• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Menanamkan Integritas Anti Korupsi Sejak Dini

12 Oktober 2022 by zam Tinggalkan Komentar

Ilustrasi integritas anti korupsi pada anak. Foto: Dindik.jatimprov.go.id

Surabaya (Trigger.id) – Prihatin! Kasus demi kasus operasi tangkap tangan (OTT) terus menghiasi pemberitaan di negeri ini. Banyaknya OTT adalah salah satu indikator bahwa praktik korupsi masih menjadi kanker akut yang harus segera diamputasi agar tidak merusak sendi-sendi bangsa ini.

Ada fakta menarik di beberapa kasus korupsi, yakni beberapa pelaku masih memiliki hubungan kekeluargaan. Tentu, yang jadi pertanyaan besarnya, apakah nilai-nilai integitas tak diajarkan dalam keluarga mereka? 

Tidak bisa kita pungkiri, keluarga memiliki peranan penting dalam memberikan corak dan warna dalam masyarakat sebuah bangsa. Pendidikan yang baik di keluarga dapat mengantarkan sebuah bangsa menuju kemajuan dan kejayaan peradaban. Sebaliknya, bilamana pendidikan dalam keluarga sudah tidak menjadi perhatian dan diabaikan, maka cepat atau lambat kerusakan moral akan menggerogoti anak-anak dan generasi muda bangsa tersebut. 

Masyarakat tak ubahnya sebuah bangunan, dan keluarga adalah salah satu pondasinya. Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama bagi anak. Keluarga menjadi lingkungan pembentuk kepribadian, termasuk penanaman nilai-nilai integritas dan antikorupsi. Nilai-nilai integritas adalah jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, peduli, kerja keras, mandiri, dan sederhana. 

Menurut Imam al-Ghazali, “Anak adalah amanat di tangan kedua orangtuanya. Hatinya yang suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apapun, mudah condong kepada segala sesuatu”. 

Perkataan Imam al-Ghazali menunjukkan bahwa orangtua berperan penting dalam memberikan teladan dan pendidikan kepada anak. Apabila orangtua dan keluarga membiasakan dan mendidik anak dengan hal-hal yang baik, maka anak akan tumbuh dengan kebaikan itu. Sebaliknya, apabila anak dididik dengan keburukan atau bahkan diabaikan pendidikannya, maka mereka akan tumbuh dengan keburukan pula.

Perkataan Imam al-Ghazali menunjukkan bahwa orangtua berperan penting dalam memberikan teladan dan pendidikan kepada anak. Apabila orangtua dan keluarga membiasakan dan mendidik anak dengan hal-hal yang baik, maka anak akan tumbuh dengan kebaikan itu. Sebaliknya, apabila anak dididik dengan keburukan atau bahkan diabaikan pendidikannya, maka mereka akan tumbuh dengan keburukan pula.

Seorang anak akan tumbuh dan berkembang menjadi dewasa di antara keluarganya. Anak akan terbentuk karakternya sesuai apa yang menjadi kebiasaan dan dibiasakan oleh ayah, ibu dan keluarganya. Maka penguatan peran keluarga untuk memberikan pengaruh yang baik mutlak untuk dilakukan. Keluarga harus memiliki visi yang jelas. Ayah dan ibu harus memiliki kesamaan visi agar karakter yang dibentukkan ke anak tidak saling bertolak belakang. Perlu upaya yang serius dan kerja keras secara terus menerus dalam mendidik anak, memperbaiki kesalahan mereka serta membiasakan anak-anak untuk selalu mengerjakan kebaikan. 

Menumbuhkan karakter baik pada anak bisa dicapai jika orangtua melakukan hal-hal berikut ini: 

1. Menampilkan suri teladan yang baik

Apa yang dilakukan oleh anak adalah hasil dari meniru keluarganya. Maka kedua orangtua harus mampu menjadi teladan apabila ingin anaknya memiliki karakter yang baik. Orangtua haruslah yang lebih dulu menunjukkan kejujuran, kesederhanaan dan sikap bertanggung jawab jika ingin anak-anak mereka memiliki sifat-sifat tersebut.

2. Mencari waktu yang tepat untuk memberikan nasihat

Anak-anak terkadang menerima nasihat, namun di lain waktu menolaknya. Orang tua mesti jeli, kapan saat-saat anak dapat menerima nasihat, dan kapan enggan mendengarkannya. Jika sudah berhasil menemukannya, orangtua akan dengan mudah memberi masukan, membangun pola pikir, mengarahkan perilaku dan menumbuhkan akhlak yang baik pada diri anak. Selain nasihat, hal lain yang bisa dilakukan adalah menanamkan perilaku baik melalui cerita. Beberapa judul buku yang bisa digunakan adalah “Orange Juice for Integrity: Belajar Integritas Dari Tokoh Bangsa” atau “Piknik Di Kumbinesia” yang bisa diperoleh di situs ACLC KPK.

3. Bersikap adil terhadap anak

Orangtua harus berlaku adil dalam memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, baik dalam bentuk material maupun spiritual. Jangan sampai timbul iri dengki antar saudaranya karena adanya ketidakadilan. Orangtua juga tidak diperkenankan menampakkan kecintaan kepada salah satu anak saja di hadapan saudara-saudaranya yang lain. Hal ini menjadi salah satu cermin dari penerapan salah satu nilai integritas yakni adil. 

4. Menunaikan hak anak

Menunaikan hak anak dan menerima kebenaran darinya dapat menumbuhkan perasaan positif dalam diri mereka. Hal ini juga menjadi pembelajaran bahwa kehidupan itu adalah memberi dan menerima. Menunaikan hak anak juga termasuk bagian dari tanggung jawab yang bisa dilatihkan kepada mereka, yakni memberikan anak kepercayaan dan menerima konsekuensi dari apa yang dilakukan.

5. Memberikan anak mainan edukatif

Memberikan mainan edukatif sesuai dengan usia dan kemampuannya menjadi hal yang penting untuk merangsang potensinya. Beberapa permainan papan (boardgame) seperti Keranjang Bolong, ataupun Kuartet Sahabat Pemberani bisa menjadi pilihan. Ada beberapa kriteria mainan yang baik untuk anak, yakni :

a. Mainan yang diberikan memicu anak bergerak, untuk menjaga kesehatan jasmaninya.

b. Mainan yang dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan inisiatif anak.

c. Mainan yang mendorong anak untuk meniru tingkah laku dan cara berpikir positif orang dewasa, termasuk internalisasi nilai-nilai integritas.

6. Tidak suka marah dan mencela

Sering memarahi anak hanya akan menjadikan mereka semakin sulit diatur, apalagi memarahinya tanpa sebab yang jelas. Mencelanya juga menjadikan anak menjadi penakut. Ketika kedua orangtua mencela anaknya, sesungguhnya mereka telah mencela diri mereka sendiri. Sebab, apa yang dilakukan oleh anak adalah hasil didikan orangtua dan keluarganya. 

7. Mendoakan anak

Mendoakan anak adalah bentuk kasih sayang dan ketulusan orangtua dalam mendidik anak. Hal ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam. Abu Hamzah bin Abdillah berkata, “Aku bertanya kepada Abu Ubaidah bin Utbah bin Mas’ud, “Apa yang engkau ingat dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam?”. Dia menjawab, “Aku ingat bahwa beliau menggendongku ketika aku berumur lima tahun atau enam tahun, kemudian beliau mendudukanku di pangkuan beliau, mengusap kepalaku dan mendoakan keberkahan bagiku serta anak cucuku”. Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab Mustadraknya.

JIka orangtua dan keluarga memperhatikan hal di atas, maka tak mustahil akan terbentuk generasi yang berkarakter dan siap untuk menjadi pemimpin yang berintegritas negeri ini. Karena dari rahim keluarga yang berkarakter akan melahirkan generasi yang berkarakter pula. Mari saatnya membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa. (zam)

Penulis : Wijaya Kurnia Santoso, Penyuluh Antikorupsi, berprofesi sebagai guru fisika dan Kepala SMA Bina Insan Mandiri di Nganjuk, Jawa Timur.

Sumber : kpk.go.id

Penulis :

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, Tips Ditag dengan:anti korupsi, Integritas Anti Korupsi, Integritas Sejak Dini

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Kemenag : Penghulu Bisa Jadi Agen Warga Daftar Perlinsos

7 Oktober 2026 By admin

Jawara FIFA ASEAN Cup 2026 Lewat Adu Penalti

6 Oktober 2026 By admin

Herdman Ingin Hentikan Dominasi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

5 Oktober 2026 By admin

Pemerintah Siapkan Rp 31 T, Usia Diatas 17 Tahun Dapat Rekening Bank

5 Oktober 2026 By admin

Prabowo Resmikan 204 Satuan TNI dan 6 Kodam Baru

5 Oktober 2026 By admin

Logo HUT Ke-81 Jatim Tegaskan Arah Pembangunan Berkelanjutan

4 Oktober 2026 By admin

Kemkomdigi : Notifikasi Tak Cukup, Operator Harus Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

4 Oktober 2026 By admin

KCL Singhasari Siapkan Dua Magister Baru, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Oktober 2026 By admin

Dekananto Eko Purwono Dipercaya Jadi Kapolda Jatim

3 Oktober 2026 By admin

“Batik Berlayar” Merawat Tradisi Menggairahkan Ekonomi

2 Oktober 2026 By admin

Gubernur Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November 2026

2 Oktober 2026 By admin

Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026

1 Oktober 2026 By admin

PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader

1 Oktober 2026 By isa

BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM

1 Oktober 2026 By admin

‘Apartemen’ Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara. Siapa Donaturnya ?

1 Oktober 2026 By admin

Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan

30 September 2026 By admin

Sambut Allergy Awareness Day, Morinaga Soya Rayakan Beragam Potensi Anak di Surabaya dan Malang

30 September 2026 By zam

Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Dibuka Hari Ini, Gratis Selama 14 Hari

30 September 2026 By zam

Gaya Hidup Tak Sehat Picu Serangan Jantung Usia Muda

29 September 2026 By admin

Rumah Kaca Sekolah Bumi Shalawat Jadi Laboratorium Agrikultur Modern

29 September 2026 By admin

Tips Memilih Daging Sapi Aman dan Berkualitas

29 September 2026 By admin

Jelang Indonesia vs Malaysia, GBK Semarak Hiburan Suporter

28 September 2026 By admin

Syahrini 7 Tahun Setelah Jaga Anak dan Reino Barack

28 September 2026 By admin

Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Refleksi Perobekan Bendera

27 September 2026 By admin

Manasik Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

27 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Surabaya Petakan Venue Cabor Jelang Tuan Rumah Porprov 2027
  • Prof Inung : Jangan Asal Kuliah UIN, Santri Harus Kuasai Teknologi
  • Kajian Ahad Dhuha Forsikom: Sembilan Obat Malas
  • 500 Undangan HUT ke-81 Jatim Ludes 31 Detik
  • TKD Tembus Rp 599,2 T Sampai September, Stimulus Daerah Diperkuat

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.