Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima piagam penghargaan MURI dalam acara “Buka Puasa dan Hadiah Kurma Raja Salman” di Masjid Nasional Al-Akbar.Foto/ist
Surabaya (Trigger.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam acara “Buka Puasa dan Hadiah Kurma Raja Salman” yang digelar di Masjid Nasional Al-Akbar, Sabtu (21/2/2026).
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatatkan dua rekor sekaligus, yakni penyajian buka puasa berbasis jus kurma dan nasi kebuli terbanyak dengan total 20.741 porsi, serta pembacaan Asmaul Husna secara serentak oleh 18.000 jamaah.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh perwakilan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dan disaksikan Panglima TNI periode 2022–2023, Yudo Margono.
Bukti Semangat Kebersamaan
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan bahwa capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan simbol kekuatan ukhuwah dan gotong royong masyarakat Jawa Timur.
“Alhamdulillah, ini bukan hanya tentang rekor. Ini tentang kebersamaan, tentang bagaimana masyarakat Jawa Timur menunjukkan solidaritas dan kecintaan pada nilai-nilai keislaman,” ujar Khofifah usai menerima penghargaan.
Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah, TNI, ulama, dan masyarakat. Terlebih, pembagian kurma yang merupakan hadiah dari Raja Salman menjadi simbol persaudaraan antarbangsa.
“Semoga ini membawa keberkahan bagi Jawa Timur dan memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Verifikasi Ketat MURI
Senior Manager MURI, Triono, menjelaskan bahwa pencatatan rekor dilakukan melalui proses verifikasi yang ketat, mulai dari perhitungan distribusi porsi makanan hingga validasi jumlah peserta pembacaan Asmaul Husna.
“Kami melakukan pengecekan langsung di lapangan dengan tim independen. Total 20.741 porsi telah terdistribusi dan 18.000 jamaah mengikuti pembacaan Asmaul Husna secara serentak. Ini memenuhi seluruh kriteria rekor MURI,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini termasuk salah satu pencapaian terbesar dalam kategori buka puasa bersama berbasis menu khas Timur Tengah di Indonesia.
Apresiasi dari Yudo Margono
Sementara itu, Yudo Margono mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memperkuat persatuan. Saya melihat antusiasme jamaah luar biasa, tertib dan penuh khidmat,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat kebersamaan dalam momentum Ramadan diharapkan dapat terus dirawat, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ribuan Jamaah Padati Masjid
Sejak sore hari, ribuan jamaah telah memadati kompleks Masjid Nasional Al-Akbar. Panitia menyiapkan ribuan paket nasi kebuli dan jus kurma yang dibagikan secara terkoordinasi. Saat azan Magrib berkumandang, jamaah serentak membatalkan puasa bersama sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Asmaul Husna yang menggema di seluruh area masjid.
Acara berlangsung tertib dan khidmat hingga malam hari. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tahunan selama Ramadan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi yang aktif menghadirkan program keagamaan berskala besar.
Dengan torehan dua rekor tersebut, Jawa Timur kembali mencatatkan namanya dalam daftar prestasi nasional, sekaligus menunjukkan bahwa semangat kebersamaan mampu menghadirkan capaian yang membanggakan.(kai)



Tinggalkan Balasan