• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit

23 Februari 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Isa Anshori*

Nama Fariz RM hampir tak terpisahkan dari sejarah musik pop kreatif Indonesia. Ia bukan sekadar penyanyi, melainkan komposer dan pionir yang melahirkan warna bunyi berbeda pada zamannya. Lagu-lagu seperti “Sakura,” “Barcelona,” “Panggung Perak,” hingga “Nada Kasih” menjadi bukti kejeniusannya meramu lirik puitis dengan aransemen modern.

Namun di balik harmoni itu, hidup Fariz berulang kali terguncang oleh nada sumbang: jerat narkoba.


Puncak Karier: Musisi Visioner

Sejak akhir 1970-an hingga 1980-an, Fariz RM dikenal sebagai musisi dengan eksplorasi bunyi yang berani. Ia menggabungkan pop, jazz, dan sentuhan elektronik ketika banyak musisi masih bermain aman.

Ia pernah mengungkapkan dalam sejumlah wawancara bahwa musik adalah “jalan hidup” dan “cara berbicara kepada dunia.” Bagi Fariz, musik bukan sekadar profesi, melainkan ekspresi jiwa.

Namun justru di fase kreativitas tinggi itu, ia mulai bersentuhan dengan narkoba—yang pada awalnya, seperti diakuinya dalam beberapa kesempatan, dianggap sebagai bagian dari “lingkaran pergaulan” dan tekanan dunia hiburan.


Berulang Kali Terjerat Kasus yang Sama

Fariz RM beberapa kali harus berhadapan dengan hukum karena kasus penyalahgunaan narkoba. Penangkapan demi penangkapan menjadi babak pahit dalam hidupnya. Publik pun menyaksikan pola yang menyakitkan: bebas, berjanji berubah, lalu kembali terjerat.

Dalam sejumlah pernyataannya setelah bebas, Fariz mengakui penyesalan mendalam. Ia menyebut ketergantungan sebagai “musuh dalam diri” yang sulit dikalahkan hanya dengan niat sesaat. Ia juga pernah menyampaikan bahwa dukungan keluarga dan sahabat menjadi faktor penting dalam proses bangkitnya.

Tetapi realitas kecanduan tidak sesederhana kemauan.


Perspektif Psikolog: Mengapa Sulit Lepas?

Sejumlah psikolog dan pakar adiksi di Indonesia kerap menjelaskan bahwa ketergantungan narkoba adalah penyakit kronis yang memengaruhi sistem otak—bukan sekadar kelemahan moral.

Psikolog klinis seperti Anna Surti Ariani pernah menjelaskan dalam berbagai forum bahwa kecanduan mengubah sistem reward di otak. Zat adiktif menciptakan sensasi “kenikmatan instan” yang lama-kelamaan membuat otak kehilangan kemampuan merasakan bahagia secara alami.

Sementara itu, psikolog Lita Gading dalam beberapa komentarnya tentang figur publik yang terjerat narkoba menekankan pentingnya rehabilitasi jangka panjang dan dukungan lingkungan. Tanpa sistem pendukung yang konsisten, risiko kambuh (relapse) sangat tinggi—bahkan setelah hukuman penjara dijalani.

Dalam konteks Fariz RM, banyak pengamat menilai bahwa dunia hiburan yang penuh tekanan, ekspektasi publik, dan dinamika pergaulan bisa menjadi faktor risiko tambahan.


Antara Hukuman dan Penyembuhan

Kasus Fariz RM memunculkan pertanyaan klasik: apakah penjara cukup untuk menyembuhkan pecandu?

Para ahli adiksi menilai bahwa hukuman tanpa terapi komprehensif sering kali tidak menyentuh akar masalah. Ketergantungan memerlukan pendekatan medis, psikologis, spiritual, dan sosial secara terpadu.

Fariz sendiri dalam beberapa kesempatan mengaku ingin fokus pada musik dan menjadikan pengalaman pahitnya sebagai pelajaran hidup. Ia menyebut bahwa setiap manusia berhak mendapat kesempatan kedua.


Publik, Empati, dan Harapan

Sebagian publik kecewa karena pengulangan kasus yang sama. Namun sebagian lainnya memilih melihat sisi manusiawi: bahwa kecanduan adalah perjuangan panjang, penuh jatuh-bangun.

Kisah Fariz RM bukan hanya tentang musisi besar yang tergelincir, tetapi juga tentang realitas adiksi yang kompleks. Ia adalah potret paradoks: jenius dalam karya, rapuh dalam pergulatan pribadi.

Di panggung, ia mampu menciptakan harmoni indah.
Di luar panggung, ia masih berjuang menemukan harmoni dalam dirinya sendiri.

Dan mungkin, sebagaimana lirik-lirik puitisnya, hidupnya pun adalah komposisi panjang—dengan nada mayor dan minor yang silih berganti.

—000—

*Pemimpin Redaksi Trigger.id

Share This :

Ditempatkan di bawah: update, wawasan Ditag dengan:Bangkit, Fariz RM, Godaan, Nada Kasih, Narkoba, Upaya

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Persebaya Bidik Kemenangan di Jepara

21 Februari 2026 By admin

Menlu: TNI di Gaza Fokus Misi Kemanusiaan

21 Februari 2026 By admin

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump

21 Februari 2026 By admin

STY: Karier di Liga 1 Bukan Masalah bagi Pemain Naturalisasi

21 Februari 2026 By admin

Dua Abad Harmoni dan Cahaya Toleransi Klenteng Eng An Kiong

20 Februari 2026 By admin

Waspada Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka

20 Februari 2026 By admin

Lautaro Cedera, Inter Milan Terpukul

20 Februari 2026 By admin

Persebaya Sesuaikan Latihan di Bulan Ramadan

20 Februari 2026 By admin

Trump Janji AS Sumbang Rp162 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

20 Februari 2026 By admin

AS Siap Serang Iran, Trump Belum Putuskan

19 Februari 2026 By admin

Ketika Kebaikan Terlupakan: Ujian Sabar dari Seorang Office Boy

19 Februari 2026 By admin

Inter Takluk 1-3 di Kandang Bodo/Glimt

19 Februari 2026 By admin

Takjil dan Iftar: Memahami Makna dan Adab Berbuka Puasa

18 Februari 2026 By admin

Delapan Negara Kecam Klaim Israel di Tepi Barat

18 Februari 2026 By admin

Cahaya dari Berbagai Penjuru: Tradisi Dunia Menyambut Ramadhan

18 Februari 2026 By admin

Trump dan Carney Sampaikan Ucapan Ramadhan, Tegaskan Kebebasan Beragama

18 Februari 2026 By admin

Muhammadiyah Tetapkan Ramadhan 18 Februari, NU Tunggu Isbat Pemerintah

17 Februari 2026 By admin

Jadwal Playoff UCL: Madrid Tandang ke Benfica, Derbi Prancis Tersaji

17 Februari 2026 By admin

Mourinho: Madrid Terluka Kian Berbahaya

17 Februari 2026 By admin

BPKH Dorong Indonesia Kuasai Ekonomi Haji Global

17 Februari 2026 By admin

Lonjakan Gula Darah Usai Makan Tingkatkan Risiko Alzheimer

16 Februari 2026 By admin

Tradisi Nusantara Menyambut Ramadhan: Dari Megengan hingga Meugang

16 Februari 2026 By admin

Pemerintah Indonesia Siapkan Kampung Haji di Makkah

16 Februari 2026 By admin

Trump: BoP Siapkan Dana $5 Miliar untuk Gaza

16 Februari 2026 By admin

PBB Tegaskan Greenland Tetap Wilayah Denmark

22 Januari 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Fariz RM: Di Antara Nada, Godaan Narkoba, dan Upaya Bangkit
  • Ketika Hutan Terkubur Lumpur: Jeritan Sunyi Gajah Sumatera di Bener Meriah
  • Sahur Tanpa Meja Makan: Cerita Para Perantau di Kota Besar
  • Puasa Bikin Kulit Kering? Ini Tips Dokter Unair agar Tetap Sehat
  • Muzani: Ambang Batas 7 Persen Terlalu Tinggi

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.