• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Menyikapi Doa Yang Belum Terkabul

17 April 2023 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: Sholihin Hasan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jawa Timur

Berbahagialah orang yang menggunakan kesempatan di bulan Ramadhan dengan memperbanyak kegiatan spiritual dan berdoa, karena di bulan ini tidak hanya limpahan rahmat dan ampunan yang luar biasa, tapi di bulan suci ini, doa akan dikabulkan Allah SWT.

Dalam salah satu hadits riwayat Ibnu Majah, Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tiga golongan yang doanya tidak ditolak oleh Allah, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka puasa dan orang yang terdzalimi.

Dalam hadits ini, orang yang berpuasa termasuk dari golongan yang doanya dikabulkan Allah, sehingga tidak mengherankan di saat khutbah akhir bulan Sya’ban menjelang Ramadhan, Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam agar memperbanyak doa di bulan suci Ramadhan, yaitu minta ampunan, minta surga dan minta dijauhkan dari siksa neraka.

Di samping itu di bulan Ramadhan ada Lailatul Qadar, yaitu satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam salah satu hadits riwayat al-Turmudzi Aisyah diperintah Nabi untuk memperbanyak doa ampunan kepada Allah.

Dari paparan di atas, umat Islam didorong untuk tidak melewatkan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak doa kepada Allah dalam berbagai hal, terutama urusan akhirat. Namun ada beberapa pertanyaan yang muncul di masyarakat; di setiap Ramadhan saya selalu berdoa minta sesuatu tapi kenapa sampai saat ini tidak terealisasi?.Saya minta kesembuhan atas saudara dan keluarga tapi tidak kunjung sehat, lalu di mana letak Ramadhan sebagai bulan Istijabah?.

Dalam konteks menyikapi doa yang belumterkabul,ada baiknya memahmi tiga hal penting yang saling bersinergi, yaitu doa sebagai ibadah, introspeksi diri dan berbaik sangka kepada Allah.

Doa sebagai ibadah

Pondasi dalam berdoa adalah keyakinan bahwa doa merupakan ibadah, yaitu bentuk kepatuhan dan kebutuhan seorang hamba kepada Tuhanya. Dalam surat Ghafir [40]: 60 disebutkan; Dan Tuhanmu berfirman “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu”.

Ayat ini dengan jelas memuat perintah untuk berdoa, sehingga ketika seorang hamba melakukannya, maka ia telah melakukan perintah yang memiliki dampak pahala.

Di samping itu, berdoa merupakan bentuk kesadaran seorang hamba akan kelemahannya, sehingga ia butuh pertolongan pada zat yang Maha Esa serta Maha Kuasa atas segala-galanya. Kesadaran itulah merupakan nilai tauhid dan keluhuran dalam penghambaan kepada Allah.

Dengan demikian tidak ada kerugian dalam berdoa walaupun doanya belum dikabulkan, karena semakin sering berdoa, maka semakin banyak pahala yang didapat dan semakin kuat keimanan seseorang.Apalagi di bulan Ramadhan ada pelipatgandaan amal ibadah yang tentunya sangat baik bila diisi dengan memperbanyak doa.

Artinya, dalam berdoa harus diniati ibadah, sedangkan diterima atau tidak merupakan urusan Allah, karena doa merupakan permintaan dari bawah ke atas yang tidak harus direalisasikan.

Introspeksi diri

Semua orang pasti ingin doanya dikabulkan, namun ketika doanya belum terealisasi, maka ada baiknya untuk introspeksi diri, karena diterima atau tidaknya doa sangat tergantung pada dua variabel, yaitu kondisi kesehariannya dan kondisi di saat berdoa.

Ibrahim bin Adham, seorang ulama besar pernah ditanya oleh sekelompok orang di pasar Bashrah terkait doa yang tidak kunjung terkabul, padahal Allah berjanji akan mengabulkan doa hambaNya yang meminta kepadaNya.

Ia menjawab “ Wahai penduduk Bashrah, penyebabnya adalah hati kalian telah mati, kalian mengakui Allah sebagai pencipta tapi tidak kalian penuhi hakNya untuk disembah,  kalian baca al-Qur’an tapi isinya tidak diamalkan, kalian mengaku musuh Syaitan tapi justru berteman denganya, kalian mengaku cinta Nabi Muhammad tapi meninggalkan sunnahnya, kalian mengaku cinta surga tapi tidak melakukan sesuatu yang bisa mengantarkan masuk ke dalamnya, kalian mengaku takut masuk neraka tapi tidak meninggalkan perbuatan dosa yang menyebabkan masuk ke dalamnya, kalian menyakini kematian pasti terjadi tapi tidak mempersiapkan amal shalih, kalian sibuk dengan aib orang lain, sementara aibmu tidak engkau hiraukan, kalian gunakan rizki Allah tapi tidak bersyukur kepadaNya dan kalian ikut mengubur jenazah tapi tidak mengambil pelajaran darinya”.

Selain itu, kondisi seseorang saat berdoa juga memiliki peran penting dalam menentukan dikabulkannya doa, salah satunya adalah khusu’ dan sungguh-sungguh. Dalam hadits riwayat al-Turmudzi, Nabi bersabda “Allah tidak akan menerima doa dari seseorang yang hatinya lupa kepada Allah”.

Bahkan Imam al-Khazin dalam Tafsir Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil menyatakan ada beberapa syarat dalam berdoa, yaitu ikhlas, kehadiran hati, isi doa untuk kemaslahatan manusia danisi doanya tidak memutus silaturahim.

Di samping itu, ada baiknya ketika berdoa didahului dengan memuji Allah dan membaca shalawat kepada Nabi sebagaimana sabda Nabi dalam hadits riwayat al-Turmudzi “Bila kalian berdoa, maka mulailah dengan memuji Allah dan membaca shalawat kepada Nabi kemudian berdoa sesuai keinginan”.

Ketika kita memahami bahwa doa merupakan permintaan seorang hamba kepada Tuhannya, maka seharusnya permintaan itu berangkat dari kesungguhan, keikhlasan, kekhusyu’an, kemaslahatan dan tentunya selalu berupaya untuk ingat kepadaNya. Bila berbagai hal itu dipenuhi, maka insyaallah doa akan dikabulkan Allah.

Berbaik sangka kepada Allah

Sangat mungkin doa seseorang belum terkabul walaupun ia telah memenuhi berbagai persyaratan di atas, untuk itu ia harus berbaik sangka kepada Allah bahwa Allah akan mengabulkannya dan Allah lebih tahu terhadap kemaslahatannya.

Dalam kenyataannya, doa adakalanya dikabulkan Allah dalam kurun waktu yang tidak lama seperti doa para Nabi dan para kekasih Allah. Mereka meminta sesuatu kepada Allah dan dikabulkan dengan cepat.

Di saat perang Badar Nabi Muhammad berdoa kepada Allah agar diberi kemenangan atas pasukan Kafir Quraisy yang jumlahnya jauh lebih banyak dari pada pasukan Islam dan ternyata doanya langsung dikabulkan Allah dengan kemenangan di pihak kaum muslimin.

Namun demikian doa yang tidak langsung terkabul bukan kemudian dipahami sebagai doa yang ditolak, karena berbagai kemungkinan akan terjadi.

Pertama, Allah akan mengabulkan di dunia dengan waktu yang lama untuk menguji kesabaran hambaNya. Nabi Ya’qub berdoa agar dipertemukan dengan Nabi Yusuf yang hilang sejak usia belia dan dikabulkan setelah puluhan tahun lamanya.

Nabi Zakaria berdoa minta dikaruniai anak kepada Allah dan Allah mengabulkannya dengan berita gembira bahwa ia akan mendapatkan anak laki-laki yang bernama Yahya di saat usianya lebih sertus tahun.

Kedua, Allah akan mengabulkan doadi dunia tapi tidak dalam bentuk yang diminta. Artinya, doa tersebut dikabulkan dalam bentuk lain yang lebih maslahat. Seseorang yang berdoa minta kaya tapi dikabulkan dalam bentuk lain yang lebih maslahat menurut Allah, seperti kesehatan, ilmu dan lain-lain. Andaikan orang tersebut diberi kekayaan, belum tentu maslahat baginya bahkan justru menjadi malapetaka.

Ketiga, Allah akan mengabulkan doa di dunia sesuai dengan permintaan tapi dianugerahkan kepada anak cucunya. Tidak sedikit orang tua yang selalu berdoa minta kaya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya tapi justru yang kaya adalah anak cucunya.

Keempat, Allah akan mengabulkan doa bukan di dunia tapi di akhirat dengan bentuk pahala dan ampunanatas dosa-dosanya.

Dengan demikian jangan berhenti dan lelah berdoa, karena doa akan memberikan dampak positif selama didasari dengan ikhlas, sungguh-sungguh dan berusaha dekat dengan Allah..

Share This :

Ditempatkan di bawah: jatim, nusantara, Ramadhan, update Ditag dengan:Belum Terkabul, Doa Sebagai Ibadah, Doa Terkabul, Menyikapi Doa, ramadhan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Kontroversi Kesehatan Mental Pemimpin Lansia: Antara Biologi Penuaan dan Dampak Kebijakan

8 April 2026 By admin

Rusunami Gen Z Surabaya: Hunian Modern Bagi Pasangan Muda

7 April 2026 By zam

Inggris Batasi AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran

7 April 2026 By admin

Saat Parkir Tak Lagi Tunai: 600 Jukir Surabaya Tersingkir di Era Digitalisasi

7 April 2026 By admin

Sumpah Balas IRGC di Tengah Gugurnya Jenderal Intelijen

7 April 2026 By admin

Taylor Swift Digugat Soal Merek “Showgirl”

7 April 2026 By admin

Awan Gelap Tenaga Medis di Hari Kesehatan Sedunia

7 April 2026 By admin

Obat Penurun Berat Badan: Harapan Baru, Tapi Bukan Jalan Pintas

6 April 2026 By admin

Dana Haji Rp180 Triliun, Amanah Besar yang Dikelola Transparan

6 April 2026 By admin

Inter Libas Roma 5-2, Makin Kokoh di Puncak

6 April 2026 By admin

Trump Ancam Iran, Singgung Nama Allah

6 April 2026 By admin

WFH Rabu atau Jumat, Mana Lebih Efektif? Ini Kata Pakar dan ASN Jatim

5 April 2026 By zam

Dikunjungi Amsal Sitepu, Menteri Ekraf Tegaskan Peran Penting Pegiat Ekonomi Kreatif Daerah

5 April 2026 By zam

Ronaldo Ucap “Bismillah” Sebelum Cetak Gol Penalti?

5 April 2026 By admin

Selena Gomez, Dari Salah Diagnosis hingga Berdamai dengan Bipolar

5 April 2026 By admin

Prabowo Kecam Tewasnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

5 April 2026 By admin

MBG Berujung Darurat, 72 Siswa Keracunan dan Dapur SPPG Disetop

5 April 2026 By admin

Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

5 April 2026 By isa

Uji Mental Bajul Ijo, Persebaya Surabaya Ditantang Persita Tangerang di GBT

4 April 2026 By admin

Ahli Komunikasi Harus Perkuat ‘Critical Thinking’, Jangan Sekadar “Tukang Framing”

4 April 2026 By admin

Perketat Pengawasan Haji 2026, Pemerintah Tingkatkan Sinergi Cegah Jamaah Ilegal

4 April 2026 By admin

Asap Vaping Diduga Picu Kanker Paru dan Mulut

4 April 2026 By admin

Perdagangan yang Tak Pernah Rugi: Saat Iman Menjadi Investasi Abadi

4 April 2026 By admin

Kasus Jaksa Jatim dan Ujian Integritas di Tubuh Adhyaksa

4 April 2026 By admin

Lelah yang Menyelamatkan: Investasi Sehat dari Olahraga untuk Masa Tua

4 April 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

April 2026
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • BPOM Perluas Vaksin Campak Bagi Dewasa, Nakes Jadi Prioritas
  • Senyapnya Ancaman Tuberkulosis di Indonesia
  • Serangan Israel Berlanjut, Iran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz
  • Liga Champions: PSG Unggul, Liverpool Masih Berpeluang
  • Gencatan Senjata AS–Iran, Israel Siap Lanjutkan Perang

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.