• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Indonesia Berpeluang Membangun Kembali Peradaban Islam

14 Desember 2024 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Prof. Dr. Biyanto, MAg*

Seorang orientalis bernama Philip K. Hitti, dalam karya-karyanya seperti History of the Arabs, sering membahas perbandingan antara peradaban Islam dan peradaban Barat, terutama pada masa kejayaan Islam. Ketika peradaban Islam berada pada puncak kemajuan, seperti pada era Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad, dunia Barat, yang berpusat di kota-kota seperti London, berada dalam masa yang disebut Dark Ages atau Abad Kegelapan.

Pada masa kejayaan Abbasiyah (abad ke-8 hingga ke-13), Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Institusi seperti Bayt al-Hikmah (House of Wisdom) menjadi tempat berkumpulnya ilmuwan dari berbagai latar belakang untuk menerjemahkan, menulis, dan mengembangkan ilmu dari Yunani, Persia, dan India.

Ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibn Sina (Avicenna), dan Al-Razi (Rhazes) menghasilkan karya besar yang memengaruhi ilmu pengetahuan dunia hingga hari ini.

Islam mendorong pencarian ilmu pengetahuan sebagai bagian dari ibadah (iqra’ dalam Al-Qur’an). Sistem ekonomi dan politik yang stabil, serta dukungan kekhalifahan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Interaksi lintas budaya melalui perdagangan dan ekspansi wilayah, yang mempertemukan Islam dengan tradisi intelektual lain.

Sementara itu, London dan sebagian besar Eropa berada dalam masa Abad Kegelapan. Kekurangan pendidikan, kemunduran ekonomi, dan konflik internal menjadi ciri khas peradaban Barat saat itu.Ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani banyak yang dilupakan, hingga kemudian diperkenalkan kembali melalui peradaban Islam pada abad ke-12-13 melalui penerjemahan teks-teks Arab ke Latin.

Peradaban Islam yang unggul pada masa Bani Abbasiyah mengalami kehancuran akibat kombinasi dari berbagai faktor internal dan eksternal. Pertama karena banyak pemimpin Abbasiyah yang terlibat dalam korupsi dan kehidupan mewah yang mengabaikan kesejahteraan rakyat. Para pemimpin dan elit sering kali lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kepentingan negara dan umat Islam.

Selain itu juga karena kekhalifahan Abbasiyah mulai kehilangan kendali atas wilayah-wilayah yang jauh, seperti Spanyol, yang membentuk Kekhalifahan tersendiri di Cordoba dan Mesir (yang kemudian dikuasai oleh Dinasti Fatimiyah).

Puncak kehancuran Bani Abbasiyah terjadi ketika Hulagu Khan, pemimpin Mongol, menyerbu Baghdad. Kota ini dihancurkan, ribuan ulama dan penduduk dibunuh, serta perpustakaan Baitul Hikmah yang menyimpan jutaan manuskrip ilmu pengetahuan dibakar. Dengan kehancuran Baghdad, dunia Islam kehilangan pusat intelektual, politik, dan ekonomi utamanya.

Masa kejayaan Abbasiyah runtuh karena kombinasi antara kelemahan internal, seperti korupsi dan disintegrasi politik, serta ancaman eksternal, seperti invasi Mongol dan Perang Salib. Untuk mencegah kehancuran serupa, umat Islam harus belajar dari sejarah dengan menjaga moralitas, persatuan, dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan serta keadilan sosial. Tanpa itu, kejayaan hanya akan menjadi kenangan.

Indonesia berpeluang menjadi kiblat peradaban Islam jilid II

Prof. Fazlur Rahman, seorang intelektual Muslim terkemuka yang banyak memengaruhi pemikiran modern Islam, memang pernah memberikan perhatian besar pada Indonesia. Ketika ia mengunjungi Indonesia pada tahun 1984, ia mengamati secara mendalam kondisi umat Islam dan potensi negara ini. Setelah dua bulan berkeliling, ia menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kiblat Peradaban Islam Jilid II. Pernyataan tersebut didasarkan pada beberapa hal berikut:

Pertama, Indonesia dikenal sebagai negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, namun tetap mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku. Fazlur Rahman melihat ini sebagai modal besar untuk menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dalam sejarah peradaban Islam, keberagaman yang harmonis menjadi salah satu kunci sukses masa keemasan, seperti pada era Abbasiyah.

Kedua, Dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki jumlah generasi muda yang melimpah. Bagi Fazlur Rahman, ini adalah peluang emas jika generasi muda diarahkan untuk:

  • Menjadi agen perubahan sosial yang membawa kebaikan dan kemajuan.
  • Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, Fazlur Rahman melihat bahwa Islam di Indonesia memiliki karakter moderat yang ditunjukkan melalui pendekatan Islam yang inklusif, toleran, dan kontekstual. Karakter ini cocok untuk menjawab tantangan dunia modern, yang membutuhkan wajah Islam yang damai, progresif, dan berorientasi pada keadilan sosial.

Keempat, Indonesia memiliki tradisi intelektual Islam yang terus berkembang. Fazlur Rahman terkesan dengan keberadaan intelektual Muslim seperti Nurcholish Madjid dan Amin Rais yang mempromosikan pemikiran Islam modern. Beliau juga melihat bahwa tradisi ini dapat menjadi fondasi untuk membangun peradaban Islam yang unggul.

Kelima, Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Jika kekayaan ini dikelola dengan nilai-nilai Islam yang adil dan amanah, Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi Islam dunia.

Meski melihat potensi besar, Fazlur Rahman juga menyadari tantangan yang harus diatasi oleh umat Islam Indonesia untuk mewujudkan visi tersebut:

  1. Pendidikan: Meningkatkan kualitas pendidikan, baik agama maupun umum, agar dapat bersaing di tingkat global.
  2. Korupsi: Mengatasi budaya korupsi yang merusak kepercayaan masyarakat.
  3. Kesadaran Kolektif: Membangun kesadaran umat untuk bersama-sama membangun peradaban.
  4. Inovasi dalam Pemikiran Islam: Mengembangkan pemikiran Islam yang relevan dengan zaman, tanpa meninggalkan esensi ajarannya.

Pandangan Fazlur Rahman memberikan dorongan besar bagi umat Islam di Indonesia untuk menyadari potensi mereka dalam membangun peradaban Islam jilid II. Dengan memanfaatkan kekayaan demografi, budaya, dan intelektual, serta mengatasi tantangan yang ada, Indonesia dapat menjadi model peradaban Islam modern yang menginspirasi dunia. Namun, semua ini memerlukan komitmen kolektif dan kerja keras dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari individu hingga pemerintah. Jika umat Islam Indonesia mampu menyatukan iman, ilmu, dan amal, kejayaan peradaban Islam bukanlah impian semata.

—000—

*Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim


Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, update, wawasan Ditag dengan:Abbasiyah, History of The Arabs, Membangun, peradaban islam, Philip K. Hitti

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Obat Penurun Berat Badan: Harapan Baru, Tapi Bukan Jalan Pintas

6 April 2026 By admin

Dana Haji Rp180 Triliun, Amanah Besar yang Dikelola Transparan

6 April 2026 By admin

Inter Libas Roma 5-2, Makin Kokoh di Puncak

6 April 2026 By admin

Trump Ancam Iran, Singgung Nama Allah

6 April 2026 By admin

WFH Rabu atau Jumat, Mana Lebih Efektif? Ini Kata Pakar dan ASN Jatim

5 April 2026 By zam

Dikunjungi Amsal Sitepu, Menteri Ekraf Tegaskan Peran Penting Pegiat Ekonomi Kreatif Daerah

5 April 2026 By zam

Ronaldo Ucap “Bismillah” Sebelum Cetak Gol Penalti?

5 April 2026 By admin

Selena Gomez, Dari Salah Diagnosis hingga Berdamai dengan Bipolar

5 April 2026 By admin

Prabowo Kecam Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

5 April 2026 By admin

MBG Berujung Darurat, 72 Siswa Keracunan dan Dapur SPPG Disetop

5 April 2026 By admin

Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

5 April 2026 By isa

Uji Mental Bajul Ijo, Persebaya Surabaya Ditantang Persita Tangerang di GBT

4 April 2026 By admin

Ahli Komunikasi Harus Perkuat ‘Critical Thinking’, Jangan Sekadar “Tukang Framing”

4 April 2026 By admin

Perketat Pengawasan Haji 2026, Pemerintah Tingkatkan Sinergi Cegah Jamaah Ilegal

4 April 2026 By admin

Asap Vaping Diduga Picu Kanker Paru dan Mulut

4 April 2026 By admin

Perdagangan yang Tak Pernah Rugi: Saat Iman Menjadi Investasi Abadi

4 April 2026 By admin

Kasus Jaksa Jatim dan Ujian Integritas di Tubuh Adhyaksa

4 April 2026 By admin

Lelah yang Menyelamatkan: Investasi Sehat dari Olahraga untuk Masa Tua

4 April 2026 By admin

Saat Lima Raksasa Sepak Bola Tersingkir dari Panggung Piala Dunia

4 April 2026 By admin

Menjaga Nyala Pendidikan di Tengah Tren WFH

4 April 2026 By admin

China Isyaratkan Veto, Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz

3 April 2026 By admin

MUI Dukung Bersih-Bersih Ruang Digital

3 April 2026 By admin

Wali Kota Surabaya Rotasi 78 Pejabat, Dorong Kinerja Cepat

3 April 2026 By admin

Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia

3 April 2026 By admin

Waspadai 11 Tanda Awal Diabetes, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat

3 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Biaya Haji Berpotensi Naik, Presiden: Jangan Bebani Jamaah
  • Pemkot Surabaya Larang Siswa SMP Mengendarai Motor
  • Madrid Kembali Tersungkur, Bayern Munich Bawa Pulang Keunggulan
  • Avtur Melonjak, Pemerintah Pastikan Biaya Haji Tak Membebani Jamaah
  • Jangan Tunggu Gagal Panen, DPRD Jatim Alarm Keras Ancaman Kekeringan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.