
Surabaya (Trigger.id) – Sinar matahari kerap dipersepsikan sekadar sebagai sumber panas dan cahaya. Padahal, di balik teriknya, matahari memiliki peran besar bagi kesehatan fisik maupun mental manusia. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar matahari yang cukup berkaitan erat dengan peningkatan imunitas tubuh, kualitas tidur, hingga penurunan risiko depresi.
Vitamin D dan Kesehatan Tubuh
Manfaat paling dikenal dari sinar matahari adalah kemampuannya membantu tubuh memproduksi vitamin D. Zat ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi otot, serta sistem kekebalan tubuh.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, menjelaskan bahwa kekurangan vitamin D tidak hanya berdampak pada tulang rapuh, tetapi juga memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.
“Vitamin D berperan dalam modulasi sistem imun dan metabolisme tubuh. Kekurangannya dapat meningkatkan risiko infeksi dan berbagai gangguan kesehatan,” ujarnya dalam beberapa kesempatan edukasi kesehatan.
Paparan sinar matahari pagi selama 10–20 menit dinilai cukup untuk membantu pembentukan vitamin D secara alami, terutama di negara tropis seperti Indonesia.
Sinar Matahari dan Kesehatan Mental
Tak hanya berdampak pada tubuh, sinar matahari juga berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental. Paparan cahaya alami membantu mengatur ritme sirkadian, yakni jam biologis tubuh yang mengontrol pola tidur dan bangun.
Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, dr. Andri, SpKJ, menyebutkan bahwa cahaya matahari berperan dalam meningkatkan produksi serotonin, hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia dan stabilitas emosi.
“Kurangnya paparan sinar matahari dapat menurunkan kadar serotonin, yang pada sebagian orang berkontribusi pada munculnya gejala depresi, kelelahan, dan gangguan tidur,” jelasnya.
Kondisi ini terlihat jelas pada fenomena seasonal affective disorder (SAD) di negara empat musim, ketika tingkat depresi meningkat saat paparan matahari berkurang drastis.
Redam Depresi Secara Alami
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menekankan pentingnya aktivitas luar ruang sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Berjalan kaki di pagi hari, berolahraga ringan di bawah sinar matahari, atau sekadar duduk di ruang terbuka hijau dapat membantu memperbaiki suasana hati dan menurunkan tingkat stres.
Psikolog klinis Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., menilai sinar matahari memiliki efek psikologis yang menenangkan.
“Paparan cahaya alami sering kali memberi efek relaksasi dan meningkatkan energi. Jika dikombinasikan dengan aktivitas fisik ringan, manfaatnya terhadap kesehatan mental akan semakin besar,” tuturnya.
Tetap Bijak dan Seimbang
Meski bermanfaat, paparan sinar matahari tetap perlu dilakukan secara bijak. Paparan berlebihan, terutama pada siang hari, dapat meningkatkan risiko gangguan kulit. Para ahli menyarankan untuk memanfaatkan sinar matahari pagi sebelum pukul 10.00 atau sore hari setelah pukul 16.00.
Pada akhirnya, sinar matahari adalah terapi alami yang murah dan mudah diakses. Dengan durasi yang tepat dan kebiasaan hidup sehat, cahaya matahari bukan hanya menjaga tubuh tetap kuat, tetapi juga membantu pikiran lebih tenang dan suasana hati lebih stabil—sebuah langkah sederhana namun bermakna dalam merawat kesehatan fisik dan mental. (bin)
Referensi: Berbagai sumber



Tinggalkan Balasan