• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Jangan Sepelekan Nyeri Perut Kanan hingga Bahu Disertai Mual dan Muntah

19 Maret 2024 by zam Tinggalkan Komentar

Surabaya (trigger.id)– Kebiasaan mengonsumsi santan, mentega murni, dan makanan manis, dapat mengganggu kesehatan. Makanan-makanan tersebutmenyokong lonjakan kasus obesitas, diabetes, stroke. Selain itu juga bisa mengakibatkan infeksi pada empedu.

Laporan National Health & Morbidity Survey (NHMS) 2019 menunjukkan, 4 dari 10 orang dewasa di Malaysia menderita kolesterol tinggi.

Kolesterol yang tidak dikendalikan bisa mengakibatkan batu empedu. Empedu sendiri memiliki beberapa kandungan, salah satunya kolesterol dan terkadang bilirubin yanng kelebihannya akan berubah menjadi lumpur yang mengendap di dasar kantong empedu.

Jika kantong empedu tidak dikosongkan secara rutin atau menyeluruh, lumpur akan tetap ada dan terkonsentrasi hingga menggumpal dan mengkristal menjadi batu empedu.

Menurut Dr. Abraham Mathew George, Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di Rumah Sakit Spesialis KPJ Johor, meskipun tidak ada penyebab pasti, batu empedu sering kali muncul akibat kelebihan kolesterol dalam darah, yang disebabkan oleh pola makan atau faktor genetik.

“Anda mungkin memiliki terlalu banyak kolesterol dalam darah Anda, baik karena pola makan yang buruk atau gangguan metabolisme. Hal ini bisa menyebabkan kolesterol menumpuk di empedu Anda,” kata Abraham dalam keterangannya dikutip Senin (18/3/2024).

Dalam kebanyakan kasus, batu empedu tidak menunjukkan tanda atau gejala. Jika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada saluran, tanda dan gejala yang ditimbulkannya mungkin menetap.

“Hati-hati terhadap nyeri hebat yang tiba-tiba di perut kanan atas atau punggung, menjalar ke bahu, disertai mual dan muntah – ini bisa menjadi sinyal bahwa batu empedu yang ‘diam’ telah berubah menjadi masalah. Rasa sakit akibat pembentukan batu empedu bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam,”
terangnya.

Dia melanjutkan, batu empedu yang menyumbat saluran empedu dapat menyebabkan infeksi saluran empedu, pankreas, atau hati yang parah atau mengancam jiwa.

“Gejala yang Anda alami mungkin ringan hingga parah, namun akan semakin parah jika semakin lama tidak diobati. Komplikasi juga menjadi lebih serius seiring berjalannya waktu, terutama bila terjadi penyumbatan pada saluran empedu. Batu empedu yang rumit atau parah bisa mengancam jiwa,” kata dr Abraham.

Namun, ada beberapa pilihan perawatan untuk pasien batu empedu, misalnya melalui Prosedur Kolangioskopi Spyglass. Kolangioskopi adalah prosedur menggunakan tabung fleksibel, yang disebut endoskopi, yang memungkinkan dokter memvisualisasikan bagian dalam saluran empedu. Ini menawarkan cara invasif minimal untuk mengatasi masalah saluran empedu, termasuk pengangkatan batu, langsung dari dalam.

“Meskipun prosedur penghilangan batu tertentu (lithotripsy) dapat dilakukan dengan Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP) standar, efektivitasnya mungkin tidak selalu pasti dan tingkat keberhasilannya bervariasi sehingga tidak menjamin hasil,’’ jelasnya.

‘’Menggunakan lithotripsy laser Spyglass dan Holmium, fragmentasi batu-batu besar ini mudah dan efisien. Prosedur ini hampir selalu dapat diselesaikan dalam satu sesi dan jarang diperlukan beberapa sesi. Fragmentasi dan pemindahan batu dijamin dan kegagalan jarang terjadi,” kata Dr. Abraham.

Kolangioskopi SpyGlass adalah prosedur endoskopi baru dan canggih yang dapat melakukan banyak keajaiban dalam mengobati batu empedu seperti memecah dan menghilangkan batu empedu besar dengan aman, memungkinkan ahli gastroenterologi mendiagnosis dan berhasil mengobati penyakit saluran empedu dengan tingkat keberhasilan 83-93% .
Kolangioskopi SpyGlass adalah prosedur invasif minimal, oleh karena itu Anda akan pulih dengan cukup cepat.

“Tenang saja, setelah kolangioskopi SpyGlass. Meskipun pemulihannya cepat, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin selama 24 Jam pertama, dan perkirakan dapat melanjutkan aktivitas normal dalam beberapa hari,” kata Abraham.(zam)

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, Tips Ditag dengan:batu emped, gejala penyakit, tips

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Menjaga Lisan dan Tulisan Cermin Akhlak Seorang Muslim

30 Oktober 2026 By admin

Kemenekraf Dorong Media Digital Naik Kelas

29 Oktober 2026 By admin

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti

29 Oktober 2026 By admin

Investor Pasar Modal Jatim Naik 69,93 %, OJK Tekankan Literasi dan Perlindungan

28 Oktober 2026 By admin

MUI : Pelaku “Imam Mahdi” Bangkalan Sesat.

28 Oktober 2026 By admin

Dua Anak Menhaj Mundur dari Tenaga Ahli Usai Menuai Sorotan

27 Oktober 2026 By admin

Indonesia–India Bangun Koridor Teknologi Kreatif di KEK Singhasari Malang

27 Oktober 2026 By admin

Armada WiraWiri Tambah 18 Mikrobus Rute Surabaya Barat

27 Oktober 2026 By admin

Waspada Stroke, Kenali Gejala dengan Metode FAST

26 Oktober 2026 By admin

Indonesia Delapan Besar Asian Para Games 2026, Boccia Jadi Lumbung Emas

25 Oktober 2026 By admin

Petenis Tanah Air Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026

25 Oktober 2026 By admin

Cuaca Panas 38 Derajat, Pakar Unair : Kendalikan Emosi

24 Oktober 2026 By admin

Diskominfo Tabalong Studi Banding ke PWI Jatim Pelajari Penguatan Pers

24 Oktober 2026 By admin

Akses Penanjakan Bromo Dibuka Usai Kebakaran

23 Oktober 2026 By admin

Pataka Resolusi Jihad, Kobarkan Semangat Juang Santri

23 Oktober 2026 By admin

ITS Ciptakan Futechi Farm, Kandang Ayam Pintar Terintegrasi IoT

22 Oktober 2026 By admin

Khofifah Minta Distribusi Biosolar dan Pertalite Dipercepat

21 Oktober 2026 By admin

Sambut Hari Santri 2026, Ziarahi Makam Pencipta Lambang NU

21 Oktober 2026 By admin

Heboh Kode QR UMKM Tersambung Bank Tiongkok, Begini Aturannya.

21 Oktober 2026 By admin

UNESA dan UM Raih Gelar Juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya

20 Oktober 2026 By admin

Trump Soroti Imigrasi Prancis, Klaim Paris Terancam Menjadi Kota Muslim

20 Oktober 2026 By admin

Kewajiban Sertifikasi Halal Produk Mundur Tahun 2028

20 Oktober 2026 By admin

Benahi Rumah Potong Unggas, Perkuat Jaminan Halal dan Higienis

20 Oktober 2026 By admin

UM dan UNESA Berebut Takhta Futsal Campus League 2026

19 Oktober 2026 By admin

Garden Fest Menikmati Persawahan Sore Hari

19 Oktober 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

November 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
« Okt    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Menag Kukuhkan 15 Anggota Majelis Masyayikh
  • Giat Tanam Cabe Terapkan Inovasi Teknologi ITS
  • 5 Rumah Pompa Kawasan Banjir Beroperasi 1 Desember 2026
  • Tumpak Sewu, Pesona Tirai Air yang Mendunia
  • MLSC Surabaya dan Bandung Seri 1 2026–2027 Tuntas, Empat Sekolah Raih Gelar Juara

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.