• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Relasi Cuaca Ekstrem, Lebaran, dan Fatalitas DBD

11 April 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Oleh: *Penulis:
Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
Penulis buku:
– Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
– Serba-serbi Obrolan Medis
– Catatan Harian Seorang Dokter

Berpulangnya Dyan Puspito Rini, sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur sontak mengagetkan publik. Demam berdarah dengue (DBD), diberitakan sebagai penyebab kematiannya. Padahal beberapa waktu sebelum jatuh sakit, perempuan 46 tahun itu masih aktif menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Begitulah karakter DBD. Sering disebut “tenang, tapi menghanyutkan”. Pola klinisnya acap kali tidak mudah diprediksi. Observasi ketat menjadi pilihan terbaik, bila terpapar DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Mestinya masyarakat jangan sekali-sekali menganggap enteng.

Akhir-akhir ini insiden DBD dilaporkan melonjak di beberapa daerah. Kabar itu tidak mengejutkan. Pasalnya setiap kali musim hujan, DBD selalu mengintai. Bersamaan dengan terjadinya cuaca ekstrem dan momen lebaran, mestinya semakin diperlukan peningkatan kewaspadaan. Mengapa demikian ?

Cuaca ekstrem dan evolusi nyamuk Aedes

Meningkatnya emisi gas rumah kaca, memantik terjadinya perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Efeknya meningkatkan suhu permukaan bumi dan kelembaban udara di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis. Termasuk Indonesia. Potensi terjadinya hujan lebat dan banjir pun, semakin meningkat. Hujan dan banjir silih berganti, berkontribusi penting bagi optimalisasi siklus hidup nyamuk Aedes. Berbagai macam barang bekas yang tidak terpakai (misalnya ban bekas, ember, tutup plastik, atau mainan anak), bisa menampung air hujan. Walau mungkin volumenya minim, sudah merupakan media bertelur yang ideal bagi nyamuk Aedes. Pasca hujan, banyak tempat yang bisa dijadikan habitat alami berkembang biaknya nyamuk. Misalnya di celah-celah tanaman, lubang pohon, atau tumpukan daun yang membusuk.

Nyamuk Aedes sangat menyukai tempat yang relatif gelap, teduh, dan bersuhu hangat. Ekosistem yang ideal, berpotensi mempercepat siklus hidupnya. Kemampuannya menggigit manusia pun, kian meningkat beberapa kali lipat. Nyamuk betina memerlukan darah manusia, untuk proses pematangan telurnya. Semua perubahan ekosistem tersebut, memicu peningkatan populasi Aedes hingga beberapa kali lipat.

Menurut riset, nyamuk Aedes telah berevolusi. Daya adaptasinya terhadap ekosistem perkotaan semakin baik. Aktivitasnya yang biasa dominan siang hari, telah berubah. Perilaku menggigitnya meningkat saat malam hari, sebagai akibat penerangan lampu perkotaan. Sebagian besar populasinya, telah memiliki kekebalan/resistansi terhadap insektisida yang biasanya digunakan untuk pengasapan/fogging.

DBD

Indonesia dikategorikan sebagai daerah endemis DBD. Terdapat empat macam (serotipe) virus Dengue yang bersirkulasi bersamaan. Masing-masing diberi kode DENV (Dengue virus)-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Seseorang yang tinggal di daerah endemis, berisiko terpapar sebanyak empat kali pula oleh masing-masing serotipe.

Penularan oleh salah satu serotipe DENV untuk pertama kalinya, disebut sebagai infeksi primer. Mayoritas infeksi primer akan menampilkan gejala yang relatif ringan. Bahkan bisa tanpa gejala sama sekali. Selanjutnya individu tadi akan menghasilkan kekebalan seumur hidup, terhadap serotipe virus yang sama. Tetapi berisiko bahaya, bila terpapar ulang oleh serotipe virus yang berbeda (infeksi sekunder heterolog). Antibodi infeksi primer, tidak memberi kekebalan/proteksi terhadap paparan serotipe lainnya. Sifatnya bukan bertindak sebagai lawan. Malah sebaliknya berperan sebagai “kawan”. Dampaknya justru memicu percepatan perkembangbiakan virus sekunder. Dengan demikian, semakin berisiko menimbulkan gejala klinis yang lebih berat (dengue shock syndrome/DSS). Dalam istilah medis, pola infeksi sekunder berbeda serotipe (heterolog) itu, dikenal sebagai antibody dependent enhancement (ADE). Kondisi itulah yang sering menimbulkan fatalitas, bahkan kematian.

Ada tidaknya antibodi terhadap virus dengue, dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah. Tidak terdeteksinya antibodi, mengindikasikan belum pernah terpapar virus dengue. Keberadaan antibodi infeksi primer ataupun sekunder pun, dapat diketahui. Langkah skrining itu penting, sebagai pertimbangan melakukan vaksinasi untuk tindakan preventif.

Waspada situasi lingkungan

Hingga kini belum ada pengobatan anti virus yang spesifik untuk DBD. Perawatannya murni bersifat suportif dan mengatasi gejalanya (simtomatis) saja. Karenanya pencegahan merupakan opsi terbaik, daripada harus mengobati. Tulang punggung pencegahan DBD selama ini hanya mengandalkan pada pengendalian populasi nyamuk. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang sering digencarkan, tidak selalu berjalan efektif. Dalam situasi lingkungan banjir dan genangan yang terjadi dimana-mana, peran masyarakat sangat terbatas dan tidak mungkin konsisten. Perhatian mereka terpecah, saat bulan Ramadan dan lebaran. Banyak agenda lainnya yang mungkin lebih mendapatkan prioritas.

Bagi masyarakat, sangat bijak bila selalu berupaya menghindar dari gigitan nyamuk dengan cara apa pun. Terutama saat mereka tengah beraktivitas, di lingkungan yang kiranya optimal bagi ekosistem nyamuk Aedes.

Idealnya pencegahan DBD dengan cara “menikahkan” PSN dan vaksinasi. Kini vaksinasi DBD telah tersedia, tetapi masih harus diakses secara mandiri alias berbayar. Vaksin tersebut masih menjadi wacana/pertimbangan untuk dimasukkan dalam program imunisasi nasional (PIN). Melihat lonjakan dan sebaran penyakit yang mengkhawatirkan, sangat layak dipertimbangkan percepatan vaksinasi DBD dalam PIN tersebut.

—–o—–

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku:
    – Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
    – Serba-serbi Obrolan Medis
    – Catatan Harian Seorang Dokter
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Ari Baskoro, Cuaca Ekstrem, Fatalitas DBD, lebaran, Relasi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Saudi Atur Jam Umrah di Puncak Ramadan

12 Maret 2026 By admin

Level Ibadah di Malam Lailatul Qadar: Kamu di Mana?

12 Maret 2026 By admin

Mudik Lebaran, Dari Mobil Sewaan ke Smartphone Sewaan

12 Maret 2026 By admin

Jasamarga Transjawa Tol Salurkan Santunan kepada 400 Anak Yatim

12 Maret 2026 By zam

Cinta Orang Indonesia Lewat Makanan

11 Maret 2026 By wah

Liga Champions, Bayern Hajar Atalanta 6-1

11 Maret 2026 By admin

Israel Tak Ingin Perang Berkepanjangan dengan Iran

11 Maret 2026 By admin

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 By admin

Slot Kecewa Liverpool Buang Banyak Peluang

11 Maret 2026 By admin

Antisipasi Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Skenario Haji 2026

11 Maret 2026 By admin

Ketika Trauma Tumbuh di Lingkungan Keluarga

10 Maret 2026 By admin

Komodo di Ujung Ancaman, Ketika Habitat Menyusut dan Perburuan Mengintai

10 Maret 2026 By admin

Masjid Saka Tunggal, Jejak Awal Islam di Tanah Jawa

10 Maret 2026 By admin

Hutan Kota Jeruk, Disiapkan Jadi Sarana Rekreasi dan Penggerak Ekonomi

10 Maret 2026 By zam

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 By admin

Trump Prediksi Perang Iran Segera Berakhir, Kecewa Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin

10 Maret 2026 By admin

10 Malam Terakhir Ramadan: I’tikaf Mendekat kepada Allah

10 Maret 2026 By admin

DPRD Jatim Minta Perlindungan PMI di Timur Tengah

10 Maret 2026 By admin

Iran Luncurkan Gelombang ke-30 Operasi “True Promise-4”

10 Maret 2026 By admin

Final Sepak Bola Mineiro Ricuh, 23 Pemain Diganjar Kartu Merah

10 Maret 2026 By admin

Ranu Regulo Ditutup Sementara Akibat Ancaman Cuaca Ekstrem

9 Maret 2026 By zam

Mojtaba Khamenei: Ulama di Balik Layar yang Kini Pimpin Iran

9 Maret 2026 By admin

Timnas Panggil 41 Pemain untuk FIFA Series 2026

9 Maret 2026 By admin

Hari Musik Nasional: Nada-Nada yang Menyatukan Identitas Bangsa

9 Maret 2026 By admin

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

9 Maret 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Kopi Tahlil Pekalongan, Hangatnya Kopi Rempah dari Tradisi Doa Malam
  • Jasa Marga Beri Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran
  • Dugaan Suap Rp16,8 Miliar dari Gus Yaqut ke Pansus Haji Ditolak
  • Minum Teh dengan Cara Tepat, Manfaatnya Lebih Maksimal
  • Kominfo Jatim Perkenalkan Website Klinik Hoaks di Workshop AI ITS

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.