• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Spirit Ramadan dan Pendidikan Anti Korupsi

14 April 2022 by wah Tinggalkan Komentar

Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, MA
Ketua Komisi Pendidikan, Kaderisasi dan Pembinaan Seni Budaya MUI Jawa Timur
Guru Besar Universitas Negeri Surabaya

Fenomena korupsi menjadi sorotan tiada henti di negeri ini. Untuk memutus mata rantai korupsi diperlukan komitmen dan dukungan dari dari semua komponen bangsa. Untuk ikut ambil bagian dalam memutus mata rantai korupsi di Indonesia, pendidikan anti korupsi sangat penting diinternalisasikan melalui jalur pendidikan, baik formal, non formal, maupun informal. Untuk mengendalikan nafsu (keinginan) korupsi pada diri seseorang, Ramadan memiliki kekuatan spiritual untuk mencegah sesuatu yang negatif, termasuk korupsi. Ibnu ‘Arabi menyebut nafsu negatif macam ini dengan sebutan nafsu syahwaniyah, yaitu keinginan yang sangat agresif atau rakus untuk memiliki sesuatu (harta kekayaan) tanpa mempertimbangkan norma agama dan norma hukum.

Ketika para koruptor di negeri ini diadili, masyarakat merasa lega dan senang walaupun hukuman yang dijatuhkan kepada mereka masih terlalu ringan. Rasa lega dan senang masyarakat itu akan tampak lagi apabila di negeri ini nafsu korupsi dipuasakan untuk selamanya. Melalui momentum Ramadan, hendaknya dijadikan sebagai pertobatan massal untuk tidak melakukan korupsi lagi, baik secara personal maupun komunal.

Secara garis besar, nafsu manusia terbagi menjadi 3 (tiga) macam. Pertama, nafsu amarah, nafsu ini memiliki kecenderungan untuk mengajak manusia ke arah negatif dan merusak (QS. Yusuf; 53). Kejahatan korupsi merupakan andil besar dari nafsu macam ini. Dalam realitas kehidupan, kalau seseorang dikuasai oleh nafsu amarah maka ia sangat sulit untuk mengendalikan perilakunya karena nafsu ini telah menjadi bagian dari kehidupannya, sehingga kalau seseorang disuruh meninggalkan perilaku negatif tersebut, seperti tidak melakukan korupsi lagi, seakan-akan bagian dari kehidupannya ada yang hilang. Memang seperti itulah ciri nafsu amarah apabila sudah menguasai diri manusia. Nafsu macam ini oleh Ibnu ‘Arabi disebut nafsu syahwaniyah. Mempuasakan nafsu kategori ini tantangannya sangat berat dan membutuhkan waktu lama. Akan tetapi kalau memiliki komitmen kuat melawan nafsu ini pasti bisa berhasil, asalkan ada kemauan. Pendidikan anti korupsi merupakan salah satu ikhtiar untuk mempuasakan nafsu syahwaniyah.

Kedua, nafsu lauwamah, nafsu ini kategori abu-abu, posisinya mengambang, kadang mengajak kepada kebaikan dan kadang mengajak kepada kejahatan atau keburukan. Nafsu ini lebih mudah untuk dikendalikan jika dibandingkan dengan nafsu amarah walaupun keduanya sama-sama tidak baik untuk peradaban umat manusia. Momentum Ramadan biasanya dijadikan oleh sebagian manusia untuk tidak melakukan keburukan atau kejahatan, termasuk kejahatan korupsi, namun di sisi lain masih banyak ditemukan kejahatan di mana-mana selama Ramadan, termasuk korupsi. Kalau seseorang mempuasakan nafsu korupsi hanya sementara waktu pada waktu Ramadan saja maka hal tersebut termasuk dipengaruhi nafsu lauwamah, dan perilaku tersebut akan kambuh lagi pada waktu lain setelah Ramadan selesai.

Di antara ciri nafsu ini adalah berwajah ganda dan bergantung pada situasi dan kondisi, seperti karena Ramadan korupsi tidak dilakukan, akan tetapi ketika Ramadan selesai korupsi dilakukan lagi. Atau kalau seseorang tidak mengetahui, korupsi dilakukan, sebaliknya kalau sekiranya seseorang mengetahui, korupsi tidak dilakukan. Nafsu lauwamah ini dimiliki oleh sebagian umat manusia, di samping nafsu amarah.

Ketiga, nafsu mutmainnah, nafsu ini berbeda jauh dengan dua macam nafsu sebelumnya. Nafsu mutmainnah memiliki kecenderungan untuk mengajak manusia ke arah positif. Jika nafsu ini yang dipakai dasar untuk mempuasakan nafsu korupsi di negeri ini maka akan berdampak luar biasa bagi kemajuan bangsa karena nafsu ini tidak berwajah ganda seperti nafsu lauwamah dan juga tidak berwajah jahat atau merusak seperti nafsu amarah. Nafsu mutmainnah inilah yang dibutuhkan untuk kemajuan di negeri ini dan juga untuk membangun peradaban umat manusia karena nafsu mutmainnah menyadarkan manusia untuk berbuat kebaikan selama-lamanya dan kembali ke jalan Tuhan (QS. Al Ghasyiyah, 27-30). Beruntung dan berbahagialah seseorang yang di dalam dirinya terpatri nafsu mutmainnah.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah masyarakat kita lebih banyak memiliki nafsu amarah, nafsu lauwamah, ataukah nafsu mutmainnah? Setiap kita dapat merefleksikan pribadinya masing-masing. Kita berharap semoga nafsu korupsi di negeri ini dapat dipuasakan dengan dasar nafsu mutmainnah, nafsu yang tidak setengah-setengah, nafsu yang membimbing manusia ke jalan yang benar, dan nafsu yang menyadarkan manusia untuk melakukan taubatan nasuhah (pertobatan yang tulus). Oleh karena itu tantangannya adalah bagaimana cara menumbuhkembangkan nafsu mutmainnah dalam diri kita. Di antara caranya adalah perlu adanya penguatan keimanan dan ketakwaan serta memiliki ikhtiar yang bersifat edukatif, di antaranya melalui pendidikan anti korupsi pada semua lini kehidupan. Spirit Ramadan memiliki kekuatan dalam membentuk pribadi bertakwa dan kesadaran bahwa korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang secara agama berdosa kepada Tuhan dan sekaligus kepada sesama. Wallahu A’lam Bisshawab.

Share This :

Ditempatkan di bawah: Ramadhan, update Ditag dengan:anti korupsi, fenomena korupsi, koruptor, Pendidikan, spirit ramadhan

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Opera Kolosal “Merah Putih Bertanya” Refleksi Perobekan Bendera

27 September 2026 By admin

Manasik Haji 2027 Dimulai Lebih Awal

27 September 2026 By admin

Guruh Soekarnoputra, Merawat Warna Budaya Indonesia Sampai Akhir Hayat

26 September 2026 By admin

Beasiswa Khofifah ke Al Azhar, Santri Jatim Menorehkan Prestasi di Kairo

26 September 2026 By admin

Jatim Bidik Pasar Arab Saudi, Potensi Transaksi Misi Dagang Capai Rp 6,7 Triliun

25 September 2026 By admin

Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Prabowo Telepon Tim Bulu Tangkis

25 September 2026 By admin

Memilih Yang Benar Dan Tawakal

25 September 2026 By admin

Muzakki Mundur Sepekan Setelah Jadi Rektor Lagi

24 September 2026 By admin

Ruang Setaman, Membawa Pesona Batik ke Dalam Hunian Modern

24 September 2026 By admin

Influenza A Merebak, Kenali Gejalanya

24 September 2026 By admin

Menjejak Raudhah, Khofifah: Meneladani Sayyidah Aisyah

24 September 2026 By admin

Guru PPPK Paruh Waktu Beralih Penuh Waktu Tanpa Tes

23 September 2026 By admin

Uang Kertas Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor

23 September 2026 By admin

MUI Jatim Imbau 38 Daerah Gelar Salat Istisqa Hadapi Kemarau Panjang

22 September 2026 By admin

Agro Expo 2026 Kenalkan Produk Pangan Premium

22 September 2026 By admin

Waspada Banjir Rob Akibat Super New Moon

22 September 2026 By admin

KDMP Soft Launching Oktober 2026

21 September 2026 By admin

Surabaya Jadi Ruang Bertemu Seni dan Imajinasi

20 September 2026 By admin

Pakar ITS : Jangan Kaitkan Laka KMP Virgo Transport dengan Usia Kapal

20 September 2026 By admin

Khofifah: 100 Tahun Gontor Bukti Pendidikan Bisa Beradaptasi Tanpa Kehilangan Jati Diri

20 September 2026 By admin

Lautaro Martinez Selamatkan Inter dari Kekalahan, AS Roma Gagal Menang di Olimpico

20 September 2026 By admin

44.000 Anak Keluarga Miskin Kembali Bersekolah Gratis

19 September 2026 By admin

Prabowo Cium Mushaf Gontor Menandai 100 Tahun Usia Pesantren

19 September 2026 By admin

Teater Jepang “Puchi Mari Mari” Hiburan Sekaligus Pertukaran Budaya

18 September 2026 By admin

Suara Sound Horeg Melebihi 110 Desibel, Risiko Jantung dan Pendengaran

18 September 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Oktober 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Jelang Konferensi PWI Jatim, DPS Keluar, Masa Sanggah hingga 2 Oktober 2026
  • PBNU Umumkan 210 Pengurus Periode 2026-2031, Gus Kikin Tekankan Pemerataan Kader
  • BAZNAS Jatim-UNUSA Perkuat Sinergi, Dorong Beasiswa, Riset, dan Pemberdayaan UMKM
  • ‘Apartemen’ Lapas Cibinong Tak Tercatat Aset Negara. Siapa Donaturnya ?
  • Kenali Influenza A pada Anak: Gejala dan Cara Cegah Penularan

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.