yang telah dan sedang terjadi.
Gantungkan masa depan kita dan pasrahkan atau kembalikan semua apa yang terjadi kepada Allah, Tuhan Semesta Alam, yang memiliki segalanya, kekuasaannya tak terbatas dan Maha Segalanya. Disitulah Anda akan bahagia. Selamat menikmati kebahagiaan sesungguhnya.
Tinggalkan Balasan