• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Tantangan dan Harapan Pengembangan Industri Vaksin Dalam Negeri

4 Januari 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi industri vaksin di dalam negeri. Foto: ANTARA
Oleh: Ari Baskoro*

Pemerintah saat ini sedang getol membangun dan mengembangkan industri farmasi dan alat kesehatan. Memperbanyak dan melengkapi berbagai jenis vaksin yang diproduksi sendiri di dalam negeri, merupakan harapan pemerintah.

Hal itu bukanlah sesuatu yang berlebihan. Sebagai contoh, PT Bio Farma perusahaan farmasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara), telah menunjukkan kapasitasnya. Perusahaan pelat merah itu telah mendapatkan pengakuan dari mancanegara. Produk-produk vaksinnya telah menjangkau lebih dari 149 negara di seluruh dunia. Vaksin polio misalnya. Sebanyak dua pertiga kebutuhan Oral Polio Vaccine(OPV) dunia tersebut, dipasok dari Bio Farma. Peranannya semakin mencuat dengan kemampuannya mengembangkan vaksin IndoVac yang berkontribusi penting dalam pandemi COVID-19.

Sebagai produsen vaksin yang andal, kini perusahaan yang berpusat di Bandung itu tidak sendirian. Ada dua perusahaan farmasi lainnya. Melalui kerja sama teknologi dengan pihak luar negeri, kini keduanya digadang-gadang mampu saling melengkapi produksi vaksin untuk berbagai keperluan. PT Biotis Pharmaceutical Indonesia bekerja sama dengan Universitas Airlangga, telah berhasil mengembangkan vaksin InaVac yang digunakan melawan COVID-19. Selain InaVac, melalui mekanisme transfer teknologi, PT Biotis juga telah menghasilkan vaksin Zifivax yang juga ditujukan untuk COVID-19. Indonesia juga memiliki vaksin COVID-19 berbasis mRNA. Pengembangnya adalah PT Etana Biotecnologies Indonesia,bekerja sama melalui transfer teknologi dengan perusahaan Tiongkok.

Prospek industri vaksin

Vaksin adalah cara yang paling ampuh dan efisien dari sisi biaya, untuk melindungi miliaran orang di seluruh dunia. Pengembangan dan temuan suatu vaksin, berpotensi mengubah pola kesehatan dengan cara menekan beban yang disebabkan penyakit menular.Terutama penyakit yang berdampak besar terhadap morbiditas dan mortalitas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, meningkatnya kesadaran imunisasi masyarakat dan inisiatif pemerintahnya, telah membantu mencegah dua hingga tiga juta kematian global setiap tahunnya.

Pasar vaksin global terus meningkat secara konsisten. Dalam hal pendapatan, diprediksi akan terus melaju. Mengutip data yang dirilis Fortune Business Insights(Maret 2023), nilainya ditaksir telah mencapai 55,4 miliar USD pada tahun 2020. Angka itu diperkirakan akan tumbuh mencapai 125,48 miliar USD,pada tahun 2028. Artinya selama rentang waktu tersebut, tingkat pertumbuhannya sebesar10,20 persen per tahun. Prediksi itu didasarkan atas tren industri, analisis harga, analisis paten, materi konferensi dan webinar, serta perilaku pembelian pasar. Tetapi tanpa kebijakan yang visioner dan sejalan dari para  pemangku kepentingan utama, prediksi tersebut akan sulit terwujud. Pertumbuhan pangsa pasar vaksin, sangat terkait dengan perluasan program imunisasi. Peran penting pemerintah adalah memperkuat dukungan kebijakan dan pendanaan bagi pengembangan vaksin.

Dinamika pasar vaksin global, didorong oleh kombinasi kepentingan kesehatan masyarakat, kemajuan teknologi pengembangan vaksin, dan berbagai insentif pasar. Meningkatnya angka penyakit menular akan semakin memacu permintaan vaksin, sehingga memperluas pasar. Berbagai penyakit menular tersebut antara lain, demam berdarah, influenza, TBC, malaria, Zika, chikungunya, dan HIV.

Sebagai contoh bagaimana peran penting vaksin, bisa tampak pada pemberantasan TBC.Saat ini negara kita menduduki peringkat kedua penderita TBC di dunia, dalam jumlah kasusnya. Estimasinya sekitar 354 kasus per 100 ribu penduduk. Padahal pemerintah menargetkan idealnya pada kisaran 65 kasus per 100 ribu penduduk.Itu diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030.Selain tingkat kepatuhan berobat yang relatif rendah dan munculnya kuman yang kebal obat, efektivitas vaksin BCG juga menjadi kendala mitigasi TBC di negara kita. Vaksinasi yang saat ini rutin dilakukan sesaat setelah bayi lahir, hanya memberi perlindungan parsial pada anak. Sebaliknya, BCG tidak mampu memberikan proteksi pada remaja atau orang dewasa. Karena itu diperlukan pengembangan strategi vaksin TBC yang baru, sehingga mampu memberikan perlindungan yang efektif  dalam jangka panjang hingga usia dewasa.

Demikian pula pandemi COVID-19, tidak akan bisa dilalui tanpa dukungan vaksinasi global.SARS-CoV-2 sebagai virus penyebab COVID-19,tetap berevolusi dan tidak akan hilang. Karena itulah diperlukan inovasi dan temuan vaksin baru yang lebih efektif.Saat ini, peluang tersebut sudah dimiliki Indonesia. Itu sekaligus langkah efisiensi anggaran negara bagi  pembelian vaksin dari luar negeri. Menurut Indonesia Corruption Watch (ICW), pemerintah pada tahun2021 telah mengalokasikan anggaran vaksinasi COVID-19 sebesar Rp.57,84 triliun. Setahun berikutnya, yakni 2022, pemerintah kembali mencadangkan alokasi anggaran belanja vaksin sebesar Rp.36 triliun.

Peluang dan tantangan

Kemajuan teknologi dalam bidang imunologi yang melandasi pengembangan vaksin, sekaligus akan membuka pintu bagi penggunaanvaksin terapeutik. Riset pengembangannya, sangat prospektif dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Misalnya imuno terapi terhadap kanker, alergi, penyakit inflamasi kronik, ataupun kelainan fisiologis. Peluang tersebut juga bisa diharapkan terhadap penyakit non-infeksi lainnya, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia dan aterosklerosis yang melandasi penyakit kardiovaskuler, serta Alzheimer.Hingga saat ini, penyebab kematian tertinggi di negara kita masih ditempati penyakit kardiovaskuler (stroke dan jantung koroner).

Tantangan utama pengembangan vaksin adalah dari sisi pendanaan. Biaya risetnya bisa memakan dana yang sangat besar. Umumnya mencapai kisaran 800 juta USD hingga satu miliar USD. Rentang waktunya pun cukup panjang. Lazimnya temuan suatu vaksin yang efektif, bisa memakan waktu antara sepuluh hingga 15 tahun. Penelitian awal sering kali melibatkan ahli-ahli dari suatu perguruan tinggi.Tetapi pada tahap akhir, perusahaan farmasi yang akhirnya banyak berperan. Itu karena disokong dana yang kuat, serta memiliki kapasitas dan pengalaman yang panjang, dalam menerapkan suatu inovasi medis. Di sisi lain, pemerintah sering kali berperan pada berbagai tahap proses. Misalnya dalam hal pendanaan awal untuk penelitian dasar ( “push-funding”).Tetapi juga bisa bertindak sebagai pembeli akhir, karena menyangkut kepentingan masyarakat luas (“pull-funding”). Dalam kaidah tertentu, pemerintah bisa memainkan peran ganda sebagai investor sekaligus pembeli.

Pelajaran penting tentang kemandirian ketersediaan vaksin dalam negeri, adalah saat pandemi COVID-19. “Diplomasi vaksin” harus dilakukan pemerintah, untuk mendapatkan kecukupan pasokan dari negara-negara produsen vaksin. Negara-negara lainyang memiliki cadangan dana, berlomba-lomba memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri mereka masing-masing.Padahal saat itu produksi dan suplai vaksin amat terbatas. Sebagai “korbannya” adalah negara-negaraberpendapatan rendah. Dampaknya terjadi ketimpangan dalam mitigasi pandemi, antara negara maju dengan negara berkembang. Dalam menghadapi pandemi berikutnya yang mungkin saja bisa terjadi, ketergantungan pada produsen vaksin luar negeri mesti dihindari.

Terwujudnya industri vaksin dalam negeri yang kokoh, pada akhirnya tergantung pada pemangku kepentingan. Persoalan regulasi yang menjadi domain pemerintah, harus dapat mengatasi semua hambatan yang mungkin terjadi.  Khususnya dalam menavigasi rangkaian aturan dan standardisasi produk.

—–o—–

*Penulis:

Staf pengajar senior di : Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya

Penulis buku:

  • Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
  • Serba-serbi Obrolan Medis
Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, Tips, update, wawasan Ditag dengan:Industri Vaksin Dalam Negeri, Pengembangan Industri Vaksin, Tantangan dan Harapan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Kemendikdasmen-BPOM budayakan hidup sehat lewat edukasi pangan aman

30 Juni 2026 By admin

DPD RI Apresiasi Haji 2026, Kemenhaj Berkomitmen Sempurnakan Tata Kelola

30 Juni 2026 By zam

Paraguay dan Maroko Buat Kejutan, Singkirkan Jerman dan Belanda untuk Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026

30 Juni 2026 By wah

Kemenhaj: Sekitar 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air

29 Juni 2026 By zam

Khofifah Tinjau SPBU di Malang, Pastikan Pasokan Biosolar di Jawa Timur Tetap Aman

29 Juni 2026 By admin

AS dan Iran Sepakat Redakan Ketegangan, Bahas Selat Hormuz dalam Pertemuan di Qatar

29 Juni 2026 By admin

Hakan Calhanoglu Tinggalkan Inter Milan pada Akhir Musim 2026/27

29 Juni 2026 By admin

Prabowo Ajak NU Dukung Upaya Menutup Kebocoran Kekayaan Negara

24 Juni 2026 By wah

Ronaldo Cetak Brace, Portugal Gilas Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026

24 Juni 2026 By zam

Film Indonesia Menembus Panggung Shanghai, Dari Cerita Lokal Menuju Apresiasi Global

24 Juni 2026 By admin

Argentina Pastikan Tiket ke 32 Besar Usai Tumbangkan Austria 2-0

23 Juni 2026 By admin

Layanan Haji Indonesia Kini Terpusat di Madinah

23 Juni 2026 By admin

Inter Milan Makin Serius Kejar Nico Paz untuk Proyek Baru Cristian Chivu

22 Juni 2026 By admin

Dari Gus Fring ke Syahadat: Kisah Giancarlo Esposito Menemukan Islam di Tanah Saudi

22 Juni 2026 By admin

Fatwa MUI Dominasi Mazhab Syafi’i Demi Kearifan Lokal dan Kehati-hatian Hukum

22 Juni 2026 By admin

Calhanoglu Minta Maaf Usai Turki Tersingkir Cepat dari Piala Dunia 2026

22 Juni 2026 By admin

Khofifah: Munas-Konbes NU 2026 Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

21 Juni 2026 By admin

Kemenhaj: Kepulangan Haji Momentum Awal Amalkan Nilai Kemabruran di Tengah Masyarakat

21 Juni 2026 By admin

Deniz Undav Jadi Pembeda, Jerman Bangkit Tekuk Pantai Gading 2-1

21 Juni 2026 By admin

Saat Stadion Bersih, Benarkah Rumah Warga Jepang Terlupakan?

21 Juni 2026 By admin

Inter Milan Ikat Cristian Chivu Hingga 2028 Usai Musim Gemilang

20 Juni 2026 By admin

Di Balik Impian ke Baitullah: Negara Harus Hadir Mengawal Hak Jemaah Umrah

19 Juni 2026 By admin

Kloter 65 Asal Kabupaten Mojokerto Tiba di Tanah Air, Disambut Menhaj dan Bupati

19 Juni 2026 By admin

Shalat: Membangun Koneksi Sejati dengan Allah SWT

19 Juni 2026 By admin

Yordania: Mimpi yang Akhirnya Menjadi Nyata

18 Juni 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Juli 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Intelektual Mengisi Jarak antara Teori dan Praktik
  • Empat Tanda Calon Penghuni Surga yang Mulai Tampak Sejak di Dunia
  • Jejak Kolaborasi Jatim Tekan Stunting: Penghargaan Persagi untuk Kepemimpinan Khofifah
  • Arif Satria: ICMI Harus Bangun Peradaban Berbasis Data dan Integritas
  • KNVB Ajukan Pengaduan Resmi atas Ujaran Rasis terhadap Tiga Pemain Belanda

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.