• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Kopi Tahlil Pekalongan, Hangatnya Kopi Rempah dari Tradisi Doa Malam

13 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Kopi Tahlil Khas Pekalongan. Foto: IST.

Pekalongan (Trigger.id) – Di banyak sudut kota Pekalongan, ketika malam mulai turun dan udara menjadi lebih sejuk, aroma kopi bercampur rempah perlahan menyebar dari warung-warung kecil. Wangi jahe, serai, dan kayu manis berpadu dengan kopi panas, menciptakan minuman yang bukan sekadar penghangat tubuh, tetapi juga menyimpan cerita tradisi. Minuman itu dikenal dengan nama kopi tahlil.

Bagi masyarakat Pekalongan, kopi tahlil bukan hanya sekadar minuman. Ia lahir dari budaya kebersamaan, dari tradisi doa dan pertemuan warga yang dikenal dengan tahlilan.

Berawal dari Tradisi Tahlilan

Nama kopi tahlil berasal dari tradisi tahlilan, yaitu kegiatan doa bersama yang lazim dilakukan masyarakat Muslim di banyak daerah di Indonesia, khususnya di Jawa. Dalam acara tersebut, tuan rumah biasanya menyediakan berbagai hidangan sederhana untuk para tamu.

Salah satu minuman yang sering disajikan adalah kopi panas. Namun masyarakat Pekalongan memberi sentuhan berbeda: kopi tidak hanya diseduh biasa, melainkan dicampur dengan aneka rempah.

Campuran rempah itu membuat kopi terasa lebih hangat, harum, dan sedikit pedas. Selain menghangatkan tubuh saat malam hari, rempah-rempah tersebut juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan.

Sejak saat itu, minuman ini dikenal sebagai kopi tahlil—kopi yang identik dengan suasana doa, kebersamaan, dan kehangatan warga.

Racikan Kopi dengan Sentuhan Rempah Nusantara

Keunikan kopi tahlil terletak pada komposisi rempahnya. Dalam satu cangkir kopi, biasanya terdapat perpaduan berbagai bahan alami seperti:

  • kapulaga
  • jahe
  • cengkih
  • kayu manis
  • daun pandan
  • batang serai
  • pala

Rempah-rempah tersebut direbus bersama air sebelum dicampur dengan kopi. Hasilnya adalah minuman dengan aroma yang kuat, rasa yang kompleks, serta sensasi hangat yang khas di tenggorokan.

Sebagian penjual juga menggunakan kopi owa, sejenis kopi arabika yang berasal dari kawasan pegunungan Petungkriyono di Pekalongan. Kopi ini dikenal memiliki karakter rasa yang lebih lembut namun tetap kuat aromanya, sehingga cocok dipadukan dengan rempah.

Dari Kopi Jahe Menjadi “Kopi Tahlil”

Kisah populer tentang kopi tahlil tak lepas dari seorang penjual bernama Usman. Sekitar tahun 2002, ia mulai menjual kopi rempah di Pekalongan.

Awalnya, minuman tersebut ia sebut kopi jahe karena jahe menjadi bahan yang paling terasa. Namun pelanggan merasa rasanya tidak hanya didominasi jahe karena ada berbagai rempah lain yang ikut memberi karakter.

Akhirnya, atas saran pelanggan, Usman mengganti namanya menjadi kopi tahlil, merujuk pada kebiasaan minuman itu disajikan dalam acara tahlilan. Nama itu ternyata justru membuat minuman ini semakin dikenal luas.

Teman Setia Malam di Pekalongan

Kini, kopi tahlil dapat dengan mudah ditemukan di berbagai sudut kota Pekalongan, terutama pada malam hari. Banyak kedai sederhana yang menjual minuman ini hingga larut malam, menjadi tempat berkumpul warga setelah beraktivitas.

Biasanya kopi tahlil tidak dinikmati sendirian. Minuman ini kerap ditemani berbagai kudapan khas seperti:

  • ketan kinca (ketan dengan gula merah cair)
  • kacang rebus atau goreng
  • gorengan hangat

Perpaduan rasa kopi rempah yang hangat dengan manisnya gula merah menciptakan pengalaman kuliner yang sederhana namun berkesan.

Saudara Jauh Kopi Rempah Nusantara

Menariknya, kopi dengan racikan rempah ternyata tidak hanya ditemukan di Pekalongan. Minuman serupa juga dikenal di beberapa wilayah Indonesia, seperti di Pulau Alor dan Manggarai di Nusa Tenggara Timur.

Hal ini menunjukkan bahwa tradisi memadukan kopi dengan rempah sebenarnya merupakan bagian dari kekayaan kuliner Nusantara, yang berkembang dengan karakter lokal masing-masing daerah.

Namun di Pekalongan, kopi tahlil memiliki identitas yang unik: ia tidak hanya minuman, tetapi juga simbol kebersamaan dan tradisi sosial masyarakat.

Lebih dari Sekadar Kopi

Di tengah menjamurnya kedai kopi modern, kopi tahlil tetap bertahan sebagai minuman rakyat yang sederhana namun sarat makna.

Secangkir kopi tahlil bukan hanya tentang rasa. Ia adalah tentang cerita malam di kota pesisir, tentang aroma rempah yang menenangkan, serta tentang kebersamaan yang lahir dari tradisi doa dan silaturahmi.

Mungkin itulah sebabnya, bagi banyak orang Pekalongan, kopi tahlil selalu terasa lebih hangat—bukan hanya di tubuh, tetapi juga di hati. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, seni budaya, update Ditag dengan:Doa Malam, Hangatnya, Kopi, Kopi Rempah, Kopi Tahlil, Pekalongan, tradisi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Kemenekraf Dorong Media Digital Naik Kelas

29 Oktober 2026 By admin

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti

29 Oktober 2026 By admin

Investor Pasar Modal Jatim Naik 69,93 %, OJK Tekankan Literasi dan Perlindungan

28 Oktober 2026 By admin

MUI : Pelaku “Imam Mahdi” Bangkalan Sesat.

28 Oktober 2026 By admin

Dua Anak Menhaj Mundur dari Tenaga Ahli Usai Menuai Sorotan

27 Oktober 2026 By admin

Indonesia–India Bangun Koridor Teknologi Kreatif di KEK Singhasari Malang

27 Oktober 2026 By admin

Armada WiraWiri Tambah 18 Mikrobus Rute Surabaya Barat

27 Oktober 2026 By admin

Waspada Stroke, Kenali Gejala dengan Metode FAST

26 Oktober 2026 By admin

Indonesia Delapan Besar Asian Para Games 2026, Boccia Jadi Lumbung Emas

25 Oktober 2026 By admin

Petenis Tanah Air Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026

25 Oktober 2026 By admin

Cuaca Panas 38 Derajat, Pakar Unair : Kendalikan Emosi

24 Oktober 2026 By admin

Diskominfo Tabalong Studi Banding ke PWI Jatim Pelajari Penguatan Pers

24 Oktober 2026 By admin

Akses Penanjakan Bromo Dibuka Usai Kebakaran

23 Oktober 2026 By admin

Pataka Resolusi Jihad, Kobarkan Semangat Juang Santri

23 Oktober 2026 By admin

ITS Ciptakan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Terintegrasi IoT

22 Oktober 2026 By admin

Khofifah Minta Distribusi Biosolar dan Pertalite Dipercepat

21 Oktober 2026 By admin

Sambut Hari Santri 2026, Ziarahi Makam Pencipta Lambang NU

21 Oktober 2026 By admin

Heboh Kode QR UMKM Tersambung Bank Tiongkok, Begini Aturannya.

21 Oktober 2026 By admin

UNESA dan UM Raih Gelar Juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya

20 Oktober 2026 By admin

Trump Soroti Imigrasi Prancis, Klaim Paris Terancam Menjadi Kota Muslim

20 Oktober 2026 By admin

Kewajiban Sertifikasi Halal Produk Mundur Tahun 2028

20 Oktober 2026 By admin

Benahi Rumah Potong Unggas, Perkuat Jaminan Halal dan Higienis

20 Oktober 2026 By admin

UM dan UNESA Berebut Takhta Futsal Campus League 2026

19 Oktober 2026 By admin

Garden Fest Menikmati Persawahan Sore Hari

19 Oktober 2026 By admin

350 Atlet Selam Adu Cepat di SRC

19 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

November 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
« Okt    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Giat Tanam Cabe Terapkan Inovasi Teknologi ITS
  • 5 Rumah Pompa Kawasan Banjir Beroperasi 1 Desember 2026
  • Tumpak Sewu, Pesona Tirai Air yang Mendunia
  • MLSC Surabaya dan Bandung Seri 1 2026–2027 Tuntas, Empat Sekolah Raih Gelar Juara
  • Rudy Saladin, Jejak Kepemimpinan, Keteladanan dan Persahabatan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.