• Skip to main content
  • Skip to secondary menu
  • Skip to primary sidebar
  • Skip to footer
  • BERANDA
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Sitemap
Trigger

Trigger

Berita Terkini

  • UPDATE
  • JAWA TIMUR
  • NUSANTARA
  • EKONOMI PARIWISATA
  • OLAH RAGA
  • SENI BUDAYA
  • KESEHATAN
  • WAWASAN
  • TV

Mampukah Merdeka Dari Belenggu Rasa Manis?

20 Agustus 2025 by admin Tinggalkan Komentar

Ilustrasi teh jumbo yang beredar dimana-mana. Foto: YT
Oleh: Ari Baskoro*

Banyak cara memperingati HUT Kemerdekaan RI. Bagi warga sepuh, tentu berlainan model dengan Gen Z atau milenial. Aura semangat kepahlawanan yang menyelimuti generasi pejuang, berbeda dengan paradigma kekinian kaum muda. Saat ini pemuda menghadapi “lawan” baru. Bukan melawan penjajah. Melainkan menghadapi tantangan obesitas dan sindrom metabolik. Kedua problem medis itu, justru menjadi ancaman serius bagi generasi penerus. Sungguh kontradiktif, mereka harus menghadapi “ancaman” terhadap kegemarannya sehari-hari. Godaan dan adiksi rasa manis, tanpa disadari menjadi “seteru tersembunyi”. Mampukah pemuda bebas dari tantangan rasa manis yang akhirnya menjadi “pahit” di kemudian hari ?

 Data “berbicara”. Pemeriksaan kesehatan gratis yang sekarang digalakkan pemerintah, mengungkap fakta mengejutkan. Program yang diluncurkan sejak 10 Februari 2025, hingga 17 Agustus 2025 telah menjangkau19,4 juta jiwa. Hipertensi, diabetes, obesitas, dan masalah gigi-mulut, mendominasi problem kesehatan masyarakat. Sejatinya keempat temuan tersebut saling berkaitan.

Cek kesehatan gratis (CGK) khusus pelajar, juga mulai diselenggarakan pemerintah. Program yang diluncurkan sejak 4 Agustus 2025, diproyeksikan menyasar 53,8 juta siswa seluruh Indonesia. Hasil sementara, pararel dengan temuan pada masyarakat umum. Mayoritas dideteksi masalah kelebihan berat badan, obesitas, dan karies gigi. Karena itulah edukasi publik serta pengelolaannya, perlu segera diimplementasikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data terbarunya (Mei,2025). Satu di antara delapan orang di dunia, mengalami obesitas. Obesitas pada remaja telah meningkat empat kali lipat, dibandingkan sejak tahun 1990. Kini 43 persen orang dewasa berusia di atas 18 tahun, mengalami berat badan berlebih. Sebanyak 16 persen, menghadapi obesitas.

Sugar craving

Sebuah jajak pendapat yang dihelat Populix tahun 2024, mengungkap fakta menarik. Sebanyak 35 persen responden warga Indonesia, menyukai gula dibanding pemanis lainnya. Pada hakikatnya, rasa manis sudah menjadi “tradisi” yang mengakar. Khususnya pada masyarakat Jawa Keraton, rasa manis merepresentasikan filosofi kenikmatan hidup. Kegemaran terhadap cita rasa manis, telah “diwariskan” turun temurun sejak zaman Majapahit.

Sejatinya kegemaran makanan/minuman manis, tidak hanya milik warga Indonesia saja. Melainkan bersifat universal. Kondisi itulah yang memantik fenomena “sugar craving”. Gejalanya menyerupai mengidam santapan manis, saat hamil. Artinya mereka berkeinginan mengonsumsi makanan/minuman dengan kandungan gula, lemak, dan garam yang tinggi. Kehendak itu demikian kuatnya. Sulit dikendalikan. Manifestasinya mirip fenomena adiksi/ketagihan. Penyebabnya beragam. Misalnya faktor biologis, emosional, hormon, dan pola makan. Gangguan homeostasis/keseimbangan beberapa hormon (kortisol, ghrelin, serotonin, dopamin), memicu “kecanduan” gula. Contohnya pada seseorang yang sedang sedih/stres, timbul hasrat yang menggebu-gebu pada makanan manis. Rasa manis dapat menginduksi “pusat kesenangan” di otak. Mediatornya adalah hormon serotonin dan dopamin yang sering dijuluki sebagai hormon kebahagiaan. Tetapi dalam jangka waktu tertentu, konsumsi gula berlebih memantik risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Gula juga merupakan kontributor penting meningkatnya populasi beberapa jenis mikroba pada area gigi-mulut. Efeknya berisiko memantik demineralisasi jaringan keras gigi (enamel dan dentin). Gigi berlubang menjadi konsekuensinya.

Minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK)

Konsumsi gula masyarakat Indonesia, jauh melampaui rekomendasi WHO. Idealnya konsumsi gula harian tidak melebihi 50 gram (setara dengan empat sendok makan) per hari. Sebagai contoh, satu botol teh berukuran 240 ml, memiliki kandungan gula sebanyak 18 gram ( setara dengan 3,6 sendok teh). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi gula rata-rata penduduk Indonesia mencapai 1,123 kg per kapita per minggu (setara dengan 160 gram per hari).

Untuk mengendalikan konsumsi gula masyarakat, penerapan cukai MBDK merupakan salah satu instrumen penting. Aturannya tertera dalam Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 Tentang Cukai. Cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam UU tersebut. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan pendapatan negara. Target utamanya adalah teh dalam kemasan, minuman berkarbonasi, energy drink, dan kopi dalam kemasan.

Menurut riset Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), penerapan cukai sebesar 20 persen, secara efektif dapat menurunkan konsumsi MBDK hingga 24 persen. Hasilnya diprediksi dapat mencegah 1,4 juta kasus diabetes selama 25 tahun. Sayang sekali pemerintah menunda beberapa kali pemberlakuan cukai MBDK.

Informasi kandungan gula dalam setiap produk pangan, seyogianya harus selalu disuarakan. Legalitasnya tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 30 tahun 2013. Setiap label produk pangan olahan dan pangan siap saji, harus mencantumkan informasi kandungan gula, garam, lemak, serta pesan kesehatan. Keterangan nilai gizi (termasuk kandungan gula), telah ada regulasinya. Hal itu tercantum dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) nomor 26 tahun 2021.

 Dalam banyak kasus, tidak gampang untuk mengubah perilaku yang tidak tepat dan sudah mendarah daging. Edukasi berkesinambungan, diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat secara bertahap. Intinya, konsumsi gula berlebih, berpotensi memantik bahaya bagi kesehatan.

—–o—–

*Penulis:

  • Staf pengajar senior di Divisi Alergi-Imunologi Klinik, Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/RSUD Dr. Soetomo – Surabaya
  • Magister Ilmu Kesehatan Olahraga (IKESOR) Unair
  • Penulis buku:
    – Serial Kajian COVID-19 (tiga seri)
    – Serba-serbi Obrolan Medis
    – Catatan Harian Seorang Dokter
Share This :

Ditempatkan di bawah: Kesehatan, update, wawasan Ditag dengan:Ari Baskoro, Belenggu Rasa Manis, Gigi-Mulut, Obesitas, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Rasa Manis

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sidebar Utama

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

Lainnya

Dampak Konflik Timur Tengah, Qatar Tunda Semua Kompetisi Sepak Bola

2 Maret 2026 By admin

MBZ dan Trump Bahas Keamanan Regional

2 Maret 2026 By admin

KPK Periksa Budi Karya dalam Kasus Suap DJKA

2 Maret 2026 By admin

Guardiola Kecam Cemoohan Saat Jeda Buka Puasa

1 Maret 2026 By admin

Bezzecchi Menang di Thailand, Marquez Gagal Finish

1 Maret 2026 By admin

Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan AS-Israel

1 Maret 2026 By admin

John Bonham: Tragedi yang Mengakhiri Led Zeppelin

1 Maret 2026 By admin

Voucher Parkir Suroboyo Diluncurkan, Makin Praktis dan Transparan

1 Maret 2026 By zam

WNI di Iran Dilaporkan Aman Usai Serangan Israel-AS

1 Maret 2026 By zam

Semarak Ramadan 2026 di Barat Laut Inggris

28 Februari 2026 By admin

Mudik Aman, Selamat Sampai Tujuan

28 Februari 2026 By admin

Penyanyi Neil Sedaka Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

28 Februari 2026 By admin

Trump Kecewa Iran, Opsi Militer Masih Terbuka

28 Februari 2026 By admin

MU Siapkan Rp359 M untuk Kompensasi Amorim

28 Februari 2026 By admin

Surga Merindukan Empat Golongan Manusia

27 Februari 2026 By admin

Drawing 16 Besar Liga Champions 2025/2026: Duel Para Juara Menggoda

27 Februari 2026 By admin

Blood Moon 3 Maret, MUI: Perbanyak Ibadah, Jauhi Mitos

27 Februari 2026 By zam

Orang Tua Kunci Pemulihan Anak Pasca Operasi

27 Februari 2026 By zam

Tiyo Ardianto, Suara Mahasiswa yang Tak Kenal Diam

27 Februari 2026 By admin

Pakistan–Afghanistan Saling Serang, Ketegangan Perbatasan Memanas

27 Februari 2026 By admin

Kiat Memilih Takjil Sehat dan Lezat Selama Ramadhan

27 Februari 2026 By admin

Ghent Belgia Cetak Sejarah, Jalanan Kota Bersinar Sambut Ramadan

27 Februari 2026 By admin

Lille dan Forest Amankan Tiket 16 Besar Liga Europa

27 Februari 2026 By admin

Melihat Dinamika Bisnis Hampers Lebaran di Era Digital

26 Februari 2026 By admin

Empat Alumni LPDP Kembalikan Dana Beasiswa hingga Rp 2 Miliar

26 Februari 2026 By zam

TERPOPULER

Kategori

Video Pilihan

WISATA

KALENDER

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    

Jadwal Sholat

RAMADHAN

Menambang Kehidupan, Bukan Sekadar Emas: Jejak Hijau Martabe di Jantung Sumatra

21 Oktober 2025 Oleh admin

Merayakan Keberagaman: Tradisi Unik Idul Fitri di Berbagai Negara

31 Maret 2025 Oleh admin

Khutbah Idul Fitri 1446 H: Ciri-ciri Muttaqin Quran Surat Ali Imran

31 Maret 2025 Oleh admin

Ketika Habis Ramadhan, Hamba Rindu Lagi Ramadhan

30 Maret 2025 Oleh admin

Tujuh Tradisi Lebaran yang Selalu Dinantikan

29 Maret 2025 Oleh admin

Footer

trigger.id

Connect with us

  • Facebook
  • Instagram
  • Twitter
  • YouTube

terkini

  • Tavares Puji Mental Anak Asuhnya Usai Tahan Imbang Persib
  • Ribuan Jemaah Umrah Asal Jatim Tertahan di Saudi Akibat Konflik
  • Umrah Diminta Tunda, Kemenhaj Utamakan Keselamatan Jamaah
  • Netanyahu Dorong Trump Menyerang Iran
  • Erdogan Serukan Gencatan Senjata di Iran

TRIGGER.ID

Redaksi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

 

Copyright © 2026 ·Triger.id. All Right Reserved.