• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga

10 Maret 2026 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga. Foto: Arsip

Yogyakarta (Trigger.id) – Trauma sering kali diasosiasikan dengan peristiwa besar seperti kecelakaan, bencana, atau kekerasan di ruang publik. Namun kenyataannya, luka psikologis juga dapat lahir dari tempat yang seharusnya paling aman: keluarga.

Lingkungan keluarga yang penuh tekanan, tuntutan berlebihan, atau kekerasan dapat meninggalkan dampak mendalam pada perkembangan psikologis seseorang, terutama pada masa dewasa muda. Meski tidak semua trauma berujung pada gangguan mental, pengalaman tersebut tetap dapat memunculkan tekanan emosional berkepanjangan.

Penelitian yang dilakukan oleh Amalia Rahmandani, mahasiswa doktoral di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menyoroti fenomena trauma pada kelompok usia emerging adult atau dewasa muda, yakni rentang usia 18 hingga 25 tahun.

Dalam riset yang dipaparkannya pada Ujian Terbuka Promosi Doktor di Fakultas Psikologi UGM pada Jumat (6/3), Amalia menjelaskan bahwa trauma kompleks sering kali muncul dari pengalaman traumatis yang terjadi berulang dan berlangsung lama.

“Trauma kompleks umumnya bersifat relasional dan banyak terjadi dalam konteks keluarga atau sistem pengasuhan utama,” jelas Amalia.

Ketika Tuntutan Berubah Menjadi Luka

Menurut Amalia, tekanan yang diberikan kepada anak untuk selalu tampil sempurna atau memenuhi ekspektasi tertentu dapat menjadi salah satu pemicu trauma. Kondisi tersebut semakin berat jika disertai kekerasan, baik secara fisik, psikologis, maupun seksual.

Trauma yang muncul biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan terbentuk dari akumulasi pengalaman yang tidak terselesaikan. Luka-luka kecil yang terus menumpuk akhirnya membentuk trauma yang lebih kompleks.

“Trauma kompleks sering kali muncul sebagai akumulasi dari berbagai permasalahan yang tidak terselesaikan dalam relasi keluarga,” ujarnya.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan emosional individu dan menimbulkan berbagai tantangan psikologis, termasuk kesulitan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Distress dan Pertumbuhan Bisa Berjalan Bersama

Meski demikian, penelitian Amalia juga menunjukkan bahwa penyintas trauma kompleks tidak selalu berada dalam kondisi stagnan. Banyak dari mereka justru memiliki kesadaran untuk memperbaiki diri dan berusaha bangkit dari pengalaman pahit.

Para penyintas sering kali belajar mengandalkan dirinya sendiri dan berusaha membangun kembali kepercayaan yang sempat rusak. Dalam proses tersebut, dukungan sosial menjadi faktor yang sangat penting.

“Proses penyembuhan biasanya dimulai dari upaya memulihkan kepercayaan atau trust issue. Dari situ, penyintas memiliki kesempatan untuk tumbuh,” kata Amalia.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan pascatrauma atau posttraumatic growth merupakan proses yang dinamis dan tidak selalu linier. Dalam banyak kasus, pertumbuhan psikologis justru berjalan berdampingan dengan tekanan emosional.

Dengan kata lain, seseorang bisa saja masih merasakan distress, bahkan gejala stres pascatrauma kompleks, namun tetap mengalami perkembangan positif dalam dirinya.

Proses Menemukan Makna Baru

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pertumbuhan pascatrauma tidak lahir dari ketiadaan penderitaan. Sebaliknya, pertumbuhan itu muncul melalui proses refleksi mendalam terhadap pengalaman hidup.

Penyintas biasanya melakukan rekonstruksi makna tentang dirinya, hubungan dengan orang lain, serta cara menghadapi masa depan. Proses ini didukung oleh kemampuan mengelola tekanan atau yang dikenal sebagai fleksibilitas coping.

Sikap proaktif dalam menghadapi masalah, kemampuan bersyukur, serta harapan yang realistis menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.

“Fleksibilitas dalam menghadapi tekanan terbukti memiliki peran besar dalam proses pertumbuhan pascatrauma,” ungkap Amalia.

Harapan di Balik Luka

Temuan ini menunjukkan bahwa trauma bukanlah akhir dari perjalanan seseorang. Meski meninggalkan luka, pengalaman tersebut juga dapat menjadi titik awal untuk memahami diri secara lebih dalam.

Dengan dukungan sosial yang memadai, strategi coping yang sehat, dan proses refleksi yang jujur, banyak penyintas trauma justru mampu menemukan kekuatan baru dalam dirinya.

Di balik luka yang lahir dari lingkungan terdekat, selalu ada peluang untuk tumbuh—perlahan, tetapi pasti. (ori)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, nusantara, update Ditag dengan:Amalia Rahmandani

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Timnas Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series 2026

9 Maret 2026 By admin

Hari Musik Nasional: Nada-Nada yang Menyatukan Identitas Bangsa

9 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

9 Maret 2026 By admin

Perang Iran Jadi Taruhan Besar Trump

9 Maret 2026 By admin

Liga Arab Minta Iran Hentikan Serangan ke Wilayah Negara Arab

9 Maret 2026 By admin

Persebaya Remuk Redam Dihajar Borneo FC 5-1

8 Maret 2026 By admin

Khofifah Ajak REI Percepat Penyediaan Rumah MBR

7 Maret 2026 By admin

Musisi Legendaris Donny Fattah Wafat

7 Maret 2026 By admin

Obat GLP-1 Berpotensi Tingkatkan Risiko Gangguan Tulang

7 Maret 2026 By admin

Persebaya Hadapi Misi Berat di Samarinda

7 Maret 2026 By admin

Menag Luruskan Polemik Zakat saat Ceramah Subuh di Al-Akbar

7 Maret 2026 By wah

Surabaya Batasi Warganya Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

7 Maret 2026 By wah

Merawat Hutan Jawa Timur: Antara Konservasi, Edukasi, dan Wisata Alam

7 Maret 2026 By isa

Komisi E DPRD Jatim Dukung Pengawasan Ketat THR 2026

7 Maret 2026 By admin

Perang Timur Tengah Picu Pembatalan Ribuan Penerbangan

7 Maret 2026 By admin

Intelijen Iran Peringatkan Dugaan Operasi “Bendera Palsu” Israel di Al-Aqsa

7 Maret 2026 By admin

Bijak Mengelola THR di Tengah Ketidakpastian Global

6 Maret 2026 By admin

Ramadan, PWI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

6 Maret 2026 By admin

Derby Milan: Pertarungan Harga Diri di San Siro

6 Maret 2026 By admin

Iqra: Kata Pertama yang Mengubah Sejarah

6 Maret 2026 By admin

Menjaga Stamina Akhir Ramadan, Dokter Ingatkan Pola Sahur dan Tidur Cukup

6 Maret 2026 By admin

Miliarder UEA Kritik Tajam Trump Soal Perang Iran

6 Maret 2026 By admin

Belajar Ngaji di Usia Senja: Ketika Hati Kembali Menemukan Cahaya

6 Maret 2026 By wah

Jelang Lebaran, Jasa Marga Surabaya-Mojokerto Tingkatkan Pemeliharaan Ruas Jalan Tol

6 Maret 2026 By zam

City Tertahan, Guardiola: Perburuan Gelar Belum Usai

6 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga
  • Komodo di Ujung Ancaman, Ketika Habitat Menyusut dan Perburuan Mengintai
  • Masjid Saka Tunggal, Jejak Awal Islam di Tanah Jawa
  • Hutan Kota Jeruk, Disiapkan Jadi Sarana Rekreasi dan Penggerak Ekonomi
  • Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.