• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Benarkah Bisphenol-A Berbahaya Bagi Kesehatan?

20 Juli 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Ibu Hamil Terpapar Mikroplastik dan BPA. Foto: iStock
Oleh: Ari Baskoro*

Tarik ulur pelabelan peringatan bahaya Bisphenol A (BPA) pada air minum dalam kemasan (AMDK), masih terus berlangsung.Terakhir Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis Peraturan Nomor 6 tahun 2024. Pemberlakuannya terhitung sejak April 2024. Isinya menyangkut perubahan kedua atas Peraturan BPOM Nomor 31 tahun 2018, tentang label pangan olahan. Sebelumnya telah ada perubahan yang pertama.Itu dituangkan dalam Peraturan BPOM Nomor 20 tahun 2021, tentang pokok masalah yang sama.

Pelaksanaan aturan tersebut terkesan alot dan penuh dengan pro-kontra. Diduga berkaitan dengan isu bisnis atau terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat. Persoalannya pelabelan hanya diberlakukan pada AMDK berbahan plastik Policarbonat (PC). Seperti telah dinyatakan BPOM, BPA yang terkandung dalam PC memiliki risiko bahaya bagi kesehatan. Meski demikian AMDK yang berbahan PolyethyleneTerephthalate (PET), mengandung etilen glikol (EG) yang pada kadar tertentu juga memiliki risiko bahaya. Pada akhirnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menyatakan, bahwa peraturan BPOM tersebut murni untuk kepentingan kesehatan.

Latar belakang diberlakukannya revisi peraturan pelabelan BPA, berdasarkan riset BPOM. Ada temuan kontaminasi BPA pada AMDK yang melampaui ambang batas pada galon PC. Banyak penelitian yang sama dilakukan di berbagai negara di dunia. Sebagian  negara telah melarang penggunaannya untuk produk kemasan tertentu. Lepas dari masalah perbedaan pendapat terkait pelabelan kandungan BPA dalam AMDK, masyarakat perlu memahami persoalan tersebut dari aspek ilmiah kesehatan.

Bisphenol A (BPA)

BPA merupakan senyawa kimia yang diperlukan dalam proses pembuatan kemasan plastik PC. Sebagian lainnya dipakai pula sebagai resin epoksi. Nantinya, PC dapat digunakan untuk membuat produk-produk tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan umum. Adanya senyawa BPA dalam PC, berfungsi utama mempertahankan kemasan plastik agar tetap tampak jernih, keras, dan tidak mudah rusak/hancur. Contoh produk yang mengandung PC, misalnya adalah botol susu, galon air minum, peralatan olah raga, perangkat medis dan dental sealant (lapisan plastik tipis untuk melindungi gigi dari kerusakan). Bahkan compact disc (CD), digital video/versatiledisc (DVD), peralatan elektronik rumah tangga, dan lensa kaca mata juga mengandung PC. Komponen tersebut juga terdapat dalam kertas fotokopi tanpa karbon, serta lapisan pipa air.

Di sisi lain, resin epoksi dimanfaatkan sebagai pelapis bagian dalam kaleng makanan dan minuman. Fungsinya dapat mencegah terjadinya korosi atau reaksi bahan pengemas dengan produk makanan/minuman di dalamnya. Negara tertentu seperti Jepang, tidak lagi menggunakan lapisan resin epoksi. Atas pertimbangan dampak BPA terhadap kesehatan, komponen tersebut telah digantikan dengan lapisan film PET. Bahan tersebut merupakan polimer termoplastik yang termasuk dalam kelompok polimer poliester. Manfaatnya juga serbaguna. Mempunyai keunggulan dari segi mekanis, termal, dan juga tahan terhadap zat kimia. Meski demikian PET juga mengandung EG yang pada kadar dan jangka waktu tertentu,berisiko berbahaya bagi kesehatan.

BPA mempunyai sejarah yang cukup panjang. Bahan kimia tersebut untuk pertama kalinya disintesis pada tahun 1891, oleh seorang ilmuwan Rusia bernama Alexander Dianin. Peneliti lainnya, ahli biokimia Inggris (Edward Charles Dodds), melalui risetnya berhasil mendeteksi adanya estrogen buatan yang terkandung dalam BPA. Itu terjadi pada tahun 1930. Efeknya dikatakan mencapai beberapa kali lipat  lebih efektif daripada estradiol, suatu estrogen alami. Ilmuwan tersebut bahkan mampu mengembangkan senyawa yang mempunyai struktur serupa dan disebut dengan dietilstilbestrol (DES). DES inilah yang bisa digunakan sebagai hormon estrogen sintetis pada perempuan. Namun karena efeknya yang dapat memicu terjadinya kanker payudara, DES tidak disarankan lagi penggunaannya sejak tahun 1971.

BPA mempunyai efek farmakologi menyerupai estrogen alami yang dihasilkan oleh tubuh manusia. Struktur kimiawinya memiliki beberapa kesamaan, sehingga memungkinkan senyawa sintetis ini memacu jalur hormon estrogen dalam tubuh. BPA dapat mengacaukan jaringan yang mengatur sinyal pengendali sistem reproduksi pada manusia. Mekanisme inilah yang disebut sebagai pengganggu endokrin/endocrine disruptors.

Pada laki-laki, BPA dengan level tertentu dapat memengaruhi kesuburan. Risiko disfungsi ereksi bisa terjadi, bila terpapar dalam kadar yang tinggi. Hasrat seksual pun dapat menjadi berkurang karenanya.

Estrogen termasuk dalam kelompok senyawa steroid. Berfungsi terutama sebagai hormon seks perempuan. Laki-laki juga memiliki kandungan hormon ini, walaupun dalam level yang jauh lebih rendah dibanding perempuan. Hormon estrogen secara faali berperan menginduksi perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada perempuan. Misalnya pertumbuhan payudara, fisiologi kandungan, dan pengaturan siklus haid. Pada perempuan, estrogen diproduksi oleh ovarium, sedangkan pada laki-laki dihasilkan oleh testis.

Dalam kondisi tertentu, BPA dapat bermigrasi dari kemasan tersebut ke dalam air yang dikemasnya. Semakin tinggi derajat migrasinya, semakin meningkat pula risiko merugikan bagi kesehatan.Peraturan BPOM mensyaratkan batasan migrasi BPA pada air minum yang dikemasnya sebesar 0,6 bpj (bagian per juta). Risiko yang merugikan, akan sangat berkurang bila kandungan BPA diturunkan di  bawah 0,01 bpj. Tujuannya semata-mata untuk melindungi masyarakat sebagai konsumen. Jauh sebelumnya, otoritas yang sama di beberapa negara telah mengambil sikap senada. Perancis, Brasil dan Distrik Columbia di Amerika Serikat, telah melarang penggunaan BPA pada plastik kemasan, termasuk AMDK. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), telah melarang penggunaan BPA dalam botol susu bayi. Aturan tersebut diterbitkan tahun 2012.

The Endocrine Society pada tahun 2015 menyatakan, efek BPA harus diwaspadai. Khususnya potensi bahayanya pada sistem endokrin, berupa gangguan reproduksi dan berkembangnya penyakit metabolik.  Karena itu berdasarkan prinsip kehati-hatian, senyawa itu harus terus dimonitor, dievaluasi secara berkala, dan diatur secara ketat penggunaannya.

Pada tahun 2017, Badan Kimia Eropa mengeluarkan suatu ketentuan. BPA harus terdaftar sebagai zat yang sangat “memprihatinkan”, karena sifatnya yang dapat mengganggu fungsi endokrin.

Uni Eropa telah menurunkan batas migrasi yang semula 0,6 bpj, menjadi 0,05 bpj. Regulasinya diberlakukan sejak 2018.

Efek terhadap kesehatan lainnya

Di luar konteks sebagai pengganggu sistem endokrin, ada efek BPA lainnya pada kesehatan. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah, bisa terjadi. Beberapa riset menghubungkannya dengan risiko penyakit jantung koroner, hipertensi, dan penyakit arteri perifer. Paparan dalam jangka panjang, bisa memicu timbulnya sindrom metabolik dan diabetes melitus. Risiko timbulnya kanker payudara dan prostat, serta gangguan faal kelenjar tiroid, juga meningkat.

Paparan BPA dosis tertentu di dalam rahim selama kehamilan dan pada masa anak-anak, dikaitkan dengan perilaku buruk pada manusia. Cemas, depresi, hiperaktif,  dan agresi yang lebih tinggi, dapat terjadi pada anak-anak. Ada beberapa penelitian yang mengaitkannya dengan risiko terjadinya autisme. BPA juga dapat meningkatkan kepekaan saluran nafas terhadap rangsangan alergen. Pada akhirnya risiko terjadinya asma juga meningkat yang disertai dengan kapasitas fungsional paru yang lebih rendah. Khususnya terhadap anak-anak.

Perlu dipahami, bahwa dampak merugikan BPA bagi kesehatan, tidak dapat terjadi dalam waktu singkat. Risiko yang terjadi sangat berhubungan dengan dosis dan lamanya paparan (efek kumulatif). Karena itulah beberapa ahli bisa berbeda pendapat, tentang kemungkinan akibat yang ditimbulkan BPA. Khususnya dampak negatifnya dalam jangka panjang.

Pencegahan

Tidak mudah untuk menghindari paparan BPA. Pasalnya komponen tersebut  terdapat pada hampir semua unsur di dalam rumah tangga. Hingga kini belum ada bahan pengganti yang benar-benar dinyatakan aman dan dapat diterima semua pihak,sebagai produk kemasan pengganti PC untuk AMDK. Persoalan inilah yang diduga bisa memicu resistansi pada pelaku usaha terkait AMDK. Meski demikian upaya meminimalkan risiko paparan sangat penting. Sebaiknya perlu dihindari pemanasan microwave dengan wadah makanan yang mengandung PC. Wadah makanan/minuman PC, seharusnya tidak dipakai berulang-ulang, walaupun telah dicuci/dibersihkan. Pemanasan yang berulang kali pada kemasan/botol plastik, semakin meningkatkan daya migrasi/kelarutan BPA ke dalam makanan/minuman tersebut. Demikian pula paparan sinar matahari dan suhu makanan/minuman yang panas, dapat memicu masalah serupa. Lebih bijak menggunakan wadah kaca, baja, atau porselen, daripada plastik untuk makanan panas. Sedapat mungkin mengurangi konsumsi makanan/minuman kaleng, sehingga dapat menurunkan risiko paparan BPA. Khususnya pada bayi, sebaiknya menggunakan botol susu/minuman yang bebas BPA.

—–o—-

*Penulis :
Staf pengajar senior di:
Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya

Anggota Advisory Board Dengue Vaccine

Penulis buku:
* Serial Kajian COVID-19 (sebanyak tiga seri)
* Serba-serbi Obrolan Medis

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, Kesehatan, Tips, update, wawasan Ditag dengan:AMDK, Bisphenol-A, BPA, Estrogen, kesehatan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

De Bruyne Jadi Pembeda, Napoli Tundukkan Genoa

23 Agustus 2026 By admin

Inovasi Mahasiswa UB, Kacang Tanah Jadi Produk Susu

22 Agustus 2026 By admin

Bandara Dhoho Kediri Lengkapi Infrastruktur Menuju Embarkasi Haji 2027

22 Agustus 2026 By admin

SR-025 Resmi Ditawarkan, Return 6,9% Jadi Pilihan Investasi Aman

21 Agustus 2026 By admin

Dana DP Haji 2027 Diblokir Saudi, Kemenhaj Tempuh Jalur Diplomatik

21 Agustus 2026 By admin

Purbaya Siapkan Rp 31 Triliun Buat PPPK Guru

21 Agustus 2026 By admin

Tavares Perketat Persiapan Persebaya

20 Agustus 2026 By admin

MagangHub 2026 Batch 2 Dibuka September

20 Agustus 2026 By admin

Guru PPPK Akan Beralih Pegawai Pusat

19 Agustus 2026 By admin

Calvin Verdonk, Pemain Indonesia Tampil di Liga Champions

18 Agustus 2026 By admin

Zidane, Islam, dan Timnas Prancis: Ketika Agama Tak Seharusnya Jadi Ukuran

18 Agustus 2026 By admin

Kereta Garuda Prabayaksa Antar Bendera Pusaka ke Istana Merdeka

17 Agustus 2026 By admin

Hobi Memasak Bisa Menjaga Kesehatan Mental

17 Agustus 2026 By admin

Melepas Tukik Lekang di Pantai Banyuwangi

16 Agustus 2026 By admin

500 Pendaki Kibarkan Merah Putih 81 Meter di Puncak Arjuno

16 Agustus 2026 By admin

Pasca Gempa M7,7 Flores, Warga Diimbau Jauhi Pantai

15 Agustus 2026 By admin

Parkir QRIS Surabaya Cukup Rp 810, Berlaku 15–16 Agustus

15 Agustus 2026 By admin

Prabowo : Gaji Hakim Junior Sudah Naik 280 Persen, Tertinggi ASEAN

14 Agustus 2026 By admin

Pramuka Jatim Didorong Jadi Penggerak Swasembada Pangan

14 Agustus 2026 By admin

Maskapai Indonesia Mulai Gunakan AI Layani Penumpang

14 Agustus 2026 By admin

Api Mendekat, Seruni Point Bromo Ditutup Sementara

13 Agustus 2026 By admin

Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi?

13 Agustus 2026 By admin

MBG Wajib Dikonsumsi Maksimal 4 Jam Setelah Matang

12 Agustus 2026 By admin

Rp 81 Tarif Trans Jatim, 11-17 Agustus 2026

12 Agustus 2026 By admin

Jelang Muktamar NU, Gus Ipul Ikut Nata Kasur Muktamirin

10 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah
  • Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV
  • Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla
  • Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan
  • Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.