• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Studi: Sama Seperti Merokok, Efek Pestisida Berisiko Kanker

12 Agustus 2024 by kai Tinggalkan Komentar

Ilustrasi penggunaan pestisida. Foto: Heath.com

Surabaya (Trigger.id) – Penelitian terbaru menunjukkan, pestisida dapat menyebabkan penyakit kanker yang sama banyaknya dengan rokok, yang merupakan salah satu jenis karsinogen.

Para penulis laporan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Cancer Control and Society, mengeksplorasi bagaimana penggunaan pestisida di wilayah pertanian berkontribusi terhadap tingkat kanker di masyarakat sekitar lokasi tersebut.

Pestisida paling erat kaitannya dengan leukemia, limfoma non-Hodgkin, dan kanker kandung kemih.

“Kami tidak berfokus pada senyawa tertentu, namun melihat gambaran besarnya,” ujar Isain Zapata, PhD, peneliti di Rocky Vista University dan penulis makalah baru tersebut, seperti dikutip Health.

Studi ini menyoroti fakta bahwa pestisida tidak bisa dihindari oleh banyak orang Amerika, dan para ahli mengatakan hal ini harus menjadi pengingat bagaimana praktik pertanian kita mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan kita.

“Angka kanker anak, angka kanker pada orang dewasa muda, dan angka kanker pada kelompok etnis/ras tertentu semakin meningkat,” kata Lauren Petrick, PhD, profesor di Departemen Kedokteran Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat di Icahn School of Medicine di Mount Sinai.

“Meskipun kami tidak tahu apakah peningkatan angka ini disebabkan oleh faktor lingkungan saja atau kombinasi dengan perbedaan genetik, kami tahu bahwa tempat tinggal Anda penting. Misalnya, penelitian yang berulang kali menunjukkan bahwa hidup dekat dengan penggunaan pestisida dikaitkan dengan peningkatan risiko leukemia pada anak dan orang dewasa.”

Bagaimana Pestisida Mempengaruhi Tingkat Kanker

Isain Zapata, PhD dan timnya memutuskan untuk melakukan penelitian untuk mempelajari lebih lanjut tentang dampak pestisida tidak hanya terhadap pekerja pertanian, tetapi juga populasi secara lebih luas. Mereka melakukan apa yang dikenal sebagai studi ekologi, atau studi di mana para ilmuwan mengajukan pertanyaan mengenai keseluruhan populasi.

Untuk laporan tersebut, para peneliti melihat data penggunaan pestisida dan tingkat kanker di seluruh Amerika. Tim mengamati bagaimana berbagai jenis pestisida digunakan.

Zapata mengatakan melihat data dengan cara ini bisa lebih membantu daripada memikirkan penggunaan pestisida dalam kaitannya dengan satu produk tertentu yang dikaitkan dengan dampak negatif terhadap kesehatan, karena pestisida digunakan bersamaan dengan pestisida lainnya. “Kami tidak terlalu memikirkan senyawa apa yang paling berbahaya,” jelasnya. Secara keseluruhan, timnya meninjau penggunaan 69 jenis pestisida yang berbeda. Data penggunaan pestisida berasal dari Survei Geologi Amerika Serikat.

Para peneliti menemukan bahwa penggunaan pestisida dikaitkan dengan peningkatan angka leukemia, limfoma non-Hodgkin, serta kanker kandung kemih, paru-paru, usus besar, dan pankreas. Tim peneliti mampu mengkontekstualisasikan seberapa luas dampak penggunaan pestisida dengan membandingkannya dengan zat karsinogen yang diketahui oleh banyak orang:

“Pestisida memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan risiko kanker untuk semua jenis kanker yang dievaluasi…dengan cara yang hanya dicocokkan dengan prevalensi merokok,” tulis para penulis. Data mengenai tingkat kejadian kanker berasal dari National Institutes of Health (NIH) dan database Profil Kanker Negara Bagian Centers for Disease Control (CDC).

Penulis penelitian ini menemukan bahwa wilayah yang paling terkena dampak penggunaan pestisida—dalam hal tingkat kanker—adalah wilayah Midwest, yang menyumbang sebagian besar hasil pertanian di negara tersebut.

Sebelum penelitian ini, para ahli telah mengetahui bahwa pestisida bisa berbahaya: Glifosat, yang dijual dengan nama Roundup, diklasifikasikan sebagai kemungkinan karsinogen oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, dan agen lain, termasuk parathion, diazinon, tetrachlorvinphos, dan malathion, telah menunjukkan bahwa pestisida dapat menyebabkan kanker. “beberapa bukti karsinogenisitas,” tulis penulis penelitian. (kai)

—000—

Sumber: Health

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update Ditag dengan:Berisiko Kanker, Efek Pestisida, Merokok, Pestisida, Studi

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

Lainnya

Membaca Dampak Bumi Yang “Sakit”

8 Januari 2026 By admin

Inter Tundukkan Parma, Tetap Pimpin Klasemen

8 Januari 2026 By admin

Arteta Prihatin atas Pemecatan Amorim di Manchester United

8 Januari 2026 By admin

Minum Kopi Bisa Membantu Melindungi dari Depresi? Ini Penjelasan Para Ahli

8 Januari 2026 By isa

MU Ditahan Burnley 2-2 pada Laga Perdana Pascapemecatan Amorim

8 Januari 2026 By admin

Prabowo: Penegakan Hukum Harus Bebas Konflik Kepentingan

8 Januari 2026 By admin

Pemkot Surabaya Evaluasi Saluran Usai SDN Ujung V Tergenang

7 Januari 2026 By admin

Mbappe Dipastikan Absen di Piala Super Spanyol

7 Januari 2026 By admin

MUI Soroti Pasal KUHP soal Nikah Siri

7 Januari 2026 By admin

Persija Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib

7 Januari 2026 By admin

Vaksin Heksavalen, Antara Inovasi dan Disinformasi

6 Januari 2026 By admin

Fernandes–Maguire Pamitan untuk Amorim

6 Januari 2026 By admin

Setkab Terangkan Pasal KUHP–KUHAP yang Jadi Sorotan

6 Januari 2026 By admin

Menkum: Aduan Kumpul Kebo Hanya oleh Pasangan Sah dan Orang Tua

6 Januari 2026 By admin

Pemkot Surabaya Fokus Atasi Banjir Simo–Tanjungsari pada 2026

6 Januari 2026 By admin

Borneo FC Rebut Puncak Klasemen Super League

6 Januari 2026 By admin

Saudi Perkuat Penyaluran Bantuan untuk Warga Gaza

5 Januari 2026 By zam

Inter Kalahkan Bologna 3-1, Nerazzurri Pimpin Klasemen

5 Januari 2026 By zam

Hat-trick Gonzalo Garcia Bawa Madrid Hajar Betis 5-1

5 Januari 2026 By zam

AS Lancarkan Serangan ke Venezuela, Picu Kecaman Internasional

4 Januari 2026 By admin

BYD Salip Tesla dalam Penjualan Global EV 2025

4 Januari 2026 By admin

Harbin International Ice Sculpture Competition: Panggung Es Kelas Dunia dari Tiongkok

4 Januari 2026 By admin

Khamenei: Protes Pedagang Wajar, Jangan Ditunggangi Musuh

4 Januari 2026 By admin

Waspada “Super Flu”

3 Januari 2026 By admin

Gol Leao Bawa Milan Puncaki Klasemen

3 Januari 2026 By admin

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Iran Tuding AS Dalangi Kerusuhan
  • Gus Salam Nilai Pandji Tak Pantas Dipidanakan
  • Pengembalian Dana Biro Haji Tembus Rp100 Miliar Lebih
  • Mengenal Sindrom KRM, Ancaman Diam-diam Pembuluh Darah
  • Pekan ke-20 Serie A: Inter Tantang Napoli

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.