
Surabaya (Trigger.id) – Kulit buah naga yang selama ini kerap berakhir sebagai limbah ternyata memiliki potensi diolah menjadi produk bernilai ekonomis.
Tiga mahasiswa Universitas Airlangga melalui tim Trio Mawapres mengembangkan _Teanaga_ , inovasi teh celup berbahan dasar kulit buah naga yang praktis sekaligus menawarkan potensi sebagai minuman kaya antioksidan.
Tim Trio Mawapres terdiri Khaerul dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Ellien Meyrani dan Fauziah Laili Romadhon dari Fakultas Vokasi (FV). Melalui _Teanaga,_ mereka berupaya mengubah bagian buah yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.
Gagasan _Teanaga_ berawal ketika Khaerul menemukan informasi mengenai kandungan antioksidan dalam kulit buah naga melalui media sosial. Informasi ini kemudian mendorong tim menggali lebih jauh potensi kulit buah naga sebagai bahan dasar produk minuman.
Menurut Khaerul, kulit buah naga mengandung senyawa antosianin dan antioksidan yang memiliki potensi dimanfaatkan. Selama ini, masyarakat umumnya hanya mengonsumsi bagian daging buah, sedangkan kulitnya langsung dibuang.
“Padahal kulit buah naga memiliki kandungan antioksidan dan antosianin yang cukup tinggi. Selain daging buah, kulit buah naga juga bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Khaerul dikutip dari laman News Unair, Kamis (10/9).
Trio Mawapres bekerja sama dengan sejumlah UMKM penjual jus buah di Surabaya untuk memperoleh bahan baku sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pangan dari aktivitas usaha.
Ellien Meyrani menjelaskan pemilihan teh celup sebagai bentuk produk dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kepraktisan dan daya simpan. Dengan bentuk tersebut, _Teanaga_ diharapkan mudah dikonsumsi sehari-hari.
Keunikan produk terletak pada penggunaan kulit buah naga sebagai bahan utama. Untuk memberikan pilihan kepada konsumen, _Teanaga_ dikembangkan dalam dua varian rasa, yakni original dan lemon.
Fauziah Laili Romadhon menambahkan _Teanaga_ menyasar masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pola hidup sehat sekaligus peduli terhadap isu lingkungan dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan. “ _Teanaga_ tidak hanya menjadi minuman, tetapi mendukung gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan,” tutur Fauziah. (wah)



Tinggalkan Balasan