• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Refleksi Hari Keadilan Internasional. Keadilan dan Ketimpangan Tatanan Kehidupan

17 Juli 2022 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi Penegakan Hukum dan Keadlan. Foto/Ist.

Surabaya (Trigger.id) – 17 Juli diperingati sebagai Hari Keadilan Internasional atau World Day for International Justice.

Hari Keadilan Internasional atau World Day for International Justice sebagai momentum untuk menyuarakan pentingnya penegakan keadilan, dan komitmen pemerintah atas penegakan keadilan yang menyeluruh. Peringatan tersebut diangkat dari Statuta Roma yang merupakan perjanjian internasional, ditandatangani oleh konferensi diplomatik internasional di Roma, Italia pada 17 Juli 1998. Statuta Roma tersebut fokus terhadap peradilan kemanusiaan, genosida, kejahatan perang dan kejahatan agresi.

Di laman RDKFM, peneliti pada Pusat Studi Konstitusi dan Legislasi Nasional (Poskolegnas) UIN Jakarta, Rezky Panji Perdana Martua mengatakan, hadirnya statuta tersebut memberikan dampak besar dalam upaya penegakan dan penindakan kejahatan yang lebih optimal, sehingga memberikan keadilan secara hakiki, dan memberikan jaminan kepastian hukum serta sebagai the last resort dalam upaya litigasi.

”Sejatinya, setiap Warga Negara Indonesia (WNI) bahkan warga dunia penting mengetahui sejarah Hari Keadilan Internasional, sebagai bentuk manifestasi “jasmerah” yang berarti, jangan sekali-kali melupakan sejarah, sehingga secara tidak langsung akan merasakan hakikat serta perjuangan untuk penegakan kejahatan tersebut,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, faktanya Statuta Roma telah diratifikasi oleh 123 negara dan Indonesia tidak termasuk kedalamnya. Sebagian besar pihak kerap menggaungkan urgensi ratifikasi konvensi tersebut, namun dalam prosesnya kerap kali terganjal karena kepentingan politik, hukum, dan ketakutan.

“Terlepas dari permasalahan ratifikasi tersebut, sejatinya Indonesia menilai keadilan adalah hak mutlak yang harus dijamin dan dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia, sesuai pada sila ke-lima pancasila,” tegasnya.

Anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Hukum, Divisi Minat Bakat Az Zumar Yusuf mengatakan, esensi peringatan tersebut yaitu nilai  keadilan harus ditegakkan, dan ditanamkan di setiap diri manusia. Penting bagi kita mengetahui esensi tersebut, karena pada hakikatnya setiap individu ingin menerima perlakuan yang sesuai dan adil.

“Tantangan dalam penegakan keadilan yaitu, adanya tindak penyuapan, dan masih adanya masyarakat yang tidak menjunjung tinggi nilai keadilan, serta merasa superior sehingga menimbulkan istilah hukum tajam ke bawah tumpul ke atas,” paparnya.

Sementara penulis Issha Harruma di Kompas.com menyitir pendapat Leon Duguit, seorang ahli hukum menyebut bahwa hukum adalah aturan tingkah laku masyarakat yang harus ditaati sebagai jaminan dari kepentingan bersama, yang jika dilanggar akan menimbulkan kecaman sebagai reaksi.

Sementara itu, penegakan hukum merupakan sistem yang di dalamnya terdapat pemerintah atau lembaga negara yang bertindak secara terorganisir untuk menjamin keadilan dan ketertiban dengan menggunakan perangkat atau alat kekuasaan negara.

Issha melanjutkan, penegak hukum memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas penegakan hukum di sebuah negara. Di Indonesia, kinerja para penegak hukum sering kali dianggap kurang memuaskan.

Ketidakpuasan masyarakat ini menjadi pertanda lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Hukum yang dianggap sebagai cara untuk mencari keadilan bagi masyarakat malah memberikan rasa ketidakadilan.

Salah satu penyebab lemahnya penegakan hukum di Indonesia adalah kualitas para penegak hukum. Masih rendahnya moralitas mengakibatkan profesionalisme kurang dan terjadi ketidakmauan pada penegak hukum.

Moralitas ini berkaitan pula dengan korupsi yang dilakukan oknum penegak hukum (judicial corruption). Para penegak hukum yang seharusnya menegakkan hukum malah justru terlibat dalam praktek korupsi. Moralitas yang rendah inilah yang menyebabkan penegakan hukum di Indonesia masih lemah. (ian)

Share This :

Ditempatkan di bawah: nusantara, update Ditag dengan:hari keadilan internasional, Keadilan dan Ketimpangan Tatanan Kehidupan, statuta roma, World Day for International Justice.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

AS Wajibkan Riwayat Medsos untuk Masuk lewat VWP

11 Desember 2025 By admin

Stallone & KISS Terima Kennedy Honors dari Trump

9 Desember 2025 By admin

Tidak Selalu Butuh 8 Jam Tidur: Begini Cara Menemukan Durasi Istirahat yang Tepat

9 Desember 2025 By admin

Kalah dari Filipina, Timnas U-22 Alihkan Fokus Hadapi Myanmar

9 Desember 2025 By admin

Kementan Ajak Publik Kawal Ketat Distribusi 1.200 Ton Beras untuk Sumatera

9 Desember 2025 By admin

Real Madrid Tumbang 0-2 dari Celta Vigo di Bernabeu

8 Desember 2025 By admin

Jam Tidur Konsisten Bantu Kendalikan Hipertensi

8 Desember 2025 By admin

Prabowo Setujui Bantuan Rp60 Juta untuk Rumah Pengungsi

8 Desember 2025 By admin

Napoli Taklukkan Juventus 2-1, Kembali Rebut Puncak Klasemen

8 Desember 2025 By admin

Mencari Arah Baru Pembangunan Indonesia: Kembali ke UUD 1945

7 Desember 2025 By admin

Inter Milan Gilas Como 4-0, Puncaki Klasemen Serie A

7 Desember 2025 By admin

Gus Yahya Siap Islah, Tegaskan Pentingnya Menjaga Tatanan Organisasi NU

7 Desember 2025 By admin

Wasiat Pesantren Picu Konflik di Film “Mengejar Restu”

7 Desember 2025 By admin

Ketika Hutan Menjerit, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

6 Desember 2025 By admin

The Cost of Growth: Menukar Pohon dengan Mobil

6 Desember 2025 By admin

Polisi Evakuasi 100 KK Usai Longsor Terjang Arjasari, Bandung

6 Desember 2025 By admin

Ed Sheeran Rilis Lagu ‘Drive’ untuk Film F1, Dibantu John Mayer hingga Dave Grohl

6 Desember 2025 By admin

Brasil dan Prancis Dapat Grup Berat di Piala Dunia 2026

6 Desember 2025 By admin

Napoli vs Juventus Jadi Laga Paling Ditunggu di Pekan ke-14 Serie A

6 Desember 2025 By admin

Prabowo Tambah 200 Helikopter untuk Perkuat Respons Bencana di Indonesia

6 Desember 2025 By admin

Derita Sunyi di Tanah Sumatera: Ketika Tata Kelola Lingkungan Gagal Melindungi Indonesia

6 Desember 2025 By admin

Khutbah Jumat: Kerusakan dan Musibah Peringatan Atas Ulah Manusia

5 Desember 2025 By admin

Timnas U22 Indonesia Siap Hadapi Filipina di Laga Pembuka SEA Games 2025

5 Desember 2025 By admin

MU Tertahan West Ham 1-1 di Old Trafford

5 Desember 2025 By admin

Manfaat Rutin Makan Kacang bagi Kesehatan Jantung

5 Desember 2025 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Desember 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
« Nov    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • 2.000 Guru Lintas Agama Surabaya Gelar Doa Bersama
  • Flick: Mentalitas Rashford Cocok untuk Barcelona
  • Kemenag Percepat Logistik dan Pemulihan Layanan Keagamaan di Sumatra
  • Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pulihkan Banjir Takengon
  • Khutbah Jumat: Sabar Menerima Ujian

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2025 ·Triger.id. All Right Reserved.