
Washington (Trigger.id) — Mayoritas warga Yahudi di Amerika Serikat menyatakan penolakan terhadap kebijakan perang yang dijalankan Presiden Donald Trump terhadap Iran, berdasarkan survei terbaru Mellman Group.
Dari 800 responden, sebanyak 55 persen menolak aksi militer, sementara hanya 32 persen yang mendukung. Penolakan paling kuat datang dari kalangan Yahudi berafiliasi Demokrat (74 persen), sedangkan dukungan tinggi justru terlihat di kelompok Republikan (83 persen).
Perbedaan juga tampak berdasarkan gender. Perempuan Yahudi lebih banyak menolak (59 persen) dibanding laki-laki (49 persen). Alasan utama penolakan mencakup ketiadaan dasar hukum yang jelas serta strategi militer yang dinilai belum matang. Sebanyak 73 persen responden menegaskan bahwa presiden seharusnya meminta persetujuan Kongres sebelum melancarkan serangan.
Di sisi lain, hubungan erat dengan Israel di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu turut menimbulkan kekhawatiran. Sekitar 54 persen responden cemas kerja sama militer tersebut dapat memicu sentimen negatif terhadap komunitas Yahudi di AS.
Survei lain dari Reuters/Ipsos menunjukkan tren serupa di tingkat nasional. Hanya 27 persen warga AS yang mendukung serangan ke Iran, sementara 43 persen menolak dan sisanya ragu-ragu. Bahkan, 56 persen responden menilai Trump terlalu mudah menggunakan kekuatan militer.
Eskalasi konflik juga mulai berdampak langsung. Militer AS melaporkan korban jiwa di pihaknya, termasuk tewasnya sejumlah tentara dan jatuhnya beberapa jet tempur. Kondisi ini membuat sebagian pendukung, termasuk dari Partai Republik, mulai mempertimbangkan kembali dukungan mereka jika korban terus bertambah. (ian)



Tinggalkan Balasan