• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Filosofi dan Sejarah Tumpeng Sebagai Salah Satu Bentuk Rasa Syukur

27 Agustus 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Nasi Tumpeng lengkap dengan lauk pauk dan sayur aneka macam. Foto: Ist.

Surabaya (Trigger.id) – Tumpeng sebagai simbol rasa syukur mencerminkan penghargaan terhadap berkah yang diberikan oleh Tuhan, sekaligus sebagai wujud permohonan agar kehidupan ke depan selalu diberkahi. Filosofi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari cara hidup masyarakat Jawa, yang selalu menekankan pentingnya hidup dengan kesadaran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

Tumpeng biasanya disajikan dalam bentuk nasi yang dibentuk seperti kerucut (gunung), dikelilingi oleh berbagai lauk-pauk, dan ditempatkan di atas tampah atau nampan dari anyaman bambu.

Filosofi tumpeng, “nek metu kudu metenteng” mengandung makna bahwa ketika seseorang melakukan sesuatu atau memulai suatu perjalanan, mereka harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Filosofi ini mencerminkan semangat kerja keras dan komitmen yang kuat. Berikut adalah penjelasan mengenai filosofi dan sejarah Tumpeng:

Filosofi Tumpeng

  1. Bentuk Gunung atau Kerucut: Bentuk kerucut atau gunung dari tumpeng melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan. Gunung dianggap sebagai tempat yang sakral dan dekat dengan Tuhan dalam banyak budaya Nusantara. Dengan demikian, bentuk ini mengingatkan manusia akan kebesaran Tuhan dan mengajak untuk selalu bersyukur atas berkah yang diberikan.
  2. Lauk-Pauk yang Mengelilingi: Lauk-pauk yang mengelilingi tumpeng biasanya terdiri dari ayam, telur, ikan, sayur-sayuran, dan sambal. Setiap lauk memiliki makna simbolis. Misalnya, ayam melambangkan kesabaran dan kerja keras, sementara ikan melambangkan kesederhanaan dan kerendahan hati. Lauk-pauk ini mengajarkan pentingnya keberagaman dan keseimbangan dalam hidup.
  3. Nasi Kuning: Nasi kuning, yang sering digunakan dalam tumpeng, melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Warna kuning dipilih karena menyerupai emas, yang dalam budaya Jawa dan Bali sering diasosiasikan dengan kemakmuran.
  4. Tumpeng sebagai Simbol Rasa Syukur: Tumpeng sering disajikan dalam acara syukuran seperti ulang tahun, pernikahan, dan selamatan. Ini menunjukkan bahwa tumpeng adalah simbol ungkapan syukur kepada Tuhan atas segala berkah yang telah diberikan.

Sejarah Tumpeng

  1. Asal Usul: Tumpeng diyakini berasal dari tradisi agraris masyarakat Jawa kuno. Dalam tradisi ini, gunung dianggap sebagai tempat suci di mana para dewa dan leluhur bersemayam. Oleh karena itu, bentuk tumpeng yang menyerupai gunung memiliki makna spiritual yang mendalam.
  2. Pengaruh Agama Hindu-Buddha: Tradisi tumpeng ini juga dipengaruhi oleh budaya Hindu-Buddha di Nusantara, di mana gunung Meru dianggap sebagai pusat alam semesta. Penyajian tumpeng adalah cara untuk menghormati gunung Meru sebagai simbol pusat kekuatan alam.
  3. Perkembangan dalam Islam: Ketika Islam menyebar di Indonesia, tradisi tumpeng diadaptasi dan disesuaikan dengan ajaran Islam. Meskipun bentuk dan simboliknya tetap sama, tumpeng menjadi bagian dari tradisi Islam Jawa yang digunakan dalam berbagai ritual keagamaan dan sosial sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah.
  4. Modernisasi Tumpeng: Dalam perkembangan zaman, tumpeng tidak hanya disajikan dalam acara-acara tradisional, tetapi juga dalam berbagai acara modern, seperti perayaan ulang tahun perusahaan, peresmian, dan acara-acara lainnya. Namun, esensi sebagai simbol rasa syukur tetap dipertahankan.

Tumpeng hingga saat ini tetap menjadi bagian penting dari budaya Indonesia, tidak hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol yang sarat makna filosofi dan sejarah.

Keberagaman budaya Jawa dalam memaknai sesuatu, seperti tumpeng, menunjukkan betapa kaya dan dalamnya warisan budaya yang dimiliki. Setiap detail dalam budaya ini, dari bentuk, warna, hingga cara penyajian, memiliki makna tersendiri yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan. (kai)

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, seni budaya, update Ditag dengan:Filosofi Tumpeng, Kerucut, Lauk-pauk, Sejarah Tumpeng, tumpeng, Warna Kuning

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

Inter Milan Bantai Torino 5-0 di Laga Perdana Serie A

26 Agustus 2025 By admin

Konsumsi Makanan Ultra-Proses Tinggi Dikaitkan dengan Risiko Kanker Paru

26 Agustus 2025 By admin

Elon Musk Umumkan Grok 2.5 Kini Open Source

25 Agustus 2025 By admin

UNICEF: Krisis Kelaparan Gaza Disebabkan Blokade Israel, Bukan Kekurangan Pangan

25 Agustus 2025 By admin

SDN Kalirungkut I Juara KU 10 dan KU 12 Milklife Soccer Challenge Surabaya 2025

24 Agustus 2025 By zam

Membaca Itu Sehat: Manfaat Besar dan Cara Menjaganya Tetap Menyenangkan

24 Agustus 2025 By admin

Emil Audero Tampil Gemilang Saat Cremonese Hantam AC Milan 2-1 di San Siro

24 Agustus 2025 By admin

Milklife Soccer Challenge Surabaya Lahirkan Bintang Baru

24 Agustus 2025 By zam

Jumlah Jurnalis Gugur di Gaza Capai 240, Tertinggi dalam Sejarah Konflik Dunia

24 Agustus 2025 By admin

Kemendikdasmen Komitmen Sukseskan Program Digitalisasi Sekolah di Seluruh Indonesia

23 Agustus 2025 By admin

Pemkot Surabaya dan KONI Gelar Kejuaraan Multi Event Piala Wali Kota 2025

23 Agustus 2025 By admin

Mengenal Permukiman Suku Bajo di Wakatobi

23 Agustus 2025 By admin

Menlu Belanda Caspar Veldkamp Mundur karena Gagal Bela Palestina

23 Agustus 2025 By admin

Kepala BP Haji Siap Terima Keputusan Soal Perubahan Kelembagaan

23 Agustus 2025 By admin

Pertama di Indonesia, Museum Jalan Tol Jadi Media Pembelajaran Anak Bangsa

22 Agustus 2025 By zam

Reuni Cast Dawson’s Creek: Baca Naskah Pilot di Broadway untuk Amal

21 Agustus 2025 By admin

Keluarga WR Soepratman Tegaskan Lagu “Indonesia Raya” Tak Lagi Miliki Royalti

21 Agustus 2025 By admin

Jerman Desak Israel Kurangi Penderitaan Warga Gaza

21 Agustus 2025 By admin

Fadilah dan Dasar Dalil Berzikir Setelah Shalat Subuh Hingga Terbit Matahari

21 Agustus 2025 By admin

Mengapa Jalan Kaki Sangat Baik untuk Kesehatan?

20 Agustus 2025 By admin

Israel Ragu Terima Proposal Gencatan Senjata dan Desak Pembebasan Seluruh Sandera

20 Agustus 2025 By admin

Mampukah Merdeka Dari Belenggu Rasa Manis?

20 Agustus 2025 By admin

Palestina Bentuk Komite Konstitusi Menuju Status Negara Penuh

20 Agustus 2025 By admin

Kemenkeu Bantah Isu Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara

19 Agustus 2025 By admin

Komnas Haji Usulkan RUU Haji Lebih Fleksibel dan Adaptif

19 Agustus 2025 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Agustus 2025
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Jul    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Ramadhan, Sebelas Bulan Akan Tinggalkan Kita

28 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Besiktas Pecat Solskjaer Setelah Gagal ke Liga Conference Europa
  • Demo Ricuh, Kapolri Pastikan Semua Permasalahan Ditangani
  • Prabowo Setujui Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK
  • Layanan Jamaah Haji Akan Satu Atap di Bawah Kementerian Haji dan Umrah
  • Isi Gugatan Cerai Pratama Arhan Terungkap, Rumah Tangga Retak Sejak Awal 2024

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2025 ·Triger.id. All Right Reserved.