
Surabaya (Trigger.id) – Puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, pola berbuka yang tidak terkontrol justru bisa memicu lonjakan gula darah atau glucose spike yang berdampak kurang baik bagi tubuh.
Menurut dr. Andi Pratama, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam, kondisi ini sering terjadi karena kebiasaan berbuka dengan makanan atau minuman tinggi gula dalam jumlah besar.
“Setelah seharian berpuasa, kadar insulin cenderung rendah dan lambung dalam keadaan kosong. Jika langsung mengonsumsi gula berlebihan, kadar gula darah bisa melonjak sangat cepat,” jelas dr. Andi.
Glucose spike adalah peningkatan kadar gula darah secara drastis dalam waktu singkat, biasanya setelah mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti teh manis pekat, sirup, kolak, gorengan, atau nasi putih dalam porsi besar. Tubuh yang sebelumnya stabil mendadak harus memproduksi insulin dalam jumlah besar untuk menurunkannya.
Kondisi ini rentan terjadi saat berbuka karena tubuh sedang beradaptasi dengan kadar insulin rendah dan penggunaan cadangan energi selama puasa. Jika kebiasaan ini berulang setiap hari, risiko resistensi insulin, penumpukan lemak perut, hingga diabetes tipe 2 bisa meningkat. Bahkan, rasa lemas dan mengantuk setelah berbuka sering kali disebabkan oleh lonjakan gula darah yang terlalu tinggi lalu turun kembali dengan cepat.
Untuk mencegahnya, dr. Andi menyarankan berbuka secara bertahap: mulai dari air putih, konsumsi 1–3 kurma secukupnya, lanjutkan dengan makanan berserat dan berprotein, lalu karbohidrat dalam porsi wajar. Hindari minuman tinggi gula cair dan makanlah secara perlahan.
“Bukan berarti tidak boleh makan manis, tetapi kenaikannya harus bertahap, bukan melonjak drastis,” tegasnya.
Dengan pola berbuka yang tepat, puasa tetap bisa menjadi momen menjaga kesehatan sekaligus menjalankan ibadah secara optimal. (kai)



Tinggalkan Balasan