
Surabaya (Trigger.id) – Libur panjang Idul Fitri selalu menghadirkan denyut yang berbeda di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Di tengah riuhnya kota, destinasi legendaris ini kembali menjadi magnet bagi warga lokal maupun pemudik yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Bagi banyak orang, berkunjung ke KBS saat Lebaran bukan sekadar rekreasi, melainkan tradisi yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Menyambut Lebaran 2026, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan bergerak cepat mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diprediksi memuncak pada 20 hingga 24 April. Koordinasi pun dilakukan bersama kepolisian untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengunjung. Fokus utama tertuju pada pengaturan parkir—salah satu tantangan klasik setiap musim liburan.
Sebagai solusi, kawasan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) disiapkan menjadi kantong parkir utama. Area ini mampu menampung ratusan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Ketika kapasitas TIJ mencapai batasnya, pengunjung akan diarahkan menuju Surabaya Town Square (Sutos), yang telah disiapkan sebagai lokasi parkir tambahan melalui kerja sama khusus.
Namun, upaya ini tidak berhenti pada penyediaan lahan parkir. Untuk memastikan mobilitas tetap lancar dan nyaman, Dishub Surabaya juga menghadirkan layanan shuttle bus yang menghubungkan titik parkir dengan KBS. Menariknya, armada yang digunakan adalah bus sekolah yang sedang tidak beroperasi selama libur Lebaran. Bus-bus ini disulap menjadi kendaraan antar-jemput, mengantarkan pengunjung dari Sutos menuju KBS, dan sebaliknya saat perjalanan pulang.
Langkah ini bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga mencerminkan wajah kota yang adaptif dan inovatif. Di tengah meningkatnya jumlah wisatawan, Surabaya berupaya menjaga pengalaman berkunjung tetap menyenangkan. KBS pun tidak hanya tampil sebagai kebun binatang, tetapi sebagai ruang rekreasi yang terus berbenah mengikuti kebutuhan zaman.
Bagi para pengunjung, perjalanan ke KBS kini menjadi bagian dari cerita Lebaran itu sendiri—dari mencari tempat parkir, menaiki shuttle bus, hingga akhirnya tiba di gerbang kebun binatang yang penuh kenangan. Di sana, tawa anak-anak, langkah santai keluarga, dan rasa syukur setelah Ramadan berpadu menjadi satu.
Pada akhirnya, KBS bukan hanya destinasi wisata, melainkan simbol kebersamaan. Di tengah hiruk-pikuk modernitas dan padatnya kota, ia tetap menjadi ruang sederhana tempat keluarga merayakan kebahagiaan. Dan setiap Lebaran, cerita itu selalu terulang—dengan cara yang semakin baik. (ian)



Tinggalkan Balasan