
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan operasional angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur.Foto/ist
Surabaya (Trigger.Id)– Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan operasional angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur terus dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, TNI-Polri, dan para pemangku kepentingan terkait.
Rapat koordinasi yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat, membahas langkah antisipatif guna menjamin arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman, lancar, dan selamat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa Posko Terpadu Angkutan Lebaran akan beroperasi mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Posko ini berfungsi mengoptimalkan pengendalian dan pengawasan operasional transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
“Kami ingin memastikan seluruh simpul transportasi di Jawa Timur siap menghadapi lonjakan penumpang. Koordinasi ini penting agar tidak ada hambatan berarti di lapangan,” ujar Dudy.
Ia menambahkan, Kementerian Perhubungan akan menindaklanjuti sejumlah catatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk penguatan layanan penyeberangan antarpulau melalui penambahan armada kapal serta pengaturan teknis di pelabuhan utama.
Antisipasi kepadatan juga difokuskan pada titik-titik rawan seperti pasar tumpah, kawasan wisata, dan perlintasan kendaraan angkutan barang berskala nasional. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas diberlakukan pada 13–29 Maret 2026, kecuali untuk distribusi bahan pokok dan kebutuhan strategis lainnya.
“Pembatasan ini bukan pelarangan total, melainkan pengaturan waktu dan jenis kendaraan agar arus mudik tidak terganggu,” jelasnya.
Khusus terkait perayaan Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026, Kemenhub akan menerapkan delaying system dan menyiapkan buffer zone di pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Dewata. Sosialisasi jadwal penutupan sementara layanan penyeberangan juga akan dilakukan secara masif kepada masyarakat.
Secara nasional, survei Kemenhub memperkirakan sekitar 143,7 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026. Angka ini berpotensi meningkat sebagaimana tren realisasi tahun-tahun sebelumnya.
Rekayasa lalu lintas di jalan tol akan diterapkan secara terpadu oleh Korps Lalu Lintas Polri bersama kepolisian daerah, meliputi skema contraflow, sistem satu arah (one way), serta ganjil genap sesuai situasi di lapangan.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemerintah daerah membangun sinergi penuh bersama TNI-Polri, operator transportasi, dan instansi vertikal guna memastikan layanan angkutan Lebaran berjalan optimal.
“Kami ingin menghadirkan mudik yang aman dan membahagiakan. Sinergi dilakukan sedetail mungkin, mulai dari kesiapan terminal, pelabuhan, stasiun, bandara, hingga rest area di jalan tol,” kata Khofifah.
Kapolda Jawa Timur turut memastikan kesiapan personel pengamanan dan pos pelayanan terpadu di berbagai titik strategis, termasuk jalur pantura, jalur selatan, serta akses menuju kawasan wisata dan pelabuhan penyeberangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Jawa Timur dapat berlangsung tertib, terkendali, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun balik.(kai)



Tinggalkan Balasan