• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

“Keto” Bantu Turunkan BB, Tapi Mungkin Tak Baik untuk Kesehatan Usus atau Jantung Anda

20 September 2024 by isa Tinggalkan Komentar

Ilustrasi menu diet Keto. Foto: Getty Images

Surabaya (Trigger.id) – Diet keto mungkin membantu Anda menurunkan berat badan, namun mungkin bukan pilihan terbaik untuk kesehatan jantung atau usus. Sebaliknya, diet rendah gula mungkin merupakan pilihan yang lebih baik.

Sebuah studi baru, diterbitkan pada 20 Agustus di Cell Reports Medicine, menemukan bahwa orang yang mengikuti diet keto mengalami penurunan keragaman mikrobioma usus dan peningkatan kolesterol total.

Namun, mereka yang mengikuti pola makan rendah gula mengalami efek yang lebih kecil pada mikrobioma usus dan juga memiliki jumlah LDL (atau kolesterol “jahat”) yang lebih rendah.

Diet keto telah dikaitkan dengan penurunan berat badan dan peningkatan kontrol gula darah, yang dicapai dengan mengonsumsi banyak lemak dan sedikit karbohidrat. Namun, makan dengan cara ini bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan pada kesehatan jantung dan usus seseorang.

Inilah pendapat para ahli tentang penelitian baru ini dan mengapa memilih diet rendah gula bisa menjadi alternatif yang lebih sehat daripada keto.

Bagaimana Diet Keto Mempengaruhi Tubuh

Untuk penelitian ini, para peneliti awalnya ingin melihat mengapa diet rendah karbohidrat menghasilkan penurunan berat badan dan berapa banyak kalori yang dibakar orang saat mengikuti diet ini dalam kehidupan normal mereka, jelas penulis studi Javier Gonzalez, PhD, profesor di University of Bath Center for Nutrisi, Olahraga, dan Metabolisme.

Namun ketika Gonzalez dan rekan-rekannya mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan ini, mereka menemukan hasil menarik tentang bagaimana diet rendah karbohidrat mempengaruhi tindakan kesehatan lainnya.

Tim tersebut merekrut 53 orang dewasa sehat berusia antara 18 dan 65 tahun dan membagi mereka menjadi tiga kelompok—satu kelompok mengikuti diet normal gula sedang, sementara dua kelompok lainnya menjalani diet rendah gula atau ketogenik.

Tidak ada parameter pasti mengenai pola makan ini, namun American Heart Association merekomendasikan bahwa pola makan rendah gula tidak boleh mengandung lebih dari 6% kalori dari tambahan gula. Sebaliknya, pola makan keto mengharuskan pengelompokan makronutrien yang lebih ketat.

“Diet ketogenik ditandai dengan asupan karbohidrat yang sangat rendah dan asupan protein dalam jumlah sedang, yang berarti individu sangat bergantung pada lemak untuk memenuhi kebutuhan kalorinya,” Veronica Rouse, MAN, RD, penulis buku masak dan pemilik The Heart Dietitian, mengatakan kepada laman Health.com. Pemecahan makronutrien ini bervariasi tetapi biasanya melibatkan konsumsi 55–60% kalori harian dari lemak, 30–35% dari protein, dan 5–10% dari karbohidrat.

Untuk tujuan studi Cell Reports Medicine ini, tim Gonzalez mendefinisikan diet rendah gula sebagai diet yang mengandung kurang dari 5% kalori dari tambahan gula, sedangkan diet keto didefinisikan sebagai asupan karbohidrat di bawah 8% dari total kalori.

Selama 12 minggu, para peneliti menganalisis sampel urin, feses, dan darah peserta penelitian untuk mengukur kesehatan metabolisme, kardiovaskular, dan pencernaan mereka.

Mereka menemukan bahwa diet keto meningkatkan kadar kolesterol dan apolipoprotein B, protein yang sering digunakan untuk mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Orang yang mengikuti diet ini juga mengalami penurunan jumlah Bifidobacteria dan strain bakteri bermanfaat lainnya di usus mereka.

Namun, pola makan rendah gula memiliki efek berbeda—pembatasan gula mengurangi kolesterol LDL dan kolesterol total serta tidak mengubah keragaman mikroba di usus.

Baik diet keto maupun diet rendah gula menghasilkan penurunan berat badan, dengan penurunan paling dramatis terjadi dalam empat minggu pertama penelitian dan berhenti setelahnya. (kai)

Sumber: Health

Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, Tips, update Ditag dengan:Berat Badan, Diet, Diet Keto, Jantung, Kesehatan Usus, Keto

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Abu Anak Krakatau Berpotensi Ganggu Kesehatan, Jangan Ke Luar Rumah

7 September 2026 By zam

Bandara Soetta Tutup Sementara Akibat Abu Anak Krakatau

6 September 2026 By admin

Emil Dardak Bikin Kejutan Konser Kahitna, dari Kursi Penonton ke Panggung “Lajeungan”

6 September 2026 By admin

Charles Honoris Soroti 50 Ribu Korban Keracunan MBG dan Anggaran Rp240 Triliun

6 September 2026 By admin

Abu Erupsi Anak Krakatau Terdeteksi Menyebar ke Lima Provinsi

6 September 2026 By admin

Biji Semangka Jangan Dibuang, Kaya Magnesium dan Lemak Sehat

6 September 2026 By admin

Inter Milan Comeback Dramatis, Napoli Tumbang 3-2 di Giuseppe Meazza

6 September 2026 By admin

Seleksi Petugas Haji 2027 Masuk Tahap CAT, Transparansi Jadi Prioritas

5 September 2026 By admin

Hari Pertama Ngantor PBNU, Gus Kikin Bertemu Dubes Arab Saudi dan BSI

5 September 2026 By admin

Nogogeni ITS Siapkan 2 Mobil Hemat Energi

5 September 2026 By admin

Inter Milan vs Napoli: Duel Panas Papan Atas Serie A di San Siro

5 September 2026 By admin

P-APBD Jatim 2026 Disepakati, Anggaran Rp29,9 Triliun Difokuskan untuk Kesejahteraan Warga

5 September 2026 By admin

Zulhas Dorong Sekolah Tiru Kelola Sampah Pesantren.

4 September 2026 By admin

4 Makanan Ini Jangan Terlalu Sering Jadi Menu Sarapan

4 September 2026 By admin

190 Satwa Liar Batal Diperdagangkan

4 September 2026 By admin

BGN Suspend SPPG Sidoarjo Selama 30 Hari

3 September 2026 By admin

FIFA ASEAN Cup 2026, Ujian Timnas Jaga Tren Positif Ranking Dunia

3 September 2026 By admin

4 Kura-Kura Aldabra Asal Jepang Koleksi Perdana KBS

2 September 2026 By admin

BBM Nonsubsidi Naik Per 1 September 2026.

1 September 2026 By admin

Dua Dekade Bersama Argentina, Lionel Messi Akhiri Perjalanan di Tim Nasional

1 September 2026 By admin

DPR Setujui Destry, Aida dan Solikin Pimpin BI

1 September 2026 By admin

Ahli Pemerintah: Pasal Pidana Umrah Bertujuan Lindungi Jamaah, Bukan Batasi Ibadah

1 September 2026 By admin

Prabowo Terima Kartanu Saat Menutup Muktamar NU.

31 Agustus 2026 By admin

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa 5 Provinsi Termasuk Jatim

31 Agustus 2026 By admin

KH Miftachul Akhyar Rois Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026-2031

31 Agustus 2026 By admin

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Agu    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Teknologi dan Layanan Khusus Sambut Jamaah di 10 Malam Terakhir Ramadan

11 Maret 2026 Oleh admin

Bubur India Masjid Pekojan Semarang, Tradisi Berbuka Lebih dari Satu Abad

10 Maret 2026 Oleh admin

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Prabowo Hadiri KTT BRICS, Dorong Tatanan Ekonomi Global Lebih Inklusif.
  • Green Farm Banyuwangi Jadi Laboratorium Pertanian Modern
  • 7 Talenta SMK Jatim Tembus Kandidat WorldSkills Shanghai 2026
  • Warga Surabaya Jangan Panik, Tetapi Waspada Sesar Kendeng Aktif
  • Warga Pesisir Bantu Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.