
Jakarta (Trigger.id) – Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, langsung bergerak menjalankan sejumlah agenda setelah ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui Muktamar Ke-35 NU di Jombang.
Hari pertama ngantor di PBNU Jumat, 4 September 2026, Gus Kikin bertemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al-Amoudi. Kemudian dilanjutkan dengan menerima silaturahim jajaran pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Pertemuan dengan Dubes Arab Saudi menjadi bagian dari upaya Gus Kikin membangun komunikasi dan memperkuat hubungan PBNU dengan mitra strategis, khususnya dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan keumatan dan kerja sama internasional.
Setelah itu, Gus Kikin menerima kunjungan Komisaris Utama BSI Muhadjir Effendy dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo di Gedung PBNU. Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahim dan membahas penguatan sinergi antara NU dan sektor ekonomi syariah.
Di internal PBNU, Gus Kikin juga mengawali aktivitas dengan ramah tamah bersama karyawan serta sejumlah kader NU dari berbagai daerah yang hadir di Jakarta.
Ia kemudian meninjau sejumlah fasilitas gedung PBNU. Bersamaan dengan konsolidasi awal tersebut, Gus Kikin mulai mematangkan susunan Pengurus PBNU Masa Khidmat 2026-2031.
Sejumlah nama telah dimintai kesediaannya, termasuk H Gudfan Arif yang kembali disiapkan untuk mengemban amanah sebagai Bendahara Umum PBNU.
Gus Kikin menegaskan penyusunan kepengurusan tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Selain melalui musyawarah dan pertimbangan organisatoris, ia akan menggunakan istikharah sebagai bagian dari tradisi NU untuk menentukan sosok yang dinilai tepat dan mampu memberikan manfaat bagi umat.
“Tradisi NU adalah Istikhoroh, supaya kita bisa mendapatkan petunjuk siapa saja yang cocok dan siapa saja yang dapat memberikan manfaat kepada ummat ketika menjadi pengurus,” ujar Gus Kikin. (wah)



Tinggalkan Balasan