
Washington (Trigger.id) – WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ingin terlibat dalam proses penentuan pemimpin tertinggi Iran yang baru setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei. Ia juga secara tegas menolak kemungkinan putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, menggantikan posisi tersebut.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump menyebut Mojtaba Khamenei sebagai figur yang paling mungkin dipilih menjadi pemimpin tertinggi Iran. Namun ia menilai tokoh tersebut tidak layak memimpin negara itu.
“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang membawa harmoni dan perdamaian bagi Iran,” kata Trump.
Trump bahkan menyatakan dirinya perlu terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran, seperti yang menurutnya pernah ia lakukan dalam dinamika politik di Venezuela. Ia juga memperingatkan bahwa jika pemimpin baru Iran tetap melanjutkan kebijakan keras Ali Khamenei, Amerika Serikat bisa kembali terlibat perang dengan Iran dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Mojtaba Khamenei yang kini berusia sekitar 56 tahun memang disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya. Namun hingga kini Iran belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan menjadi pemimpin tertinggi berikutnya.
Situasi ini terjadi setelah Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada akhir Februari lalu, yang kemudian memicu serangkaian serangan balasan dari Iran terhadap target militer AS dan Israel di kawasan Timur Tengah. (wah)



Tinggalkan Balasan