• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Ramadhan, Pandemi dan Kepedulian Sosial 

18 April 2022 by zam Tinggalkan Komentar

Prof. Dr. M. Noor Harisudin
Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur

Surabaya (Trigger.id)-Salah satu dari hikmah puasa adalah berempati melihat orang-orang yang lapar. (al-Jurjawi: 1994). Setidaknya kita merasakan bagaimana orang-orang yang tidak beruntung ini mendapatkan kesulitan makan sehari-hari. Kita akan merasakan betapa susahnya orang-orang miskin dalam menjalani kehidupan. Untuk mendapatkan sepiring nasi saja, mereka harus berjuang mati-matian ‘sepanjang hari’. 

Pahitnya lapar ini baru dapat dirasakan ketika seseorang berpuasa di bulan suci Ramadhan. Mulai terbit fajar hingga terbenam matahari, rasa lapar dan dahaga menjadi tantangan keseharian muslim dalam puasa. Padahal, lapar adalah ‘dunia keseharian’ bagi orang-orang (miskin: red) yang tercecer dari mobilitas sosial. 

Siapa saja yang melakukan ibadah puasa, tidak pandang bulu; laki dan perempuan, tua dan muda, atau kaya dan miskin. Semua merasakan lapar dan dahaga karena puasa. Semua merasakan getir lapar yang menjadi sesuatu yang inheren dalam ibadah puasa. 

Getir lapar ini yang memunculkan rasa empati pada orang-orang yang miskin. Rasa empati ini sulit untuk diceritakan dan juga sukar digambarkan, kecuali bagi orang yang mengalami lapar serupa. Tak heran, jika banyak orang akan merasakan empati jika mengalami rasa lapar yang sama. 

Tuhan Bersama Orang Yang Lapar

Dalam Hadist Qudsi yang diriwayatkan Abu Hurairah, Nabi Saw. bersabda: “Pada hari kiamat kelak, Allah mengatakan: Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi kamu tidak menjenguk-Ku. Hamba bertanya: Bagaimana aku harus menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta?. Allah menjawab: Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya. Seandainya kamu menjenguknya pasti kamu temui Aku di sisinya.”

Allah bertanya lagi: Hai anak Adam, Aku lapar, tetapi kamu tidak beri Aku makan. Hamba menjawab: Wahai Tuhan, bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau adalah Tuhan alam semesta?. Dia mengatakan: Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan minta makan kepadamu, tetapi kamu tidak berikan dia makan? Seandainya kamu beri makan si Fulan, niscaya kamu dapati Aku berada di sisinya.

Allah bertanya lagi: Hai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tapi kamu tidak beri Aku minum. Hamba menjawab: Bagaimana aku memberi-Mu minum, sedangkan Engkau Tuhan bagi alam semesta? Allah mengatakan: Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu tapi kamu tidak memberinya minum. Seandainya kamu memberinya minum, niscaya kamu akan mendapati dan menemui Aku di sisinya”. (HR.Muslim).

Hadits panjang ini menggambarkan betapa Islam sangat peduli terhadap orang-orang miskin yang tercecer dari mobilitas sosial. Islam bukanlah agama orang-orang elite yang selalu hidup perlente dan makan enak serta mengabaikan orang-orang pinggiran. Sebaliknya, visi kesejahteraan umat dalam Islam sangat gamblang dan terang. Bagaimana mereka diperhatikan dan diberdayakan agar bangkit dan setara dengan manusia lain. 

Kepedulian Islam terhadap sesama juga ditekankan Nabi Muhammad Saw. Dalam hal ini, beliau bersabda: “ Tidaklah beriman kepadaku orang yang kenyang semalaman, sedangkan tetangganya kelaparan di sampingnya padahal ia mengetahuinya”. (HR at-Thabrani). . 

Islam juga tidak menghendaki adanya pertentangan kelas sebagaimana diangankan dalam teori-teori sosialisme. Karena Islam menghendaki adanya hubungan yang harmonis antara orang kaya dan orang miskin. Sebagaimana pentingnya orang kaya, kedudukan orang miskin (yang lemah) dalam Islam juga penting, sehingga Nabi Muhammad Saw. bersabda: “Carikan untukku orang-orang yang lemah diantara kalian. Karena engkau diberi rizki dan ditolong karena (membantu) orang-orang lemah diantara kalian”. (Al-Baghawi: 264)

Kepedulian Sosial Pasca Pandemi 

Kepedulian terhadap orang-orang yang mustadh’afin disebut dengan delapan golongan dalam Islam atau atsnafus tsamaniyah (QS. At-Taubah: 60). Mereka adalah fakir, miskin, amil, muallaf, budak, gharim (orang yang hutang), sabilillah, dan ibnu sabil (musafir). Demikian itu menunjukkan kepedulian Islam yang tinggi pada kaum yang mustadh’afin.

Di bulan Ramadan ini, selain puasa menjadi ibadah yang utama, terdapat ibadah lain yang tidak kalah penting yaitu zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat diri yang juga juga dikeluarkan sebagai bentuk kepedulian sosial siapa saja di mana saja dalam kondisi apa saja. Senyampang seorang muslim memiliki makanan yang cukup untuk dirinya dan keluarganya pada hari raya Idul Fitri, maka dia harus punya kepedulian sosial kepada sesama dengan berbagi dalam berzakat. Oleh karenanya, pemberi zakat fitrah tidak perlu kaya raya. Beda dengan zakat mal (zakat harta) yang harus memenuhi nishab dan hanya dimiliki orang-orang tertentu alias orang kaya atau berkecukupan. 

Momentum Ramadhan sudah semestinya menjadi momentum untuk memikirkan ulang rethinking atas problem kemiskinan di kalangan umat Islam, utamanya pasca pandemi covid-19. Umat Islam harus bangkit dan Badan Amil Zakat Nasional adalah media untuk membangkitkan kondisi keterpurukan umat Islam dari aspek kesejahteraan umat Islam masih jauh daripada yang lain. 

Apalagi pemerintah Indonesia mencatat sekitar 28.404 anak di dalam negeri menjadi yatim piatu akibat Covid-19 per Januari 2022. Demikian juga dengan jumlah orang miskin yang naik selama pandemi. Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memprediksikan tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak 10,81 atau setara 29,3 juta penduduk. 

Sekali lagi, momentum Ramadhan 1443 H ini adalah momentum membangun kepedulian sosial antar sesama, baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjangnya. Semoga. 

Wallahua’lam.(kai)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Ramadhan, update Ditag dengan:kepedulian sosial, pandemi, puasa, ramadhan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Calhanoglu Jadi Pahlawan, Inter Milan Kuasai Puncak Serie A Usai Bungkam Cagliari

31 Agustus 2026 By admin

Pemilihan Ketum PBNU Diserahkan 9 Anggota AHWA

30 Agustus 2026 By admin

KomdigiTerbitkan SE, Opsel Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

30 Agustus 2026 By admin

Inovasi Ampas Kopi Jadi Obat Kumur Lansia

30 Agustus 2026 By admin

Mulai 31 Agustus, 96 Angkot Gratis Antar Pelajar Kota Malang

29 Agustus 2026 By admin

Malam Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketua PBNU

29 Agustus 2026 By admin

NU: Antara Kharisma Ulama, Konstitusi, dan Kekuasaan

29 Agustus 2026 By admin

BAZNAS Siapkan 15.000 Paket Konsumsi dan Beasiswa Santri di Muktamar

28 Agustus 2026 By admin

Festival Kampung Klasik : Merawat Tradisi Merajut Kebersamaan

28 Agustus 2026 By admin

Prabowo : NU Penjaga Stabilitas Bangsa

28 Agustus 2026 By admin

Pemkab Kediri Serahkan Lahan 5,9 Ha untuk Hotel Haji

28 Agustus 2026 By admin

Presiden dan Wapres Hadiri Pembukaan Muktamar NU

27 Agustus 2026 By admin

ITS Didorong Perkuat Inovasi Teknologi Kedaulatan Pangan

27 Agustus 2026 By admin

Jonatan Christie, Tunggal Putra Nomor Satu Dunia

27 Agustus 2026 By admin

DPT Muktamar NU Tuntas, 557 Pemilik Suara Dipastikan Sah

26 Agustus 2026 By admin

Muktamar NU Perkuat Tata Kelola Digital dengan Kartu Cip dan 100 CCTV

26 Agustus 2026 By admin

Beban Kesehatan Tembus Rp120 Triliun, PFI Serukan Penanganan Sistemik Karhutla

26 Agustus 2026 By zam

Replika Unta, Magnet Pawai Maulid Kampung Nelayan

25 Agustus 2026 By admin

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Dorong Kemandirian Energi

25 Agustus 2026 By admin

Dari Sudan ke Cikoang: Ketika Cinta kepada Nabi Dihias di Atas Perahu

24 Agustus 2026 By admin

Menghidupkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Perubahan Zaman

24 Agustus 2026 By admin

Kabupaten Malang Krisis Air Bersih, BNPB Salurkan 363.800 Liter

24 Agustus 2026 By admin

M-TEER Pertama di Bali, Pasien Kebocoran Katup Jantung Tanpa Operasi

24 Agustus 2026 By admin

Catat Tanggalnya, Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka

24 Agustus 2026 By admin

Cinta Panji Lewat Balutan Kekinian Topeng Malangan

23 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • 4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS
  • BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.
  • Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional
  • DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI
  • Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.