
Teheran (Trigger.id) – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan intensif ke Lebanon. Menanggapi hal tersebut, Iran memperingatkan kemungkinan menutup kembali jalur strategis Selat Hormuz jika agresi tidak segera dihentikan.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ibrahim Rezaei. Ia menegaskan bahwa penghentian lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat menjadi langkah balasan atas serangan Israel yang dinilai semakin brutal.
Menurutnya, tindakan tegas diperlukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut serta memberikan dukungan terhadap Lebanon yang menjadi sasaran serangan.
Di sisi lain, upaya gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan menghadapi hambatan. Iran dan pihak penengah menginginkan penghentian serangan Israel ke Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan perjanjian tersebut.
Serangan Israel dilaporkan terus berlanjut, bahkan setelah pengumuman gencatan senjata. Dalam satu hari, ratusan serangan diluncurkan ke berbagai wilayah Lebanon, menimbulkan ratusan korban jiwa serta ribuan korban luka.
Utusan Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahraini, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap gencatan senjata, khususnya di Lebanon. Ia juga mengingatkan bahwa Teheran akan bersikap sangat hati-hati dalam melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat karena minimnya tingkat kepercayaan.
Iran turut memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan berpotensi memicu konsekuensi serius di kawasan. Bahkan, menurut sejumlah sumber, Teheran tengah mempertimbangkan opsi untuk menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata apabila Israel terus melanjutkan operasi militernya.
Situasi ini menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih rapuh, dengan potensi eskalasi yang dapat meluas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi. (ori)



Tinggalkan Balasan